Nayara merasakan kepalanya yang berat. Saat dia membuka mata, perlahan semakin jelas dia bisa melihat dirinya ada di mana. Sebuah ruangan dengan aroma obat yang pekat. Di tangannya terasa ada yang menancap dan mengganjal.
"Nona? Nona sudah sadar? Oh, syukurlah."
Suara yang familiar, Nayara mengenalinya. Dia menoleh dan mendapati Clara yang antusias menyambut bangunnya.
"Clara?" lirih Nayara.
Clara menggenggam tangan Nayara. Menatap wanita itu dengan wajah lega.
"Syukurlah Nona bangun. Sudah lebih dari sehari Nona tidak sadar. Aku sangat khawatir," kata Clara.
Nayara tersenyum tipis. "Terima kasih," kayanya.
"Bisa berikan aku air? Aku haus."
Mendengar permintaan Nayara, Clara buru-buru mengambil sebotol air. Beruntungnya kemarin Verzha datang dan membawakan air dan makanan untuk Nayara.
Clara membantu Nayara bangkit, memindahkan posisi bantal dari horizontal menjadi vertikal agar bisa dijadikan sandaran Nayara.
"Nona. Kau tau? Kami semua sangat khawatir. Apa yang terjadi padamu? Apa yang dilakukan Tuan Jon padamu, Nona?"
Nayara terdiam sejenak ketika mendengar pertanyaan Clara. Otaknya memutar kembali apa yang terjadi sebelum dia hilang kesadaran.
Jonathan menciumnya, membawanya kembali pada malam itu. Ya, Nayara yakin bahwa itu yang membuatnya berakhir di sini.
"Bukan apa-apa," kata Nayara sambil tersenyum dan memainkan ujung botol air mineral di tangannya.
"Nona tau tidak? Untuk pertama kali aku melihat Tuan Jonathan terlihat panik. Biasanya Tuan Jon sangat tenang atau akan terlihat marah. Aku hanya tau dia ekspresi itu saja yang dia punya. Tapi kemarin aku lihat dia menggendong Nona dengan wajah panik. Dia terus memeluk Nona. Dia sangat khawatir. Tuan Ver juga bilang, ini pertama kalinya Tuan Jon khawatir pada seseorang, terutama seorang wanita. Saat sampai di rumah sakit dia mengacau. Dia membentak para tenaga medis agar menangani Nona segera. Uh, aku benar-benar tidak menyangka Tuan Jon bisa begitu."
Penjelasan panjang lebar Clara membuat Nayara mengernyit heran. Maksudnya Jonathan khawatir padanya hanya karena tiba-tiba tidak sadarkan diri? Nayara jadi penasaran seperti apa wajah Jon saat khawatir.
"Oh ibuku," kata Nayara sesaat setelah beberapa puluh detik terdiam.
"Nona. Jangan khawatir. Ibu Nona tidak tau kondisi Nona. Yang dia tau, Nona sedang menyiapkan pernikahan. Bibi Aya sudah datang dan menggantikan tugas Nona sementara. Sekarang Nona istirahat saja. Aku akan menghubungi Tuan Jon," kata Clara.
"Tapi-"
"Nona lihatlah kau diinfus. Kau juga terlihat pucat. Jika Nona mendatangi ibu Nona sekarang, dia akan langsung tau Nona tidak baik-baik saja."
Nayara kembali diam. Kali ini membenarkan ucapan Clara. Jadi, dia memutuskan istirahat saja. Tubuhnya juga masih lemas. Mungkin besok dia akan baik-baik saja.
***
Jonathan harus lembur karena beberapa pekerjaan yang sempat tertunda. Satu jam lalu dia mendapatkan kabar jika Nayara sudah siuman. Gejolak hatinya ingin segera datang dan melihat kondisinya. Namun, dia yakin Nayara baik-baik saja. Jadi, Jon memilih lebih fokus pada pekerjaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wolf Bride [END]
Fanfiction[18+] Nayeon and Jungkook as main characters visual Nayara dijual ayah tirinya sendiri. Ini adalah awal yang membuatnya bertemu Jonathan, seorang pebisnis yang namanya niak daun karena masuk majalah Forbes belakangan ini. Rupanya tampan, matanya taj...
![The Wolf Bride [END]](https://img.wattpad.com/cover/369098655-64-k1137.jpg)