56. Final Chapter

347 23 0
                                        

All characters and story belong to author Cactusnrj.

Kindly leave your vote and comment.

‼️Be wise, young adult (18+) story‼️

©2024

***

Pandangan Jonathan tak lepas dari punggung wanita yang sibuk berkutat dengan barang-barangnya. Sejak bangun dari tidur yang lumayan panjang kemarin, wanita itu di sisinya. Sesekali pergi untuk mengurus Leon yang juga sedang sakit.

Jonathan menghela nafas entah untuk yang keberapa kali dalam kurun satu jam ini. Ada banyak pelayan, tapi istrinya itu, Nayara memilih melakukan semuanya sendiri.

Nayara mendekat, duduk di tepi ranjang dan tanpa banyak bicara melepas kemeja putih yang melekat pada tubuh Jonathan.

Jon menatapnya saja lamat-lamat. Mereka memang tak banyak bicara sejak kemarin. Jon mencoba mengerti bagaimana perasaan wanita itu. Dia mungkin merasa marah, kesal, juga sedih. Meski hari berat sudah berlalu. Meski Ken, Morgan, Margaret, dan Majia sudah tiada dan tak mungkin kembali lagi, tetapi sebelum itu Jon sudah banyak melukai Nayara dan itu membawa beban tersendiri baik bagi Jonathan atau Nayara.

Nayara dengan telaten mengobati luka-luka Jonathan. Di dada, perut, punggung, lengan, dan wajahnya. Pertarungan kemarin menyisakan luka cakaran dan lebam yang cukup banyak. Nayara sampai ngeri sendiri, tapi mengingat Jonathan adalah manusia serigala, luka itu tidak terlalu berarti. Setidaknya, Nayara mempercayai ucapan Nyonya Rosetta yang itu.

"Nay."

Pada akhirnya Jonathan yang mengalah. Dia membuka suara, memanggil istrinya yang nampak masih enggan bicara.

"Kau... jika ingin marah, tolong luapkan saja. Jangan diam seperti ini." Jon menarik nafas dalam, lalu menghembuskanya perlahan. "Aku tidak tau harus bagaimana meminta maaf padamu. Aku tau aku salah."

Nayara enggan merespon. Setelah mengancingkan kemeja Jonathan, wanita itu bangkit. Namun, Jon tentu tidak akan membiarkannya. Dia menarik lengan Nayara hingga wanita itu jatuh dan duduk kembali.

"Kau tidak mendengarku?" ucap Jonathan dengan nada sedikit lebih tegas. Tatapan matanya menjadi lebih tajam dengan rahang yang sedikit mengeras. Melihat itu Nayara mengepalkan tangan.

"Lepaskan aku," kata Nayara sambil menarik tangannya. Namun, Jon semakin erat menggenggam pergelangan tangan Nayara.

"Tidak sebelum kita menyelesaikan semuanya sekarang. Aku sudah bersabar."

"Apa yang ingin kau katakan, Jonathan?" ketus Nayara sembari mencoba, masih berusaha melepaskan cengkraman Jonathan di tangannya.

"Aku minta maaf," ucap Jonathan. "Untuk semuanya," lanjutnya.

"Tolong dengarkan aku, sebentar saja." Kali ini perkataan Jonathan terdengar seperti sebuah permohonan. Tatapannya melunak, tetapi tidak dengan genggamannya.

Nayara tak punya pilihan. Semakin dia melawan Jon akan semakin memaksa. Jika ada yang lupa, Jonathan adalah sosok pria pemaksa.

"Aku tau aku salah. Tapi demi Tuhan, aku tidak ada niatan untuk benar-benar berpisah darimu waktu itu. Tidak ada niatan untuk menyakitimu, Nayara Emilly."

Jon menjeda kalimatnya. Dia mulai merenggangkan pegangan pada pergelangan tangan Nayara, memindahkan tangannya untuk menggenggam telapak tangan Nayara yang dingin.

"Hari itu, aku memang berpikir... Mungkin, mungkin saja jika kau bersama Min Suga itu, atau tidak bersamaku, kau tidak perlu menderita. Kau tidak perlu melihat mayat-mayat itu. Terlebih lagi..." Jon menelan saliva, memberi jeda lagi sebelum membuka mulutnya. "Aku memiliki anak dengan wanita lain sebelum pernikahan kita."

The Wolf Bride [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang