[13] Together Again

67 18 22
                                        

Jadilah seperti bintang selalu bersinar dipagi hari meskipun tak ada yang menyadari

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jadilah seperti bintang selalu bersinar dipagi hari meskipun tak ada yang menyadari.

•✮°───⋆⋅۝⋅⋆───°✮•

"Setelah hari itu, aku nyari kamu kemana-mana, nyari semua hal tentang kamu yang tiba-tiba hilang! Semuanya ... semua orang tiba-tiba gak inget siapa kamu. Seolah-olah ada seseorang yang sengaja menghapus ingatan semua orang!"

Mendengar perkataan Raiden membuat Ileana menoleh, ia memperhatikan sekitarnya berharap tidak ada yang mendengar penuturan pemuda itu.

"Sampai akhirnya aku-" Raiden menjeda ucapannya sejenak. "Ngeliat foto kamu bareng Alteza."

Hening, keduanya saling memandang. Angin bergerak dari timur menerbangkan beberapa benda di sekitar.

Pikiran Ileana kembali dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang terdengar tidak masuk akal. Hilang? Semua orang melupakannya? Apa karena dia melewati waktu? Tapi ... kenapa hanya Raiden yang mengingatnya? Apa Raiden ... juga sama seperti dirinya?

Raiden mengambil langkah mendekati Ileana. "Kasih aku kesempatan, Na," ucapnya pelan.

"Rai, gue ngerasa bahagia, bahagia dengan orang-orang yang berada di sekeliling gue sekarang. Gue cuma minta satu hal sama lo-" Ileana mengambil napas dalam-dalam. "Jauhin gue."

"Gak! Gue juga harus egois kayak lo, Na. Dulu gue juga pernah bilang hal yang sama dan lo gak pernah dengerin sama sekali, jadi sekarang ... gue juga bakal ngelakuin hal yang sama seperti apa yang lo lakuin dulu. Ini demi keselamatan kamu Na ...."

Ileana menggeleng mencoba tidak peduli melangkahkan kaki menjauhkan diri. Pergi meninggalkan Raiden yang masih berdiri memperhatikannya.

"Ileana!"

"Ileana?"

Ileana mengerjapkan matanya beberapa kali mendengar suara Bintang yang memanggilnya.

Sejak pulang sekolah hingga Bintang menjemputnya untuk mengerjakan tugas Biologi, ia terus tidak fokus karena percakapannya dengan Raiden beberapa jam lalu.

"Mau sampai kapan berdiri disitu?" tanya Bintang memandangnya heran.

Ileana mengangguk, mengambil langkah masuk sembari memperhatikan sekelilingnya.

Atensi Ileana jatuh pada sebuah ruangan yang terlihat berantakan, terdapat beberapa barang aneh yang sulit dijelaskan dan alat-alat perkakas yang berserakan di lantai.

Berbanding terbalik dengan ruang tamu yang ia tempati sekarang. Tempat sebesar ini hanya ditinggali Bintang seorang. Pemuda itu pasti sering merasa kesepian.

Ileana duduk di sofa dengan Bintang di sebelahnya. Terdengar dering telepon dari ponsel Bintang menghapus keheningan.

"Dari siapa?" tanya Ileana yang melihat Bintang mematikan ponselnya begitu saja.

Lintas Waktu Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang