"Dimakan ya!"
Seisi meja panjang itu bertukar pandang. Tumben-tumbenan Regy berbagi roti. Bukannya Regy tidak pernah berbagi apa-apa, tapi ini cuma roti. Potongan roti, pula, yang disimpan di kotak makanan biasa.
Kata kuncinya adalah biasa.
Semua yang ada di meja itu tahu kalau Regy bagi-bagi makanan, selalu memikirkan vendor, rasa, hingga tampilan kotaknya. Seperti saat Natal kemarin, Regy membagikan hampers biskuit dari bakery sebuah hotel bintang 5 ternama, disimpan dalam toples bening cantik, lengkap dengan pita emas dan kartu ucapan. Bahkan Kylo dan Sora dapat lengkap dengan pohon Natalnya. Extraordinary deh.
Tapi kali ini membuat semua orang bertanya-tanya. Beneran dari Regy?
"Tunggu, tunggu!" Wino mencegah semua orang memakan roti mereka, menyadari bentuk potongan yang aneh. "Pinjem bentar."
Wino mengumpulkan semua potongan roti dan menyusunnya bak puzzle. Ketika selesai, seisi meja tercengang.
"Buaya?" Sarah sampai berdiri untuk memastikan bentuk utuh roti itu.
"Tapi buntutnya mana?" Willy menunjuk ekor roti buaya yang hilang setengah.
"Dimakan Kylo."
"Kenapa—roti buaya? Siapa yang kawin?" Sheila bergabung dengan kebingungan mereka.
"Lamaran."
"Siapa yang lamaran?" Sheila mengoreksi pertanyaannya barusan.
"Gue habis dilamar."
Ucapan jujur Regy berbuah tawa seisi meja. Semua mengira Regy bergurau.
"Emangnya siapa yang berani ngelamar lo while emak lo kayak macan gitu?" Sarah menyergah penasaran.
Penampilan Dahlia di seminar motivasi tempo hari sudah melekatkan image tersendiri di kepala anak-anak Navia. Minimal membuat cewek-cewek yang bermimpi jadi menantu Dahlia untuk berpikir seratus kali—
—bukannya malah maju bawa roti buaya!
"Ada aja sih yang nekad."
Sambil menjawab, pandangan Regy bergulir pada Sora yang baru bergabung. Bagi Regy, tak ada yang lebih lucu dari perubahan ekspresi Sora menyaksikan roti buaya yang sudah dimutilasi disusun kembali di tengah-tengah meja.
Mata Sora melotot, napasnya tersangkut. "Buaya 3 juta—"
Cuma Regy yang paham apa yang Sora bisikkan barusan. Regy harus mengunci rahangnya rapat-rapat karena Sora sudah menghunuskan tatapan membunuhnya lebih dulu.
Tanpa menyadari interaksi tersirat antara Sora dan Regy, Sarah asyik mengunyah roti bagiannya. "Gue sekarang udah nggak bisa bedain mana omongannya Regy yang bercanda, mana yang serius."
"He'eh!" Myra mengiyakan, membagi dua rotinya dengan Sheila. "Kayak dulu kita pernah nanya weekend ke mana. Dia bilang mau ngambil kamera di rumah temennya. Ternyata rumah temennya di Osaka, ya Allah! Gue kira di Condet!"
Sheila menambahkan daftar dosa kemewahan Regy. "Waktu itu juga, pas kita mau ngajak dia makan bakso, dia bilang lagi jahit baju. Jahit bajunya di Italia! Itu juga gara-gara akun Google-nya masih konek di laptop Kylo trus Kylo iseng buka history Google Map-nya."
"Sengaja lupa di-log out kali," ledek Wino.
"Kalau itu elo, gue percaya—sengaja lupa log out biar pamer! Tapi ini Regyanta 'anak Mama Dahlia' Ramuna!" Sarah menepis ledekan Wino.
"Tapi gue nggak bohong kan?" Regy bisa-bisanya mencoba membela diri saat semua orang memojokkannya.
"Enggak bohong sih—"
KAMU SEDANG MEMBACA
Under My Sky
Dla nastolatkówKelakuan Sora yang kadang di luar nalar bikin Kylo, adiknya, pusing. Mana tahun ini mereka sekelas pula! Sora jadi nggak perlu jauh-jauh untuk ngejitak kepala Kylo. Diam-diam Fael dan Regy, sahabat Kylo, malah naksir sama kakaknya yang gila itu! Nov...
