[Romance, fantasy]
"Terus mengulang waktu tidak akan membuatmu maju!"
____
Setelah lulus sma baru beberapa bulan, Ileana Electra tiba-tiba terseret arus waktu, ia mengalami hal diluar logika. Mengulang dan melompati waktu membuatnya muak dan lelah.
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bagus," puji Bintang yang tidak sengaja melihat Ileana memakai jam tangannya. "Beli dimana?"
Ileana memalingkan perhatiannya, "Tenda yang di dekat toilet ..." ucapnya berbohong, "mau pakai yang satunya?"
"Boleh."
Mendengar jawaban Bintang membuatnya terkejut sendiri, tidak menyangka pemuda itu menerimanya dengan sangat mudah. Padahal ia hanya basa-basi.
Ileana memberikan jam tangan tersebut, tidak tahu apakah tindakannya benar memberikan benda yang masih belum pasti itu pada Bintang.
Ileana menghela napas, mengambil sebuah gelas yang berisi cairan berwarna hijau yang berada di atas meja. Jus alpukat, sangat tidak cocok dijadikan minuman untuk meredakan rasa haus.
"Mau tuker?" tanya Bintang yang melihat raut wajah kecewa Ileana setelah meminum jus alpukat tersebut.
"Emang boleh?"
Bintang memutar bola matanya malas. "Waktu lo cuma 3 detik, satu ..."
"Iya, tukeran." Ileana dengan cepat menukar gelasnya dengan milik Bintang yang berisikan es teh.
Tanpa sepengatahuan gadis itu, Bintang tersenyum tipis melihat kelakuannya.
•✮°───⋆⋅⋅⋆───°✮•
Sepulangnya dari core festival, Ileana langsung membersihkan diri kemudian membaca buku yang ia beli dari Gramedia. Lebih tepatnya, Bintang yang membelikannya.
Bintang terus memaksa dengan alasan dialah yang mengajak. Mau tidak mau, dengan perasaan berat hati Ileana mengiyakan.
Tidak menyangka buku yang mereka beli masih tentang kosmologi. Ileana tidak heran, Bintang pasti butuh referensi untuk memperbaiki mesin waktu yang dia temukan. Itu pasti tidak mudah, bahkan tergolong tidak mungkin.
Ileana mulai membaca dengan teliti dan mencoba memahami buku yang ia baca.
Paralel universe adalah waktu yang berbeda tetapi masih dengan bentuk alam semesta yang sama. Yang membedakan dunia paralel yang satu dengan lainnya adalah takdir/nasib atau hal-hal yang kita lakukan tanpa sengaja menciptakan cabang paralel yang disebut dengan timeline.
Dunia paralel bukanlah terpisah dengan jarak, melainkan waktu.
Ileana menelan ludahnya dengan berat. "Jadi, kemungkinannya .... aku masuk dunia paralel dan bukan mengulang waktu melainkan waktu disini berjalan lebih lambat dari dunia asalku. Dan takdir Ileana disini— sudah mati?" monolognya.
Ileana mulai mempercayai ucapan Raiden tentang kematiannya.(Chapter 14. Remember)
"Berarti Raiden yang katanya mengulang waktu bukanlah Raiden yang sama dengan dimensi asalku?"