5

202 25 1
                                        

Saat selesai makan Helena pergi ke toilet sambil membawa totebagnya, melihat itu Wilona juga pergi ke toilet. Saat Helena keluar bilik toilet dia dikagetkan dengan Wilona yang berdiri didekat wastafel didepannya.

.
.

" Kenapa kaget? " Tanya Wilona  sambil menatap Helena melalui cermin.

" Karena nggak ada suara pintu terbuka tadi makanya kaget. " Ucap Helena sambil mencuci tangannya.

" Totebagmu bagus juga, boleh liat isinya nggak? Kayaknya barang kamu aesthetic semua. " Ucap Wilona yang membuat Helena sedikit panik.

" Kenapa? Kamu bawa barang berbahayakah sampai tegang begitu wajahnya. " Ucap Wilona sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

" Kakak kalau mau liat silahkan saja. " Ucap Helena sambil menyerahkan totebagnya.

.
.

Wilona cukup lama mengobrak-abrik barang-barang yang ada didalam totebag milik Helena. Tapi saat melihat sesuatu yang ada didalam totebag itu raut wajah Wilona berubah yang membuat Helena semakin panik.

.
.

" Hmm sepertinya kita punya selera yang bagus rupanya. Bahkan warna pistol mainan mu seperti yang aku suka. " Ucap Wilona sambil mengeluarkan pistol itu dari totebag milik Helena.

" Sepertinya warna seperti ini standar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Sepertinya warna seperti ini standar. " Ucap Helena sambil mengeringkan tangannya.

" Tapi tulisan yang ada di pistol ini yang menjadi daya tariknya karena esthetic gitu bukan? " Tanya Wilona sambil memasukan kembali pistol itu.

" Iya. " Ucap Helena sambil mengambil totebagnya.

" Apakah itu hadiah dari kakakmu? " Tanya Wilona sembari mereka berdua keluar dari toilet.

" Kurang tepat, ini hadiah dari orang yang waktu itu bantu aku tapi aku nggak bisa ngasih tau karena itu rahasia. " Ucap Helena.

" Hm? Baiklah aku tak akan memaksa kamu untuk memberi tahu juga. " Ucap Wilona sambil menatap Helena.

" Helena mau mampir kerumah Pratama nggak? Katanya tante dan paman pengen ketemu kamu. " Ucap Dika yang dibalas anggukan oleh Helena.

" Sayang ada yang ingin aku bicarakan sama kamu. " Bisik Wilona yang langsung dibalas anggukan oleh Kevin.

.
.

Mereka pun menuju kediaman Pratama, saat didalam perjalanan Helena sedikit panik ketika melihat pistol yang ada di totebagnya tak ada. Tapi kepanikannya berubah menjadi sebuah kegamuman terhadap kediaman keluarga Pratama.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Terimakasih Telah HadirCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang