Chapter 13 : Kehilangan

526 65 13
                                        

Malam ini salju turun dengan lebatnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Malam ini salju turun dengan lebatnya. Mark bisa melihatnya dari jendela ruang rawat Jaemin. Ia tidak bisa tidur. Kepalanya dipenuhi kekhawatiran. Ia berjalan mendekat pada jendela rumah sakit yang sangat besar. Pemandangan kota yang ditutupi salju putih, temaram lampu jalan yang berwarna kuning, latar langit malam yang tampak tertutup awan mendung tanpa bintang yang terlihat sedikitpun. Mark menggenggam tangannya sendiri. Seperti Jaemin, mendadak ia membenci musim dingin. Musim yang selalu membawa kesulitan bagi salah satu membernya yang berharga.

Terdapat 4 musim. Musim semi yang indah, musim panas yang menyenangkan walaupun suhu udara membuatnya berkeringat, musim gugur dengan daun mapelnya yang cantik, dan musim salju dimana seharusnya pemandangan putih itu sangatlah indah. Tetapi mengapa, lagi-lagi musim dingin seolah memusuhi Jaemin?

Mark menempelkan tangannya pada kaca jendela yang dingin. Ia teringat para member Stray Kids yang masuk ke dalam UGD sebelum dirinya sendiri membawa Jaemin ke ruang rawat. Bangchan sempat mendatanginya hanya untuk mengatakan bahwa Hyunjin berada di ruang persemayaman yang berada di samping rumah sakit.

Mark masih berharap semua ini hanyalah mimpi. Ketika Bangchan datang, ia berharap leader Stray Kids itu akan mengatakan bahwa Hyunjin tiba-tiba terbangun. Tapi melihat betapa sembabnya mata Bangchan, ia tahu harapannya tidak mungkin terjadi. Hyunjin benar-benar telah pergi.

Bunyi tiang infus yang jatuh di belakangnya membuat Mark menoleh dengan cepat. Jaemin baru saja mencabut paksa jarum infus dari tangannya, membuat darah mengalir dari lukanya. Jaemin terlihat berusaha berjalan perlahan sembari memegangi kepalanya. Mark segera menyusul dan menopang Jaemin yang tampak oleng berulangkali.

"Jaemin-ah, mau kemana? Hei, Jaemin," kejar Mark, tetapi Jaemin terus menerus menghempaskan tangannya. Jaemin membuka pintu dan berjalan keluar, nyaris jatuh jika saja Mark tidak menahannya.

"Jaemin-ah, dengarkan aku. Kumohon. Istirahat dulu malam ini. Besok kutemani menemui Hyunjin," tutur Mark berusaha menarik Jaemin kembali ke dalam kamar. Tetapi Jaemin terus mendorongnya ke belakang, sebagai artian bahwa ia menolak. Mark menyerah. Ia berjalan cepat mencegat Jaemin dan memegangi bahu Jaemin dengan kuat. Jaemin tidak sanggup melawan lagi. Ia hanya menunduk.

"Baik. Kuantar sekarang, tapi kita obati dulu tanganmu. Ya Jaemin?" kata Mark akhirnya. Jaemin mengangguk dan Mark merasa sangat lega. Ia membawa Jaemin dalam pelukannya. Sekali lagi, air matanya tidak mampu ia tahan. Ia bisa melihat dari mata Jaemin, betapa hancurnya dia. Ia benci sorot mata itu yang selalu membuatnya merasakan betapa berat beban yang Jaemin pendam sendiri.

Tetapi berbeda dengan Mark yang menangis karenanya, tatapan Jaemin hanya kosong menatap ke depan.

❄️❄️❄️

Jeno memandangi Jaemin yang hanya duduk bersandar di meja terujung dengan tatapan yang terus mengarah pada foto Hyunjin dalam ruangan kecil tempat persemayaman. Jaemin tampak pucat. Ia tahu Jaemin tidak mungkin tidur semalaman. Member Stray Kids berkumpul di sisi terdekat tempat persemayaman, sesekali masuk ke dalam ruangan secara bergantian. Ia melihat setiap wajah member yang dipenuhi air mata.

See You Again Next Winter [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang