55. Tidak Ada yang Lebih Kuat Dari Tekat

219 19 0
                                        

All characters and story belong to author Cactusnrj.

Kindly leave your vote and comment.

‼️Be wise, young adult (18+) story‼️

©2024

***

Jon tak tau apa yang sebenarnya terjadi. Semua terjadi tiba-tiba dan dia tidak bisa berpikir jernih. Dia sedang berlari, lalu tiba-tiba berdiri di sini.

Jon mengedarkan pandangannya. Sebuah penjara dan suara isak tangis. Saat Jon menemukan sumber suaranya, pria itu mematung.

Nayara dan Leon. Saling berpelukan di dalam sel ini, bersamanya.

Tapi bukankah...

Jon kembali menatap sekelilingnya.

Apa ini? Kenapa aku di sini? batin Jonathan.

Jon memejamkan mata. Tangannya terkepal. Dia mencoba mengendalikan dirinya. Tetap berpikir jernih.

Tapi tidak bisa.

Pikirannya kacau.

Lalu, sebuah tangan kecil meraih tangannya. Jon membuka matanya dan melihat siapa yang menggenggam tangannya.

"Daddy... Sampai kapan kita di sini? Leon takut."

Hati Jon mencelos. Tatapan mata si kecil yang terlihat ketakutan. Hidungnya yang memerah karena mungkin telah menangis cukup lama.

Jon menahan nafas sejenak. Dia berlutut di hadapan Leon, merengkuh tubuh kecilnya.

"Maafkan Daddy. Kita akan keluar. Kita akan keluar dari sini segera," ucap Jon dengan suara bergetar.

Dia melepaskan pelukan Leon, maju selangkah lebih dekat dengan jeruji besi. Tangan Jon meraih besi-besi itu.

Dingin.

Memorinya kembali memutar hari itu. Hari dimana dia kehilangan segalanya. Perang antara dua golongan yang tidak terelakkan.

Kepala ayahnya di lempar, lalu ibunya yang menghabisi dirinya sendiri.

Jon melepas besi itu. Nafasnya menderu. Dia menggeleng. Dia tidak bisa.

"Jon?"

Jon menoleh dan mendapati Nayara menatapnya. Terlihat keputusasaan di matanya. Wanita itu tersenyum kecil. Dia menggeleng. "Tidak bisa," katanya lirih.

Beberapa orang datang. Mereka membuka sel, menarik Jon, Leon, dan Nayara keluar. Mereka berontak, tapi tak berguna karena seluruh daya upaya terasa tidak berarti dan seimbang dengan kekuatan mereka. Bahkan Jon juga tak bisa.

Jon menjadi lemah. Di saat seperti ini.

Mata Jon membulat ketika melihat seseorang yang berdiri dengan senyum liciknya. Itu yang dia cari, pria itu; Morgan.

"Brengsek!"

Jon berteriak. Dia kembali berontak dan berhasil meloloskan diri. Lalu, tanpa ragu menerjang tubuh Morgan. Jon memberikan pukulan bertubi-tubi pada wajahnya. Bahkan Morgan sudah terbaring di lantai batu dengan posisi Jon berada di atasnya.

Nafas Jonathan memburu. Emosinya memuncak dan dia melampiaskan itu pada orang yang seharusnya.

Darah segar memenuhi kepalan tangannya. Namun, alih-alih kesal, Morgan tertawa.

"Hanya itu saja yang bisa kau lakukan, huh?"

Secepat kilat, tanpa Jonathan sadari tangan Morgan meraih lehernya, mencekiknya. Morgan membalik posisi. Kini, Jonathan di bawah, dalam kungkungan pria yang seolah ingin mematahkan lehernya.

The Wolf Bride [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang