"Dia siapa?" tanya Ileana pada Annora yang duduk di sebelahnya.
"Ha?"
Jawaban dari Annora membuatnya semakin tak mengerti. Apalagi gadis itu seperti tidak percaya dengan pertanyaan yang baru saja ia lontarkan.
"Lo sakit amnesia, Na? Dia Freya, adik tirinya Jaygar," tutur Annora mengalihkan perhatiannya ke arah Freya yang berjalan mendekati mereka.
"Mukanya pasaran, Ra. Makanya aku sering lupa," jawab Ileana asal.
Dia baru mengingat pernah melihat gadis itu saat di pemakaman ibunya Jaygar. Berdiri diantara keluarganya yang lain.
"Kalian udah gak sekelas lagi sama Kak Jay?" tanyanya sekali lagi tetapi netranya mengarah ke hal yang lain.
Hanya melihat kelakuannya, Ileana bisa menebak tujuan sebenarnya dari gadis itu. Bukan mencari Jaygar melainkan untuk melihat Bintang.
"Kak Bintang!" sapanya beralih berjalan menuju bangku Bintang yang berada di paling belakang. Pemuda itu sedang asik bermain game di ponselnya.
Ileana mengembuskan napas pelan dan kembali membaca novelnya, tidak menghiraukan percakapan dua orang di belakangnya walaupun sebenarnya, ia merasa terganggu.
"Lo gak ganti baju olah raga, Na?"
"Males, Ra. Lebih enakan pake baju ini," jawabnya.
"Tapi nanti kita disuruh keluar loh."
Ileana memandang gadis itu aneh. "Tumben banget takut di keluarin, kamu pasti mau ngajak aku ngelewatin kelasnya Kairav kan?" tanyanya membuat gadis itu tersenyum malu. Malu-malu harimau.
"Hore!"
Suara teriakan dari belakang membuat keduanya tersentak dan serempak mengalihkan perhatian masing-masing.
Freya dengan cepat menyumpal mulutnya dan kembali berbicara dengan nada normal. "Kalau gitu aku balik ke kelas dulu ya, kak! Nanti sepulang sekolah aku tunggu di depan kelas kak Bintang," pamitnya keluar dengan riang gembira.
"Saingan lo bertambah, Na! Adiknya Jaygar," celetuk Annora. "Tapi gausah dipikirin, gue yakin Bintang cuma suka sama lo."
Ileana memandang Annora.
Semua kedekatannya dengan Bintang, Ileana tidak pernah percaya kalau pemuda itu suka padanya. Ia tahu alasan Bintang mendekatinya dan melindunginya.
Bintang mendekatinya hanya untuk menyemburui mantan kekasihnya dan melindunginya karena takut musuh-musuhnya itu masih mengincar dirinya. Rasa sayang hanya sebatas sahabat.
Ileana tidak pernah menceritakan apa pun pada yang lainnya sehingga mereka beranggapan dengan hal yang tidak mungkin, baginya. Hubungannya dengan Bintang hanyalah sebagai seorang sahabat. Sama seperti yang lainnya.
Suara notifikasi dari ponselnya membuat Ileana membukanya. "Keisha nyuruh kita ke kelasnya, Ra," beritahunya. "Katanya mau bahas tentang study tour."
"Au ah, males. Suruh lewat gc aja," jawab Annora menidurkan kepalanya di atas meja.
Ileana menyimpan buku novelnya dan fokus memainkan ponselnya berdiskusi tentang apa saja yang akan di bawa saat study tour besok. Padahal mereka hanya pergi selama satu hari.
•✮°───⋆⋅⋅⋆───°✮•
Ileana pulang disaat sekolah sudah lumayan sepi. Ia sengaja untuk menghindari Jaygar yang mengajaknya pulang bersama dan agar tidak melihat Bintang yang pulang bersama Freya.
"Ileana!" panggil Raiden yang datang dari arah berlawanan berlari ke arahnya. Wajahnya terlihat begitu kelelahan.
Tanpa permisi, ia menarik tangan Ileana menuju tempat yang jauh lebih sepi. Tidak menghiraukan Ileana yang memberontak kebingungan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lintas Waktu
Fiksi Ilmiah[Romance, fantasy] "Terus mengulang waktu tidak akan membuatmu maju!" ____ Setelah lulus sma baru beberapa bulan, Ileana Electra tiba-tiba terseret arus waktu, ia mengalami hal diluar logika. Mengulang dan melompati waktu membuatnya muak dan lelah. ...
