Regards + Bonus Part + Announcement

356 23 0
                                        

Hi, readers! First of all, I appreciate you guys for read and vote my story, especially spend your time to write a comment.

Cerita ini berakhir dengan total 57 bagian, 8,6 k pembaca, dan 1,5 k vote. Untuk hastag, terima kasih karena kalian sudah membawa cerita ini ke hastag yang tinggi, nyaris jadi top story, hehe.

Aku tau cerita ini banyak banget kurangnya, bahkan aku merasa ini tuh, gak bagus. Tapi bukan berarti selera kalian jelek guys, engga. Aku emang masih perlu belajar lagi dan lagi.

Sebagai hadiah, engga juga sih. Aku kasih bonus part "sedikit" sisanya bisa kalian baca di Karyakarsa. Bisa juga beli langsung, dm Instagram aja kalau minat ya.

 Bisa juga beli langsung, dm Instagram aja kalau minat ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Happy Reading!

***

Jon berdiri, tubuhnya menegang seketika mendengar suara tangisan bayi yang begitu kencang dari sebuah ruangan. Dia sudah menantikan saat ini. Putrinya lahir. Anak pertamanya dengan Nayara.

Tanpa menunggu atau diperintah, pria itu berdiri di depan pintu, bersiap menyambut putri kecilnya. Senyumnya tak tertahan. Bagaimana dia bisa menahan kebahagiaan ini? Membayangkan tangannya menggendong bayi ringkih itu, ah... Jonathan; yang kini telah merubah namanya menjadi Jonathan Peter Buster sangat bahagia.

Pintu dibuka, seorang perawat dengan masker dan pakaian medis lengkap menyambutnya. "Tuan, selamat putri Anda sudah lahir. Silahkan masuk."

Kaki jenjang itu melangkah dengan ringan. Dilihatnya sang istri yang baru saja berjuang. Masih terlihat lemah di ranjang. Seketika, Jon melupakan bahwa dia sangat menanti putrinya. Perasaan bahagianya berubah mejadi khawatir saat melihat wanita yang paling berarti bagi hidupnya itu terlihat pucat.

"Baby..." Jon datang, meraih tangan Nayara dan menggenggamnya. "Sayangku..."

Jon berbisik pelan, tetapi Nayara bisa mendengarnya. Kehangatan langsung menjalar ke seluruh tubuhnya saat bibir Jon mendarat di keningnya.

"Terima kasih."

Nayara menjatuhkan air mata-lagi. Dia tersenyum, mencoba tersenyum selebar yang dia bisa.

"Bagaimana keadaanmu? Kau memerlukan sesuatu?"

Nayara memiringkan sedikit kepalanya, menatap Jon yang menatapnya juga dengan tatapan dan wajah penuh kekhawatiran. Bahkan, matanya sudah berkaca-kaca, hendak menangis agaknya.

Nayara menggeleng. "Aku baik-baik saja," ucapnya nyaris seperti bisikan.

Jon menghela nafas. Sekali lagi, Jon mendaratkan ciuman. Tidak hanya di kening, tapi juga kecupan ringan di kedua pipi dan bibir istrinya.

"Permisi Tuan dan Nyonya. Saatnya belajar menyusu," ucap seorang perawat yang menggedong buntalan kecil dalam kain berwarna tosca.

Jon mundur selangkah, memberikan ruang bagi perawat itu untuk memberikan asi pertama bagi anaknya. Bayi kecil itu diletakkan di atas dada Nayara, lalu bibir kecilnya mencari dan tak perlu waktu lama tentunya, dia menemukan sumber kehidupannya.

The Wolf Bride [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang