25. Masa Lalu Kelam dan Masa Depan

275 39 17
                                        

Jangan lupa vote dan tolong berikan komentar agar author lebih semangat menyelesaikan ceritanya.

Cerita ini adalah fiksi dan bijaklah dalam memilih bacaan.

Young Adult/ Adult Story

°°°°°°

Akhirnya, setelah pertengkaran kecil dan manis keduanya, pasangan itu duduk diam di bawah pohon. Kali ini menghadap ke barat karena matahari semakin naik dan cahayanya semakin menyilaukan. Di bawah bayangan pohon mereka duduk dan bersandar.

"Apa kau sudah tidak takut padaku?" Jon bertanya setelah beberapa belas ribu detik diam.

"Takut. Karena itu aku duduk di dekat batu."

Jon menaikkan satu alisnya, menatap Nayara sebentar sebelum beralih menatap apa yang ada di dekat tangan wanita itu. Sebuah batu seukuran dua kali kepalan tangannya.

Jon terkekeh geli. "Jadi masih takut?" Dia bertanya lagi.

"Entahlah. Terkadang aku masih takut. Tapi terkadang aku biasa aja," jawab Nayara.

"Sekarang apa? Apakah kau takut karena kita hanya berdua di hutan begini?" Jonathan bertanya lagi.

"Eung, takut tapi tidak terlalu," kata Nayara. "Jika kau berniat jahat, bukankah sejak tadi kau bisa melakukannya? Kita hanya duduk diam di sini. Sebenarnya mau apa?" Kali ini Nayara balik bertanya.

"Aku hanya ingin menunjukkan makam kedua orang tuaku. Menunjukkan bahwa aku pernah sehancur dirimu saat kehilangan keluargaku. Aku ingin mengenalkan istriku pada orang tuaku. Itu saja," kata Jon.

Nayara manggut-manggut.

"Mereka dimakamkan di sini? Hanya mereka? Tidak ada keluargamu yang lain?" Nayara bertanya lagi.

"Sebenarnya tidak ada makam di sini," jawab Jonathan yang kontan membuat Nayara mengernyitkan dahi keheranan.

Jon nampak menarik nafas dalam kemudian menghembuskanya. "Tidak ada yang di kubur di sini. Itu hanya dua buah batu. Orang tuaku tidak pernah dimakamkan dengan layak. Bahkan aku tidak bisa memeluk mereka sampai detik terakhir."

Penjelasan lanjutan Jonathan membuat Nayara terdiam. Wanita itu menatap Jon yang terlihat tenang. Menatap ke depan dan hanya diam.

"Uh. Ap-apa yang terjadi pada mereka? Apakah mereka diracuni juga dari makanan seperti orang tuaku?"

Jon menunduk dan terkekeh. Nayara bertanya seperti seorang anak yang bertanya pada ayahnya. Menggemaskan sekali kedengarannya di telinga Jon. Ah, sial. Jon sudah gila sepertinya.

"Bukan, Baby. Mereka meninggal dalam perang setiap 350 tahun sekali. Baru perang kedua sebenarnya. Kaumku, manusia serigala cukup banyak meregang nyawa. Kaum vampir menang jadi mereka mengusir kami ke dunia manusia seutuhnya. Tapi sebagai balasannya, mereka tidak diizinkan ke dunia manusia karena mereka sangat berbahaya dan untuk menghindari pertengkaran antar golongan."

Nayara mengernyit, tidak mengerti. "Perang? Jadi berapa usia kalian? 350 tahun itu waktu yang panjang. Apakah kaum kalian sudah ada sejak zaman dinosaurus?"

Pertanyaan Nayara seketika membuat tawa Jonathan meledak. Bagaimana bisa wanita itu berpikir sejauh itu?

"Jangan tertawa. Aku serius," kata Nayara tak suka.

Jon menghentikan tawanya. Kali ini balik bertanya. "Nay, kau tau berapa tahun lalu manusia modern pertama diperkirakan ada?"

"Huh?" Nayara nampak berpikir. "100 juta? 200 mungkin?"

The Wolf Bride [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang