32

1.2K 94 13
                                        


Sesampainya di sekolah Sevina dan Amara langsung pergi ke kelas mereka, sedangkan Rayyan dan kedua adik laki-laki nya berjalan menghampiri teman-teman nya yang berada di koridor.

"Tumben kalian telat"heran Rey ketika melihat mereka bertiga menghampiri dirinya dan teman-teman nya.

"Gara-gara nih bocah nih"balas Rayyan menunjuk Biru.

"Apaan kok gue"elak Biru tidak terima.

"Kan emang gara-gara Lo tadi berantem sama papah,jadinya telat"ucap Rendra mendukung Rayyan.

"CK,itu gak sepenuhnya salah gue,salahin aja papah yang ngajak berantem duluan"balas Biru sinis kemudian pergi meninggalkan mereka dengan kesal.

"Lah ngambek?"bingung Rayyan menatap Biru yang meninggalkan mereka.

"Lo sih!,kayak gak tau Biru aja, ngambek kan dia"balas Arlen dengan geleng-geleng kepala.

"Kita susulin aja minta maaf sama dia"usul Rendra.

"Jangan Ren, Biru kalau lagi kesal gak suka ketemu sama orang yang udah bikin dia kesal,biar gue aja sama Elby yang bujuk dia"balas Kelvin yang diangguki Elby.

"Bener tuh, biar gue aja sama Kelvin yang bujuk dia"setuju Elby.

"Yaudah kalo gitu, urusan Biru gue percayain sama Lo berdua"ucap Rayyan kepada Kelvin dan Elby.

"Tenang aja bro, Biru ngambek nya gak bakal lama kok"ucap Zayn dengan menepuk bahu Rayyan pelan.

"Yaudah kalau gitu kita duluan yah,dahh"pamit Kelvin dan Elby melambaikan tangan nya ke arah mereka.


...

Biru memasuki kelasnya dengan wajah yang masam, kemudian dia duduk dan menaruh kepalanya diatas meja dengan tangan yang menjadi tumpuan nya.

Senja yang melihat Biru seperti itu bingung, kemudian pergi menghampiri nya dan menepuk bahu Biru.

"Lo kenapa?"tanya Senja duduk di sebelah Biru.

"Senja yah?"ucap Biru berbakik bertanya tanpa mengubah posisinya.

"Iya,ini gue"balas Senja dengan singkat.

"Lo kenapa?,kayaknya lagi gak mood gitu"heran Senja.

"Gapapa,gue lagi kesel aja sama kedua Abang gue"balas Biru pelan.

"Kesel kenapa?"tanya Senja dengan ekspresi wajah yang penasaran.

"Kita kan telat terus kata Abang gue telat nya gara-gara gue,emang sih tadi gue berantem dulu Sama papah,tapi kan papah yang mulai duluan"terang Biru dengan nada yang sedikit tinggi.

"Duh gue harus gimana yah respon nya,kalo gue dukung Biru dan ikut nyalahin abang-abang nya,ntar dia kesenangan lagi dan ngira nya gue suka sama dia, emang iya sih haha, yaudah deh gue belain Rendra aja lah"batin Senja.

"Kok Lo malah diam sih,?"tanya Biru dengan mendongakkan kepalanya kearah Senja.

"Gimana yah,tapi kalo menurut gue Abang Lo emang bener kalo Lo yang salah,secara gue tau banget Rendra yah, jadi gue tau kalo yang dia ucapkan itu bener hehe"balas Senja dengan cengiran nya.

"Gue kira Lo bakal hibur gue dan belain gue kalo gue emang gak sesalah itu,tapi ternyata..."batin Biru menatap Senja dengan sendu.

"Ahh elo,kalo gitu mah gak usah banyak tanya tadi ke gue"kesal Biru.

"Kalo akhirnya Lo ikut-ikutan belain Abang gue"lanjutnya lagi dengan menatap tajam Senja.

"Aduhhh kan dia jadi marah,mana serem banget lagi"batin Senja dengan bergidik ngeri.

"Yaudah sii maaf"ucap Senja dengan menundukkan kepalanya.

Biru Al Ghifari (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang