"Duh, Si Kinan gimana ya?"
Sora khawatir karena Regy dan Kinan tak kunjung kembali dari klinik. Kuah bakso di mangkoknya sampai dingin karena nafsu makan Sora menguap. Ia juga menatap 6 lembar voucher makan hadiah menang pertandingan tadi dengan penuh kebencian. Gara-gara voucher ini Sora jadi menghajar orang dengan bola karet membabi-buta.
5 menit kemudian Kinan memasuki kantin ditemani Regy. Sora tak tega melihat gadis itu menempelkan kompres dingin di bagian wajahnya yang cedera karena lemparan bola Sora. Tangan Regy merangkul bahu pacarnya, senantiasa menjaga keselamatan gadis itu.
Anak-anak X2 berebutan menghampiri, menanyakan keadaan Kinan. Tak sedikit juga yang melirik ke arah Sora lalu berbisik.
"Sora, it's just a game. Nasib sial dia harus ngelawan lo."
Sora paham Trias mencoba menghibur. Namun, hanya Sora yang tahu lemparan itu sengaja terarah ke wajah Kinan dan isi kepalanya sedang tidak beres saat itu terjadi.
Sebagai orang yang bertanggung jawab, Sora memberanikan diri untuk bangkit dari duduknya dan menghampiri meja Kinan. Kinan terkejut melihat Sora. Ada seberkas trauma di mata gadis itu. Cengkeraman tangan Kinan semakin erat di lengan seragam Regy. Membuat Sora semakin merasa bersalah.
"Kinan, aku mau minta maaf ya. Aku bener-bener kelepasan tadi."
Kinan memaksa senyum. "Nggak apa-apa, Kak. Namanya juga pertandingan." Kemudian gadis itu meringis lagi saat kompres berpindah ke titik cedera lainnya.
"Kalau kamu perlu berobat lebih lanjut—"
"Nggak kok, Kak. Katanya beberapa hari lagi sembuh kok. Nggak sampai memar, bahkan."
Sora menduga Kinan sedang mencoba mengusirnya dari meja itu. Regy yang juga bungkam seribu bahasa membuat Sora serasa diasingkan.
Sebuah tangan tiba-tiba menyentuh bahu Sora. Ternyata tangan Fael. "Mau makan apa? Lo pasti capek banget."
Detik itu juga Sora hampir meneteskan air mata haru. Cuma Fael yang mengkhawatirkan keadaannya di saat semua orang berfokus pada Kinan.
"Gue udah pesen bakso tadi," ujar Sora, susah payah menjaga suaranya agar tidak bergetar.
"Yang tadi di meja itu?"
Fael menunjuk ke meja Sora sebelumnya. Hilang! Hanya ada gelas minuman.
"Lah? Bakso gue mana?"
"Udah diangkat sama Masnya. Pesen lagi atau mau yang lain?"
Tanpa menunggu jawaban Sora, Fael meraih tangan Sora dan mengajaknya meninggalkan meja Kinan dan Regy untuk memesan makanan. Setelah berkeliling satu putaran, Sora kembali dengan sepotong sandwich dan susu coklat. Ditraktir Fael, tentu saja.
"...Dendra_al. Cari aja akunnya di Instagram."
Ya ampun.
"Dendra lagi, Dendra lagi!"
Sora jengkel mendengar nama mantannya masih juga disebut-sebut.
"Ih, ketemu!" Sheila bersemangat karena akun Dendra tidak dikunci. Jadi dia bisa melihat semua Instagram post cowok itu.
Sora komat-kamit berdoa tidak ada yang mencurigakan. Tapi dasar bibit detektif, Sheila berhasil menarik sebuah benang merah.
"Mereka putus kapan?" tanya Sheila seakan Sora tidak ada di sana.
"Tahun lalu bulan Oktober."
Sora menoleh kaget. Bagaimana Myra tahu? Sadar dipelototi Sora, Myra menyeringai penuh kemenangan. Kalau begini, Sora bisa mati penasaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Under My Sky
Novela JuvenilIni bukan sekadar kisah anak SMA. Ini adalah perjalanan tentang berdamai dengan luka masa lalu, bangkit dari titik terendah, dan belajar membuka hati untuk percaya kembali. Tentang kehangatan yang lahir dari persahabatan, serta keberanian untuk mene...
