Hari demi hari berlalu, Ileana memfokuskan dirinya dalam belajar, mengerjakan tugas dan melupakan alasan tentang kenapa dia bisa kembali ke masa lalu.
Dia sudah tidak peduli tentang itu, mimpi-mimpi buruknya juga perlahan menghilang.
Apapun yang akan terjadi kedepannya, jika ia melompati maupun mengulangi waktu lagi, dia sudah mengikhlaskan diri. Tetapi tetap berharap semua itu tidak akan pernah terjadi.
Ileana menghela napas, dia tersenyum puas. Akhirnya dia bisa menemukan jawaban dari angka-angka yang memusingkan sejak tadi.
Besok adalah hari terakhir ulangan, tetapi hal yang paling parahnya adalah ketika matematika dan fisika disatukan.
Ileana meregangkan tangannya, bersandar di kursi belajarnya. Pandangan menuju ke arah foto-foto yang menempel di tembok.
Setelah sekian lama, ia baru tersadar fotonya dan Bintang masih menempel dengan rapi disana. Ileana mencabut gambar-gambar itu dan memilih untuk menyimpannya saja.
Sedangkan boneka kucing yang Bintang berikan, gadis itu masih memeluknya karena sudah menyayanginya. Bahkan dia berikan panggilan dengan nama Bina.
Ileana membuka ponselnya melihat pesan-pesan yang dikirimkan temannya di grup. Mereka sudah mulai merencanakan akan pergi liburan kemana.
Berbicara tentang Bintang, pemuda itu sudah tidak dekat dengan gadis yang sering bersamanya beberapa hari yang lalu, tetapi sekarang dia sudah mendapat penggantinya. Tidak hanya satu.
Ileana mengusap lehernya bagian kirinya, tanda lahir yang tadinya berbentuk telinga kelinci sudah bertambah satu dan menjadi seperti bentuk rumput.
"Ileana!"
Suara mamahnya yang memanggil membuat Ileana bangkit dari duduknya, dia melemparkan Bina yang sedari tadi ia pangku ke arah kasur kemudian keluar dari kamar.
"Ileana!"
"Iya, Mah!" jawabnya ikut berteriak padahal sudah berdiri di ambang pintu dapur.
Sang mama menoleh menyuruhnya untuk membantu memasak makan malam.
•✮°───⋆⋅⋅⋆───°✮•
Pada pagi harinya, disaat ujian sedang berlangsung. "Astaga! Ini mudah banget!" monolog
Ileana melihat soal-soal yang masuk sama dengan apa yang ia pelajari tadi malam.
Ileana merasa dejavu mengingat tahun sebelumnya dia sangat pusing dan tidak bisa menjawab banyak soal karena memang tidak belajar.
Sekarang, waktunya menggunakan kesempatan ini sebaik-baik mungkin. Kali ini, dia tidak akan lagi membuat rumus-rumus sendiri.
Ileana fokus mengerjakan beberapa lembar kertas yang sudah diberikan. Tidak peduli dngan teman-teman yang saling bekerja sama di dekatnya.
Waktu masih banyak tersisa, seseorang maju ke depan menyerahkan lembar soal dan jawaban miliknya kepada pengawas membuat semua pandangan teralihkan padanya.
"Jangan asal jawab Bintang, waktu kamu masih banyak. Cepat kembali dan kerjakan dengan lebih baik," jelas pengawas.
Pemuda itu mendengus. "Kalau gitu bapaknya aja yang periksa, jawaban saya bener apa nggak. Saya sudah kerjakan semuanya dengan kemampuan saya"
"Kemarin di mata pelajaran saya kamu jawab dengan asal, sekarang bagaimana saya bisa percaya,".jawab pengawas.
"Yah ... karena itu saya memang tidak bisa, dan saya mengerjakannya sampai waktu hampir habis, gak asal-asalan kok. Kalau memang jelek ya ... memang bukan minat saya," balas Bintang sembari menggaruk kepala.
Melihat pengawas masih berdiam diri membuat Bintang kembali bersuara, "Gimana, Pak? Saya mau pulang."
Pengawas menghela napas kemudian mengangguk. Bintang mencium punggung tangan sang pengawas untuk pamit pulang. Pemuda itupun keluar meninggalkan kelas.
Ileana menggelengkan kepalanya kembali dengan fokus soal-soal di depannya. Dia mengerjakan dengan serius hingga bel pun berbunyi.
Dia memandang kertas-kertas itu dengan mantap. "Ok! Kali ini pasti bagus!" ucapnya menyemangati diri kemudian pergi menyerahkan hasilnya itu ke meja pengawas.
Siswa-siswi dari ruangan lain juga sudah banyak yang keluar. Ileana berdiri di depan pintu untuk menunggu yang lainnya keluar.
"Jay ... ada kresek gak?" ucap Annora dengan lemas disaat baru keluar dari pintu.
Jaygar mengerutkan keningnya. "Buat apa?"
"Gue mau muntah, pusing gue liat angka-angka itu!" dengusnya. "Masa gue di suruh ngitung fokus bayangan lensa, kan mata gue gak mines. Mana gue tahu!"
"Lebay lo, Ra! Gue aja bisa jawab," balas Alteza melipat kedua tangannya di depan dada dengan sombong.
"Apaan! Tadi gue liat lo pakai cap cip cup!"
Alteza mengangkat bahunya tak acuh. "Yang penting bisa jawab."
"Udah! Ayok pulang," ajak Keisha berjalan lebih dulu.
"Iya. Kerjakan dan lupakan," Ileana melanjutkan.
Keisha dan Alteza berhenti di parkiran sekolah, sedangkan tiga orang lainnya melanjutkan jalan menuju parkiran bagian luar. Tempat Jaygar memarkirkan mobilnya.
Selama ulangan, Ileana, Annora selalu pulang bersama dengan Jaygar sebagai supirnya.
Saat ingin menyebrangi jalan, Ileana memperhatikan lalu lintas yang ramai dan matanya menangkap pemandangan yang tak enak dipandang.
"Tuh bocah cosplay jadi ojek kayaknya, kemarin sama janda sekarang kayaknya sama jala*g!" tukas Annora yang juga melihat Bintang membonceng seorang perempuan tidak dikenalnya.
Mereka bahkan terlihat begitu akrab sampai-sampai Bintang tidak sadar melewati teman-temannya.
Annora menggenggam dengan erat tangannya. "Jangan dipikin, Na. Kayaknya dia sengaja buat nyemburuin lo," jawabnya.
Ileana hanya tersenyum menanggapi meskipun dia merasa cemburu dan kecewa dengan perubahan sikap Bintang yang sangat berbeda.
----
Hari ini merupakan hari pertama liburan, Ileana memutuskan membuat agenda kegiatan yang akan dilakukannya selama liburan.
Semoga saja dengan tidak bertemu dengan Bintang membuat dirinya bisa melupakan pemuda itu.
Ileana membuka ponselnya melihat pesan dari Annora. Gadis itu mengajaknya untuk bekerja paruh waktu di toko kue tantenya selama liburan.
Ia langsung mengiyakan karena perkejaan itu tidak memberatkannya. Setiap hari minggu dia juga memiliki hari libur.
Selain bisa mendapatkan uang, dia juga bisa mendapat pengalaman. Dan kegiatan sibuk yang akan ia lakukan tentu saja bisa membuatnya melupakan hal-hal yang tidak perlukan.
Semoga saja begitu.
Tapi sebelum itu, dia harus meminta izin dulu pada orang tuanya. Tanpa do'a dan restu, kegiatannya tidak bisa berjalan dengan lancar.
• To be continued •
Info: untuk mempersingkat cerita, jadi untuk kegiatan Ileana dan kawan-kawannya selama liburan aku skip ya!
Tapi mungkin kedepannya kalau berniat bakal aku revisi ...
Next chapter akan menceritakan kisah mereka di kelas dua belas!
Stay tune(。•̀ᴗ-)
KAMU SEDANG MEMBACA
Lintas Waktu
Ficção Científica[Romance, fantasy] "Terus mengulang waktu tidak akan membuatmu maju!" ____ Setelah lulus sma baru beberapa bulan, Ileana Electra tiba-tiba terseret arus waktu, ia mengalami hal diluar logika. Mengulang dan melompati waktu membuatnya muak dan lelah. ...
