29.

1.1K 90 6
                                        


Sudah 2 Minggu ini Biru menjauhi Senja,namun itu tidak membuat Senja membencinya,kini Biru melihat Senja yang melamun di mejanya dengan wajah yang sedikit pucat.

tadi Biru mendapatkan pesan dari Zaky,bahwa Senja tidak makan dari rumah hanya gara-gara galau karena Biru masih menjauhi nya.

Biru khawatir mendengar itu,dia ingin menghampiri Senja dan menawarinya makan,namun dia terlalu gengsi untuk melakukan itu.

"Duh gue harus gimana yah?"batinnya bingung.

Karena rasa khawatir nya yang terus-menerus mengganggunya, akhirnya dengan penuh keberanian dia menghampiri Senja dengan membawa kotak makanan yang dia bawa tadi.

"Nih dimakan!,lo kan punya magh ,jangan nyiksa diri Lo kayak gini hanya gara-gara gue"ucap Biru seraya memberikan sekotak makanan kepada Senja dengan ekspresi datarnya.

"Kenapa Lo peduli sama gue?, bukannya Lo udah gak cinta sama gue?"balas Senja dengan menatap tajam kepada Biru.

"Gak usah bahas itu, gue peduli sama Lo,cuma gue gak mau Lo sakit aja gara-gara gue"ucap Biru dengan meletakan kotak makanan nya di depan Senja, kemudian pergi dari sana.

"Kenapa Lo buat gue bingung kayak gini?"batin Senja dengan menatap kepergian Biru.

Vio yang melihat Biru peduli kepada Senja pun menjadi heran, kemudian dia menghampiri Biru untuk meminta penjelasan dari maksud dia yang menarik ulur Senja.

"Lo kenapa sih?katanya Lo udah gak cinta sama Senja,tapi kenapa Lo masih peduli sama dia"ucap Vio seraya menghampiri Biru kemudian menggebrak meja Biru.

"Bukan urusan Lo"balas Biru dengan singkat.

"Jelas ini urusan gue lah, Senja itu sahabat gue dan dengan Lo beri dia perhatian kayak tadi,itu sama aja Lo ngasih harapan ke dia"kesal Vio dengan menatap tajam manik mata Biru.

"Ini beneran si Vio,gilaa dewasa banget sahabat gue sekarang"batin Caca menatap kagum kearah Vio.

Biru tidak membalas ucapan Vio,dia hanya berpura-pura sibuk dengan handphone nya saja,karena dia malas untuk meladeni wanita dihapan nya ini.

Vio yang melihat itu menarik nafasnya dalam-dalam dan bersiap untuk memukul wajah Biru karena kesal,namun dia tahan.

"Udahlah biarin dia aja, lebih baik kita temenin Senja"ucap Caca dengan menarik tangan Vio pelan.

...

•skip istirahat.

Biru dan teman-teman nya sedang berada di kantin untuk mengisi perut mereka yang lapar,saat mereka sedang menyantap makanan nya, Arlen tiba-tiba saja memanggil Biru dengan wajah yang serius m

"Biru"panggil Arlen kepada Biru.

"Kata ayah nanti jadwal Lo buat k-"Arlen tidak melanjutkan ucapannya ketika menyadari bahwa dia hampir keceplosan di depan teman-teman nya.

"Kenapa bang?"bingung Biru menatap Arlen dengan menyerngitkan dahinya.

"Ahhh enggak,gak jadi"balas Arlen dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Gajelas Lo"ucap Biru malas,seraya memasukan makanan kedalam mulutnya.

"Tadi gue hampir ituuu"terang Arlen kepada Biru dengan mengkedipkan sebelah matanya.

"Hampir apa?"bingung Biru yang masih belum mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Abang sepupunya itu.

"Keceplosan mungkin"bisik Rendra mepada Biru ketika membaca gerak gerik Arlen yang aneh.

Biru Al Ghifari (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang