Kelas Sora bukanlah satu-satunya yang suka bikin ulah. Adalah The Vikings, para atlet SMA Navia—yang selalu membuat panitia kejuaraan olahraga migrain setiap kali mereka semua berkumpul macam ormas.
Kalau mau menakar seberapa parah tingkat keonaran yang akan mereka timbulkan, bayangkan saja kelakuan iseng anak-anak XIA4 ditambah 'nyali' dikali 'adrenalin'. Mental yang setiap hari digembleng tanpa ampun plus tekanan dari target medali membuat para Vikings tidak takut pada apa pun. Pada dasarnya mereka bukan anak-anak nakal. Namun, sekali ada yang cari masalah, mereka akan menyeret masalah itu semakin menjauhi titik penyelesaian hanya demi hiburan mereka semata.
"Are you planning to destroy Azzura Phi?" Fael berbisik tanya pada Kylo.
Dari tadi Fael menatap cemas pada kelompok Vikings yang akan bertanding di Azzura Phi untuk Orion Olympics nanti. Yang terkacau dari yang paling kacau. Sekarang saja tim cheerleader sedang menirukan tari kuda lumping dan nyaris mengunyah beling pecahan bohlam lampu di dekat lemari. Untung refleks, Fael sigap menarik kerah seragam mereka sebelum fatal.
Seberkas seringai tipis Kylo sunggingkan asimetris di sudut bibirnya. Tuh, kan benar? Sulit bagi Fael untuk tidak curiga kalau Kylo tidak melakukannya secara sengaja. Dari dulu Kylo ingin menyingkirkan mereka semua dari pandangannya—termasuk kakaknya sendiri.
Kylo memang memberikan hak mengelola pertandingan anggar pada Dendra, namun sekaligus paket rombongan sirkus celaka itu. Apakah Dendra tahu seberapa besar masalah yang harus ia urusi di hari H nanti?
Semakin hari sahabatnya itu semakin licik saja—membuat Fael benar-benar khawatir. "Lo tiap Minggu ke Gereja, kan?"
Kylo memutar kedua bola matanya, tahu kenapa Fael sedang mempertanyakan imannya. "Gerejalah! Lagian lo mau ngurusin mereka semua selama selama Orion Olympics? Guru BK yang ditugasi Kepala Sekolah buat ngawasin mereka di Azzura Phi aja ambil cuti di hari H. Harusnya lo makasih karena gue buang mereka ke Azzura Phi."
"Kasian Dendra—"
Mata Kylo membulat. "Lo nggak kasihan sama gue?"
Pintu aula gymnasium terbuka, Sora celingukan di pintu mencoba membaca situasi. Dagu Kylo mengedik ke arah barisan di paling ujung kiri, memberi isyarat pada Sora di mana ia seharusnya duduk. Sejenak kecemasan Fael berpindah pada Sora. Kasihan Sora jadi satu-satunya yang waras dan harus mengurusi mereka, pikir Fael.
Namun Fael langsung menarik kekhawatirannya kembali.
"SORAAA!" seru kelompok barisan itu menyapa.
"ORANG-ORANG GILAAA!" balas Sora menyapa sambil berlari menghampiri mereka.
Yah... Kalau begini sih Sora lebih kelihatan sebagai kepala suku mereka.
"Ayo, semuanya duduk berdasarkan venue!" Kylo berseru lewat mikrofon, karena ia tahu bicara dengan nada biasa saja tidak akan mempan. Dan nada itu dengan cepatnya tereskalasi setelah tak ada yang menggubris. "DUDUK, WOY!" bentak Kylo jengkel.
"Ketua OSIS kesabarannya setipis tisu, atlet-atletnya nggak bisa diatur. Mantep dah," Sarah bergumam sambil menghirup inhaler warna biru toska oleh-oleh dari Sheila yang baru pulang liburan dari Bangkok.
"Tapi ini mending, nggak sih? Mereka masih respect lho sama Kylo," Oline, Sekretaris 2 OSIS, mengakui hal itu.
Sarah mengangguk. "Iya sih. Daripada tahun lalu?"
Ucapan Sarah membuat sebaris pengurus OSIS melirik ke arah Fael. Fael menatap balik semua orang dengan kening menekuk, tak mengikuti arah pembicaraan mereka.
Tahun lalu, Eric—Ketua OSIS Navia sebelumnya—dianggap terlalu bossy dan menyebalkan oleh para Vikings. Puncaknya adalah ketika Eric mengata-ngatai kekalahan tim basket Navia dari Litarda di salah satu ajang basket bergengsi. Kala itu memang kaki Fael dalam kondisi cedera. Namun parahnya, Eric melakukannya di hadapan umum. Entah mau show off kekuasaannya atau bagaimana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Under My Sky
Novela JuvenilIni bukan sekadar kisah anak SMA. Ini adalah perjalanan tentang berdamai dengan luka masa lalu, bangkit dari titik terendah, dan belajar membuka hati untuk percaya kembali. Tentang kehangatan yang lahir dari persahabatan, serta keberanian untuk mene...
