Udara pagi hari yang sejuk membelai wajahnya. Ileana menghirup napas dalam-dalam menikmati kehangatan sinar mentari pagi.
Burung-burung bernyanyi di atas langit, bunyi riuh dan tawa rendah mengisi suasana, Ileana melemparkan senyum tipis disaat seorang siswa menyapanya.
Sesampainya di gerbang sekolah, suara klakson motor sepontan membuat Ileana menoleh dan melihat pemandangan yang terasa menyesakkan hati.
Bintang berangkat bersama seorang gadis yang tidak ia kenali. Suara nyaring itu kembali dibunyikan membuat Ileana menepi. Memberikan jalan untuk Bintang yang akan masuk dengan kendaraan roda duanya.
"Ileana!"
Keisha berlari kecil menyamakan langkahnya dengan Ileana. Gadis itu bersama Alteza di belakangnya.
"Udah jadi tugas bahasa inggris?" tanya Keisha yang hanya diangguki Ileana.
Keisha terus mengajaknya berbicara tetapi ia hanya menanggapinya dengan mengangguk, menggeleng dan berdeham. Mulutnya terlalu malas untuk membalas lebih, suasana hatinya berubah begitu cepat.
Di persimpangan jalan menuju lorong-lorong kelas ia kembali di pertemukan dengan Bintang. Kini dia bisa melihat dengan jelas gadis yang berada di sampingnya itu.
Ileana mencoba tidak peduli dengan gadis yang memeluk lengan Bintang. Tanpa mengatakan apapun, dia berjalan lebih dulu meninggalkan Alteza dan Keisha yang sedang berbicara dengan Bintang.
Ileana mempercepat langkahnya sembari mengepalkan kedua tangan dengan kuat. Matanya selalu memanas ketika melihat Bintang dengan perempuan lain.
Jika Bintang bisa menggunakan perempuan lain untuk membuat Karin cemburu, kenapa tidak lakukan sejak dulu? Kenapa Bintang malah menggunakan dirinya. "Brengs*k," umpatnya.
Tidak peduli ucapan kasarnya itu di dengar oleh siswa-siswi yang berada di dekatnya. Ileana mengambil napas panjang dan beralih duduk di bangku Alteza. Dia akan mengajak pemuda itu bertukar tempat duduk. Jika tidak mau, setidaknya untuk hari ini saja.
Keisha dan Alteza lebih dulu masuk ke kelas. Sepertinya Bintang mengantarkan pacar barunya itu menuju kelasnya. Ileana berusaha tidak peduli dengan apa yang akan dilakukan oleh pemuda itu.
"Duduk di bangku gue, Al!" serunya melihat Alteza berjalan menghampiri. Ternyata Alteza mengangguk tanpa bertanya apapun.
Ileana menidurkan kepalanya di atas meja sampai tidak sadar kelasnya sudah menjadi ramai. Bintang, Jaygar dan Annora pun sudah datang.
"Kamu sakit lagi?" tanya Jaygar yang sudah duduk di sebelahnya sembari meletakkan tangannya sejenak di dahi Ileana.
"Gak, aku cuma ngantuk. Jay," jawabnya dengan jujur. Tadi malam ia memang sangat sulit untuk tertidur dan sekarang dia malah mengantuk di dalam kelas.
Kelasnya sangat sering mendapatkan jam kosong, mungkin karena guru memang sudah malas berinteraksi dengan murid di dalamnya.
Bagaimana tidak? Kelakuan teman-temannya sangat diluar prediksi. Entah darimana mereka mengetahui kekurangan gurunya dan mereka menggunakan kesempatan itu untuk mengusir dengan halus guru yang mengajar.
Seperti kemarin, guru mata pelajaran sejarah yang tidak menyukai bau parfum yang menyengat. Teman-temannya menyemprotkan hampir sepuluh botol dengan wangi yang berbeda-beda di seluruh ruangan kelas.
Alhasil, cara tersebut membuat guru sejarah kabur, karena meskipun menutup hidung dengan masker, bau tersebut bisa menembusnya dengan mudah.
Annora yang minggu ini mendapatkan giliran menjadi ketua kelas malah mengajak teman-temannya berdiskusi untuk mencari cara agar tidak belajar satu hari penuh ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lintas Waktu
Science Fiction[Romance, fantasy] "Terus mengulang waktu tidak akan membuatmu maju!" ____ Setelah lulus sma baru beberapa bulan, Ileana Electra tiba-tiba terseret arus waktu, ia mengalami hal diluar logika. Mengulang dan melompati waktu membuatnya muak dan lelah. ...
