Semua orang sudah berada di pemakaman untuk mengantarkan Biru ke peristirahatan terakhirnya, Senja masih menundukkan kepalanya menyaksikan Biru yang sedang dimasukkan ke liang lahat begitu juga dengan yang lainnya mereka tidak sanggup melihat Biru yang sedang dikebumikan.
Setelah selesai menguburkan Biru, Senja memberanikan diri untuk menghampiri dan mendekati gundukan tanah di depan nya.
Dia tersenyum tipis dengan tetesan air mata yang turun dari pipi nya,tangan nya terangkat untuk mengusap batu nisan kekasih nya.
"Sayang!,gimana sekarang kamu udah bahagia kan?,udah gak ngerasain sakit lagi kan?"lirihnya dengan menatap kosong gundukan tanah di depan nya.
"Pastilah! Kamu pasti udah bebas kan?,kan itu udah jadi janji kamu ke aku kalau kamu bakalan sembuh dan gak bakal ngerasain sakit lagi"sambungnya dengan tersenyum tipis.
"A-aku gak bisa bayangin gimana hari-hari aku tanpa kamu,aku belum bisa ikhlasin kamu sepenuh nya,tapi kamu tenang aja karena aku bakal berusaha buat ikhlasin kamu!"lirihnya dengan penuh semangat namun setelahnya,dia terisak lagi dengan histeris sembari memeluk batu nisan kekasih nya.
Amara dan yang lainnya melihat kondisi kacau Senja dengan tatapan iba, kemudian Amara dan Caca beranjak dari sana untuk menghampiri dan menenangkan Senja.
"Sen"panggil mereka dengan lirih sembari mengusap punggung gadis itu.
"Ikhlasin Biru yah?"pinta Amara dengan mengigit bibir bawahnya.
Senja mendongakkan kepalanya menatap Amara dengan sorot mata yang seperti tidak ada kehidupan.
"Gue udah coba buat ikhlasin kak,tapi gue gak bisa"lirihnya dengan pelan.
"Bisa! Lo pasti bisa!, Biru pasti bahagia kalau liat Lo ikhlasin dia,apalagi kalau Lo ngejalanin hidup dengan bahagia dan gak bersedih terus"balas Amara dengan tersenyum simpul.
"Gue bakal hidup bahagia kalau dia terus berada di sisi gue kak"lirih Senja dengan tersenyum getir.
Amara yang mendengar itu tidak mengucapkan apa-apa lagi,lidahnya terasa kelu sehingga dia tidak bisa membalas ucapan Senja.
"Bukan nya Lo dulu bakal bahagia yah? Kalau Biru udah gak ada di dunia ini!"sahut Rendra menatap Senja dengan datar.
Rayyan yang mendengar ucapan tiba-tiba dari Rendra langsung menutup mulut Rendra secara paksa.
"Lo jangan ngomong kayak gitu disituasi kayak gini''bisik Rayyan geram kepada Rendra.
Rendra tidak menanggapi ucapan Rayyan dia hanya menatap Senja dengan tatapan dingin.
Sedangkan Senja yang mendengar itu langsung tersenyum getir.
"Iya! Gue ingat,dulu gue pernah bilang kalau gue bakal bahagia kalau Lo gak ada di dunia ini yah?"lirih Senja dengan tertawa pelan.
"Gue tarik kata-kata itu sekarang,gue gak bahagia kalau Lo gak ada di dunia ini,karena sekarang dunia gue adalah Lo Biru! Kalau Lo gak ada,berarti dunia gue juga gak ada dong?"
"Kalau begitu percuma dong gue ngejalanin hidup juga kalau dunia gue aja udah gak ada"
"Apa gue susul Lo aja yah?"lirih Senja menatap gundukan tanah di depan nya dengan tersenyum tipis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Biru Al Ghifari (END)
Cerita Pendekhanya sebuah kisah cinta dari seorang Biru Al Ghifari,yang menyukai seorang gadis dan ternyata gadis yang ia sukai malah menyukai Rendra,Abang dari Biru sendiri. apakah Biru akan menyerah?, atau akan tetap memperjuangkan gadis yang ia sukai? dan ap...
