45. Ready to Loose

235 25 5
                                        

Jangan lupa vote dan tolong berikan komentar agar author lebih semangat menyelesaikan ceritanya.

Cerita ini adalah fiksi dan bijaklah dalam memilih bacaan.

❗Be Wise, Young Adult Story [18+]❗

Bisa jadi mengandung adegan yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

***

Dua pasang kaki itu menapakkan kaki lagi LA. Bersama para pengawal, mereka menuju sebuah mobil yang sudah disiapkan. Keduanya berpegangan tangan, Jon menggenggam erat tangan istrinya. Tidak lepas sejak dari jet pribadi mereka. Rasanya seperti mimpi. Jon masih belum percaya bahwa hubungan mereka mengalami kemajuan pesat.

Jon telah menghapus kenangan buruk di awal pertemuan mereka. Dan saat itu, semakin kuat niat seorang Jonathan Evanescence Williams untuk melindungi wanitanya. Jon tau, kini dia semakin lemah karena tidak memiliki gelar alpha dan kredibilitasnya sebagai seorang mafia semakin diragukan. Tapi Nayara adalah kekuatannya.

Mobil hitam itu melaju cukup cepat membelah jalanan yang padat. Mungkin karena sedang libur musim panas, jadi orang-orang pergi berlibur dan dalam perjalanan itu membuat mereka memenuhi jalan. Sampai akhirnya mobil itu semakin pelan dan pelan karena menemui kemacetan.

"Kau lelah? Tidurlah nanti aku akan membangunkanmu."

Ucapan Jon dijawab gelengan oleh Nayara. "Tidak. Tapi aku lapar."

"Ah iya kita belum makan malam. Ingin mampir di restoran untuk makan? Bagaimana jika kita memesan burger setelah ini?"

Kedua mata Nayara bersinar. "Sungguh boleh makan fast food?" Namun, binar matanya tak lama menghilang. "Tapi aku sedang diet."

"Dietnya besok saja, Baby. Aku lebih sedih jika kau mati kelaparan hanya karena ingin memuaskanku dengan menjadikan dirimu wanita dengan tubuh ideal."

"Tapi jika aku gendut, kau pasti tidak menyukaiku lagi."

Jon berdehem. Dia melirik ke bangku depan dimana seorang sopir fokus mengemudi. Jika dia mengungkapkannya itu akan membuat dia malu. Jadi, Jon berbisik saja.

"Aku akan tetap mencintaimu meski kau berubah jadi gorila," katanya.

Nayara langsung tertawa. Dia tau Jon sengaja berbisik karena malu ada orang lain di sana dan itu bukan Verzha atau Clara.

"Kau bisa mencintaiku meski aku seorang serigala. Jadi kenapa aku tidak bisa mencintaimu jika kau adalah gorila," bisik Jon lagi.

Tawa Nayara berhenti. Dia mengangguk. "Kau benar," katanya.

Jon menghela nafas. "Jika tau akan macet lebih baik kita tadi pakai helikopter. Sebentar, aku akan minta Verzha menyiapkan helikopter untuk kita."

Jon mengeluarkan ponselnya. Tepat saat dia melihat layarnya, Verzha menelpon.

"Oh? Kebetulan sekali," kata Jon sebelum menggeser tombol hijau.

"Ya, Ver?"

Jon tak menyalakan loud speaker. Nayara tak bisa mendengar apa yang Verzha bicarakan. Namun, ekspresi Jon mengatakan bahwa ada hal buruk yang terjadi. Dia terlihat terkejut dan marah.

"Sial! Siapkan sekarang aku akan pergi." Jon lalu melirik ke luar jendela. "Kirimkan helikopter ke gedung Maxtron sekarang."

Kemudian Jon menutup panggilan.

"Nayara tetaplah di sini," kata Jonathan. Pria itu langsung membuka pintu mobil dan keluar karena memang mobil sedang berhenti dalam kemacetan. Nayara memproses itu sepersekian detik sebelum akhirnya memanggil Jonathan dan ikut keluar untuk mengejarnya. Sang sopir yang melihat itu ikut keluar. Hendak mengejar Nayara dan tuannya, begitu juga dengan beberapa pengawal yang ada di mobil depan dan belakang mereka. Mereka sudah tau apa yang terjadi melalui ear monitor.

The Wolf Bride [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang