Chapter 14 : Menghilang Sejenak

506 58 8
                                        

Ketika tertidur di malam hari, terkadang Jaemin berharap ia tidak akan terbangun keesokan harinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ketika tertidur di malam hari, terkadang Jaemin berharap ia tidak akan terbangun keesokan harinya. Tapi ia selalu bangun diiringi mimpi buruk sebelumnya, suatu hal yang semakin menerornya dari hari ke hari.

Hyunjin pernah datang ke mimpinya. Hyunjin hanya diam. Jaemin yang terkejut menatapnya tanpa mengatakan apapun. Lalu ia terbangun dengan keringat dingin membanjiri wajahnya.

Jaemin masih bungkam. Ia hanya bicara saat diperlukan. Terlalu shock mengubahnya menjadi sosok yang dingin tanpa senyum. Lagi-lagi hanya saat berada di atas panggung ia akan menjadi sosok Jaemin yang ceria. Walaupun kini senyumnya jauh berbeda. Jaemin tahu para penggemar menyadari itu. Tetapi sungguh, Jaemin belum mampu melakukan apapun untuk memperbaikinya.

Beberapa haters masih merundungnya karena penampilan NCT Dream tepat saat berita Hyunjin telah tiada. Agensi sudah meluruskan hal itu, tetapi kita tahu ucapan pembenci sulit dibendung bukan? Setiap kali Jaemin hendak membaca komentar penggemar, member sudah lebih dulu merebut ponselnya. Jaemin sudah cukup hancur, tidak perlu ditambah lagi dengan kata-kata pembenci yang tidak penting sama sekali. Tetapi bukan berarti semua kata-kata negatif itu lolos dari penglihatannya. Terdapat satu kalimat yang terus berputar di kepalanya.

'...kemana dia saat Hyunjin membutuhkannya? Mereka tampak cukup dekat saat berada di acara penghargaan kemarin....'

Kata-kata sederhana, tetapi begitu menyakitkan. Kalimat yang mengingatkannya, bahkan ketika sahabatnya berada dalam titik tersulit dalam hidupnya hingga nekat mengakhiri hidupnya, ia tidak berada di sisinya. Seandainya waktu dapat ia putar kembali. Seandainya saja ia bisa menjawab telepon Hyunjin saat itu, mungkin kisah akhirnya akan berbeda. Suatu penyesalan yang benar-benar meremukkan hatinya.

Mengapa sekali lagi, seorang berharga dalam hidupnya pergi dengan cara yang sangat menyakitinya?

❄️❄️❄️

Jaemin melangkah gontai saat menuju ruang tunggu member Dream suatu acara musik. Ia melangkah di barisan kedua dari belakang. Sosok Felix melambaikan tangan padanya di ujung ruang. Hari ini adalah kali pertama Jaemin melihat salah satu member Stray Kids semenjak kepergian Hyunjin. Mereka sempat membatalkan jadwal beberapa hari sebelum mampu memulai jadwal mereka kembali. Suasana para member masih sangat berduka.

Mark menepuk bahunya dan memajukan dagu, mendukungnya untuk menemui Felix. Dengan sedikit ragu, Jaemin melangkah ke depan menghampiri Felix yang segera merangkulnya. Mereka melangkah ke arah salah satu lobby tamu yang tersedia di ujung ruangan. Terdapat sofa dan sebuah vending machine. Felix membeli dua soda kaleng dan memberikannya satu pada Jaemin. Tetapi Jaemin hanya menggenggam kaleng soda tersebut tanpa niat untuk membukanya.

Felix menyadari bahwa Jaemin semakin kurus. Pipinya tampak jauh lebih tirus dibandingkan saat terakhir kali ia bertemu Jaemin pada hari pemakaman. Felix juga berduka, tetapi ia tahu kejadian ini jauh lebih memberatkan bagi Jaemin. Hyunjin pernah menceritakan kejadian tragis yang menimpa ibu Jaemin padanya, hanya ia yang mengetahuinya. Hyunjin sangat percaya kepadanya bahwa ia tidak akan membeberkan hal tersebut pada orang lain yang tidak perlu mengetahuinya.

See You Again Next Winter [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang