IX (M-)

3.4K 187 31
                                        

|Attention|
















No edit

No edit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.







Pagi ini Ruka dan Pharita sudah bersiap-siap untuk pergi ke pantai sebelum keburu panas nanti. Dengan menggunakan motor Yoshi karena sepupunya itu libur kuliah, mereka berangkat setelah berpamitan dengan bu dhe dan Yoshi.

Sedangkan Jisoo, Jennie dan Jojo? Mereka pagi pagi sekali sudah pergi ke Solo ke tempat orang tua Jennie. Ya, istri Jisoo itu adalah putri Solo alias orang Solo asli dan mereka berangkat meminjam mobil milik Yoshi juga yang jarang di pakai.

Sekitar 2 jam Ruka mengendarai motor Aerox itu dan akhirnya mereka sampai di pantai Slili pantai tujuan mereka kali ini, karena di sana tidak hanya ada 1 pantai tetapi ada 3 pantai dan pantai Slili adalah pantai yang berada di tengah-tengah pantai Krakal dan pantai Sadranan.

Sesampainya di sana mereka berdua langsung berjalan ke bibir pantai dengan bergandengan tangan.

"Lepas aja yang sepatunya nanti kemasukan pasir" Suruh Ruka melepas sepatunya sendiri.

"Tolong dong lepasin aku nggak bisa kan ada baby" Pinta Pharita sambil mengelus perutnya yang sekarang membuatnya susah menunduk bahkan menyentuh lututnya nya sendiri tidak bisa.

Ruka berjongkok lalu melepaskan sepatu Pharita dan membawanya dua pasang sepatu di tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menggandeng tangan istrinya.

Suasana di pantai belum terlalu ramai dan angin pagi membuat mereka sangat menikmati suasana pantai, di tambah sinar matahari yang belum terlalu terik.

"Wah bagus banget pantainya" Seru Pharita girang melihat pemandangan pantai Slili yang indah itu.

"Iya indah banget ciptaan Tuhan ini" Sahut Ruka tapi matanya bukan menatap pantai tapi malah menatap wajah samping Pharita yang sedang tersenyum memandangi pantai.

"Iya ka–" Pharita menghentikan ucapannya saat melihat ke samping, dimana Ruka ternyata sedang menatap wajahnya.

"Kenapa? Ada sesuatu di wajah aku?" Tanya Pharita sambil menyentuh wajahnya.

Ruka mengangguk lalu menyelipkan rambut Pharita yang berterbangan ke telinga,"Ada.....ada kecantikan di wajah kamu yang bikin aku setiap hari selalu merasa beruntung dan bersyukur bisa dapatin perempuan secantik kamu"

Wajah Pharita langsung bersemu merah dan memukul pelan lengan Ruka,

"Apa sih gombal mulu kamu tuh" Ucap Pharita menahan senyumnya.

Ruka mengerutkan alisnya tidak terima di bilang gombal lalu mencubit hidung Pharita gemas.

"Aku tuh nggak lagi gombal ya sayang aku serius sama ucapan aku,  aku beneran beruntung bisa punya istri kayak kamu yang menerima aku apa adanya. Ya walaupun awalnya kita menikah karena kecelakaan, tapi akhirnya kita saling tau kan perasaan masing-masing," Ucap Ruka sambil tangannya bergerak mengusap pipi kiri Pharita.

Young MarriageTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang