All characters and story belong to author Cactusnrj.
Kindly leave your vote and comment.
‼️Be wise, young adult (18+) story‼️
©2024
***
Dewan di Eireen berkumpul dalam satu ruangan. Mereka bukan hanya pemimpin klan, tapi pemimpin bangsa. Ada beberapa orang tambahan juga, Jonathan salah satunya. Dia memang harus di sana karena semua ini berkaitan erat dengannya. Jon jugalah yang telah melibatkan semuanya.
Bola kaca kecil bercahaya, seorang wanita dengan rambut pirangnya terus menggerakkan tangannya di atas bola itu. Semua menunggu dengan cemas. Berharap akan ada cahaya yang lebih terang dari yang sekarang.
Jon pikir, kenapa harus repot-repot mengumpulkan semua bangsa di Eireen hanya untuk melawan satu orang. Lalu, waktu menjawabnya. Sulitnya menemukan persembunyiannya selama sebulan. Seolah ditelan bumi. Namun, keberadaannya tetap mengancam. Hingga detik terakhir, akhirnya diputuskan bahwa benar-benar harus ada yang dikorbankan. Lalu, mereka memutuskan dua hewan sihir yang kuat; Raven sang gagak dan Fer-de-lance sang ular paling berbahaya di negeri Eireen.
"Purnama, ini puncaknya..." gumam Tuan Hans.
"Penyihir dapat dilawan oleh penyihir atau peri. Itu jauh lebih seimbang," ucap seseorang; pemimpin bangsa vampir. "Sementara Morgan..." dia menggantung kalimatnya lalu melirik ke arah Tuan Hans.
"Aku yakin kita bisa mengatasinya dengan mudah. Tentu sebelum leluhur bangkit dan melebur dalam jiwanya."
"Tapi," seseorang menginterupsi lagi; pemimpin bangsa penyihir. "Jika peleburan itu gagal. Maka kita tidak perlu melakukan apapun karena Morgan sudah pasti menjadi debu dengan sendirinya."
"Tapi kemungkinan gagal itu sangat kecil," yang lain ikut bersuara; pemimpin para peri. Diantara mereka semua, memang yang paling mengerti masalah ini adalah para peri dan penyihir.
"Kalau begitu kita harus lebih cepat," ucap Majia yang ada di sana. Dia melirik ke arah bola kecil yang sedang dikendalikan. Berharap cemas seperti lainnya. "Semoga Fer-de-lance dan Raven bisa menyelesaikan tugas ini."
Tak lama setelah percakapan kecil itu, bola kaca memancarkan cahaya lebih terang—terus memancarkan cahaya hingga membuat mata siapa saja silau karenanya. Namun, itu juga hanya beberapa puluh detik saja sebelum akhirnya di tengah ruangan muncul gambaran sebuah pulau. Kecil, tetapi memancarkan aura kegelapan. Malam yang menyelimuti pulau tanpa cahaya itu mungkin akan membuat manusia ngeri karena suasananya.
"Itu dia!" seru salah satu yang ada di sana.
"Aku akan menghabisi Morgan sebelum di menghabisi bangsaku," ucap seseorang lainnya dengan tangan terkepal.
Jonathan terkejut sesaat. Mereka ada di sana. Istri dan anaknya; bersama penyihir, dua werewolf, dan seekor wanita ikan yang tak bisa bernyanyi dengan sempurna karena darahnya bercampur.
"Kita pergi," ucap seorang pria tinggi dengan senyum manisnya. Dia maju, menggantikan wanita yang sejak tadi mengendalikan bola kaca itu. Lalu, hanya dalam beberapa detik mereka berpindah, ke tempat yang telah ditunjukkan oleh bola lampu tadi.
"Yang lain akan menyusul, sekarang kita bergerak."
Jonathan tak banyak bicara. Pria itu berbalik dan berlari. Tujuannya adalah satu, sebuah bangunan tua yang bisa dilihat jelas dengan mata. Sebuah kastil yang ukurannya tidak terlalu besar. Di atas sebuah bukit yang juga tak terlalu tinggi. Jaraknya dekat. Jon dapat mencapainya hanya dalam beberapa menit berlari saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wolf Bride [END]
Fiksi Penggemar[18+] Nayeon and Jungkook as main characters visual Nayara dijual ayah tirinya sendiri. Ini adalah awal yang membuatnya bertemu Jonathan, seorang pebisnis yang namanya niak daun karena masuk majalah Forbes belakangan ini. Rupanya tampan, matanya taj...
![The Wolf Bride [END]](https://img.wattpad.com/cover/369098655-64-k1137.jpg)