33. Purnama dengan Cinta

321 29 4
                                        

Jangan lupa vote dan tolong berikan komentar agar author lebih semangat menyelesaikan ceritanya.

Cerita ini adalah fiksi dan bijaklah dalam memilih bacaan.

Be Wise, Young Adult Story [18+]

°°°

Nayara menelan salivanya sebelum memasukkan key card panthouse Jonathan. Unit itu sangat sepi tidak seperti dugaannya. Tidak ada Jon, bahkan hanya ada 2 pengawal yang berjaga dan tadi menyapanya.

"Kemana, Jon? Apa yang harus aku lakukan?" gumam Nayara.

Wanita itu melihat jam besar di ruang tengah. "Pukul lima sore. Jika dia di kantor, seharusnya Jon setelah ini pulang."

Tak lama Nayara di sana, seseorang membuka pintu Penthouse. Nayara pikir itu Jonathan. Sayangnya dugaannya salah besar. Malah dua orang wanita yang masuk bersama seorang pengawal. Satu diantara sangat familiar.

"Siapa kalian?" tanya Nayara. Dia sedang menyembunyikan keterkejutannya.

"Kami? Tuan Evan meminta kami datang. Dia wanita yang malam ini akan menemani Tuan Evan," ucap seorang wanita sambil menunjuk wanita di sebelahnya.

"Tunggu, kau-" Nayara mengenalinya. Wanita itu juga wanita yang membawanya pada Jonathan dulu.

"Oh, kau... Kau wanita di bulan lalu? Astaga, ku pikir kau sudah mati," ucapannya. "Kau sedang apa di sini?"

"Aku? Ak-aku..." Nayara gugup. Dia terdiam sejenak.

"Aku yang malam ini akan melayani Tuan Jon," kata Nayara.

"Apa? Tapi-"

"Aku akan membayar kalian," sela Nayara. "Aku akan bayar dua kali lipat," lanjutnya.

"Apa? Jangan bercanda. Memangnya kau punya uang sebanyak itu, huh?" balas wanita itu tak mau kalah.

"Nona, jika memang kau bisa membayar kami dua kali lipat, bayar sekarang," ucap wanita satunya. Dia berdandan sangat minim. Memang sudah berniat menggoda Jonathan sepertinya.

"Pergilah, dia yang akan melayani Tuan Evan malam ini."

Pengawal yang datang bersama dua wanita itu menarik Nayara, tetapi langsung dihempas begitu saja. Nayara diam tak terima, tangannya mengepal. Dia menatap pengawal yang datang bersama dua pengawal itu. Sepertinya dia tidak mengenali jika Nayara adalah istri Jonathan.

Nayara menghela nafas, mencoba mengatur emosinya. Entah kenapa dia menjadi sangat kesal mendengar mereka. Apakah saat melihat penampilan wanita itu. Sangat tidak pantas disebut berpakaian karena beberapa anggota tubuh yang harusnya ditutup malah sedikit terekspos.

Ah, Nayara ingat jika kartu kredit Jon dia bawa. Tapi bukankah itu tidak berguna? Tapi tunggu, dia datang membawa mobil, kan? Apa lebih baik mobilnya dia berikan pada mereka? Ah, itu tidak juga.

"Aku istri Jonathan," ucap Nayara tiba-tiba. Dia mengangkat tangannya, menunjukkan cincin di jari manis sebelah kirinya.

Dua orang itu terdiam sejenak sebelum melepas tawa. Berbeda dengan pengawal yang datang bersama mereka. Pria itu malah nampak terkejut.

"Jadi kau Nyonya Nayara?" tanyanya. Dua wanita itu pun langsung diam karena heran.

Nayara mengangguk. "Sekarang bawa mereka pergi," titah Nayara.

"Tapi Nyonya bagaimana jika Tuan Jon marah?"

"Dia sendiri yang memintaku datang. Sekarang bawa dua wanita itu pergi atau kau akan dihukum," ucap Nayara dengan tegas.

The Wolf Bride [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang