Jangan lupa vote dan tolong berikan komentar agar author lebih semangat menyelesaikan ceritanya.
Cerita ini adalah fiksi dan bijaklah dalam memilih bacaan.
Young Adult/ Adult Story
°°°°°°
Jon terlihat tenang, melihat dari tempatnya sambil menghisap gulungan nikotin yang terapit di tangannya. Orang-orang berpakaian hitam itu mengelilingi sebuah liang dimana satu peti baru saja dimasukkan.
Jon membuang puntung rokoknya yang tinggal setengah, lalu menginjaknya. Dari arah gerombolan itu, seorang anak berambut pirang berlari kecil. Dug! Lalu jatuh karena tersandung.
Jon melangkah cukup cepat dan menghampiri anak laki-laki itu.
"Are you okay?" tanya Jon yang sudah berjongkok di depannya.
Anak laki-laki itu mengangguk. Bangkit dan membersihkan lututnya dari tanah makam.
"Kau teman ayahku?" tanyanya pada Jon.
Jon tersenyum kecil. "Bisa dibilang begitu," kata Jon.
"Kenapa tidak ke sana dan berdoa? Apa yang kau lakukan di sini sendiri?"
"Aku?" Jon tersenyum lebar, sebuah senyuman yang berarti. "Melihat saja sudah cukup. Doa tidak perlu dari dekat. Tuhan Maha Mendengar."
Jon mengusap bahu anak laki-laki itu, tersenyum menatapnya. "Kau sedih?"
Anak itu mengangguk. "Tapi kata Mama aku harus kuat. Aku harus menjaga Mama. Aku sudah berjanji pada Papa akan menjaganya. Janji adalah janji dan harus ditepati. Aku harus menjadi kuat untuk menjaga Mama, jadi aku tidak boleh sedih atau menangis."
"Boy. Sedih atau menangis bukan tanda kau lemah, tapi tanda bahwa kau adalah manusia. Tidak papa, jika kau ingin menangis."
"Apakah kau menangis juga?" Anak itu bertanya.
"Tentu. Aku menangis saat duduk di samping makam kedua orang tuaku. Mereka meninggal saat aku seusiamu."
"Benarkah? Uh, kau pasti sedih juga."
Jon terkekeh. "Benar. Kau tau pasti perasaanku. Bahkan mungkin aku lebih hancur darimu."
Jon mengangkat tangannya, mengusap rambut pirang anak laki-laki itu.
"Jadilah anak yang baik. Ayahmu juga ayah yang baik. Dia sangat jujur dan penyayang. Dia juga sangat setia. Dia menyayangimu dan mamamu. Jadi, jadilah kebanggaan agar dia sedikit tenang."
—setidaknya meski dia di neraka.
Anak laki-laki itu mengangguk.
"Kembalilah lalu peluk mamamu. Kau adalah kekuatannya sekarang."
Anak laki-laki itu hanya tersenyum sebelum berbalik dan berlari kembali menuju kerumunan orang berpakaian hitam. Jon bangkit dan membenarkan jasnya. Tersenyum kecil sebelum berbalik menuju mobil yang sudah menunggunya.
Verzha membukakan pintu untuk Jon. Pria itu masuk dan langsung mengangkat tabletnya. Jon tersenyum semakin lebar saat melihat internet.
Edeen Korz, Milyarder Muda Meninggal Dalam Kecelakaan Tunggal.
Alami Rem Blong, Korz dari The King Company Meninggal Dunia dalam Kecelakaan
Sedang Terseret Isu Perselingkuhan dan Pelecehan S*ual, Edeen Korz Diduga Mengakhiri Hidupnya Sendiri
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wolf Bride [END]
Fanfiction[18+] Nayeon and Jungkook as main characters visual Nayara dijual ayah tirinya sendiri. Ini adalah awal yang membuatnya bertemu Jonathan, seorang pebisnis yang namanya niak daun karena masuk majalah Forbes belakangan ini. Rupanya tampan, matanya taj...
![The Wolf Bride [END]](https://img.wattpad.com/cover/369098655-64-k1137.jpg)