38. Possesive Man

361 26 6
                                        

Jangan lupa vote dan tolong berikan komentar agar author lebih semangat menyelesaikan ceritanya.

Cerita ini adalah fiksi dan bijaklah dalam memilih bacaan.

Be Wise, Young Adult Story [18+]

Bisa jadi mengandung adegan atau percakapan yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

°°^°°

Sejak awal Jonathan memang tertarik dengan Nayara yang berani. Kepribadian yang unik dan berprinsip. Kemudian, pria itu tertarik dengan tubuhnya. Jon tidak munafik, sebagai pria yang merupakan makhluk visual, kecantikan Nayara juga kenikmatan tubuhnya benar-benar membuat Jon jatuh cinta.

Jon akui itu salah. Jatuh cinta pada sesuatu yang tidak abadi. Sama seperti keteguhan Nayara yang perlahan terkikis karena mulai tertarik dengan Jonathan, wajah yang mungkin kendur saat menua, atau kenikmatan berhubungan yang mungkin berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Namun, Jon memilih untuk setia seperti janjinya sebagai seorang serigala.

Jon tersenyum kecil melihat Nayara yang menikmati es krimnya. Seperti anak kecil saja, batin Jon.

Diperhatikan gerakan lidah dan bibir istrinya. Ah, sial, Jon memang mesum seperti kata Nayara. Memang nama itu harus jadi nama tengahnya sepertinya. Melihat itu saja sudah membuat otak Jon traveling kemana-mana.

Jon berdehem lalu membuang muka. Sangat tidak pantas dia berpikir hal yang macam-macam apalagi soal istrinya-tunggu, sejak kapan Jon berpikir begini? Bahkan dulu dia sering ke club malam hanya untuk melihat lekuk tubuh lawan jenis dan berfantasi atau berakhir tidur dengan mereka. Tapi ini...

"Jon." Nayara memanggil.

"Hmm?" Jon menjawab dengan deheman.

"Es krim mu mencair. Jika tidak dimakan berikan padaku," kata Nayara.

Jon menatap es krim di tangannya yang memang sudah meleleh sampai membasahi tangannya. Pria itu tersenyum saja kemudian menyodorkan es krim vanilla miliknya pada Nayara.

"Untukku?" tanya Nayara memastikan.

Jon mengangguk. Nayara langsung mengambilnya, tersenyum begitu cerah karena kini telah memegang dua es krim di tangannya.

"Bulan depan kita ke Hawaii, ya? Aku punya tiga cuti yang belum diambil. Kita bisa pergi di hari Kamis dan kembali di hari Minggu. Bagaimana?"

Nayara menatap suaminya. "Hawaii? Kenapa tiba-tiba Hawaii?"

"Kau ingat saat aku mengajakmu ke Macau kemarin? Aku bilang kita akan honeymoon lain waktu. Aku rasa ini saatnya. Kau tau maksudku, kan? Aku rasa hubungan kita sedikit lebih baik. Kita-maksudnya aku sudah mulai terbuka padamu. Kau juga sudah mengerti kewajibamu untuk melayaniku di ranjang. Aku pikir, tidak masalah jika kita mencari suasana baru untuk bersenang-senang," jelas Jonathan.

Nayara memicingkan mata, tak suka menatap suaminya. Dia tau apa yang dimaksud bersenang-senang oleh Jon itu.

"Kau sendiri yang bersenang-senang, aku tidak," celetuk Nayara.

"Kau tidak menikmatinya sama sekali?" kaget Jonathan.

Nayara memilih diam. Dia pun bingung menjawabnya. Bagaimana ya? Dia tidak merasakan apapun saat berhubungan. Maksudnya, dia tidak merasakan perasaan yang mendalam selain kenikmatan fisik yang Jon berikan.

"Aku tidak mau hamil," kata Nayara.

"Kau tidak ingin punya anak denganku?"

Nayara menatap Jon. Sorot mata kekecewaan terpancar di matanya. Entah kenapa Nayara merasa bahwa ada gelenyar aneh saat melihatnya. Seperti sedikit rasa sakit dan tak tega.

The Wolf Bride [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang