Nayara terbangun ketika cahaya matahari mengenai wajahnya. Rasa hangat matahari mengusiknya pula. Wanita itu diam sejenak, memperhatikan ruangan dimana dia berada. Sebuah kamar mewah dengan dominasi warna putih dan emas. Seperti di negeri dongeng.
Ini nyata. Semalam Naya juga ada di tempat ini. Seluruh tubuhnya terasa sakit, terutama di pusat tubuhnya. Perih tak tertahan. Bahkan saat Naya mencoba bangkit, dia meringis kesakitan.
"Aw..." Naya merintih, memegangi organ vitalnya yang terasa sakit. Dengan jelas wanita itu bisa melihat bercak merah di bawahnya, melekat pada kasur putih tempatnya berbaring tadi. Mungkin itu darah hasil dari selaput daranya yang sobek karena hubungan semalam?
Air mata Naya jatuh. Semua nyata. Pria itu telah benar-benar merenggut kehormatannya. Rasa sakit di tubuhnya tak sebanding dengan rasa sakit di hatinya. Dia benar-benar sangat malang.
Naya tak mampu bergerak lagi karena rasa sakit diantara kedua kakinya. Wanita itu mengambil selimut, menutupi seluruh tubuhnya yang polos tanpa busana dan menangis. Jika boleh memilih, dia ingin mati saja.
Suara debuman mengalihkan atensi Naya. Wanita itu terkejut, berteriak ketika melihat sebuah serigala besar yang masuk melalui balkon.
Tubuh Naya bergetar. Bagaimana bisa ada serigala? Oh, Naya lupa rumah ini ada di tengah hutan. Jadi bisa saja serigala itu adalah serigala hutan.
"To-tolong jangan makan aku," gumam Naya.
Serigala itu menggoyangkan tubuhnya hingga bulu lebatnya ikut bergoyang. Serigala itu mendekati Naya membuat wanita itu menangis semakin kencang.
Naya memejamkan mata, mungkin ini adalah akhir hidupnya. Ya, seperti kemauannya. Lebih baik dia mati daripada harus hidup sebagai jalang di tempat hiburan.
"Kau takut?"
Naya spontan membuka mata ketika mendengar suara bariton seorang pria.
Naya membuat mata, melihat pria yang semalam bersamanya sudah ada di depannya. Telanjang bulat sambil menatapnya.
"K-kau? Di-dimana serigala itu?" tanya Naya terbata.
Pria di hadapannya itu tertawa pelan. Sambil memungut dan mengenakan pakaiannya di lantai, pria itu berkata, "aku serigalanya Sayang. Jangan takut," katanya.
Naya terdiam, membeku. "Apa maksudnya?"
Pria itu tak menjawab hingga selesai berpakaian.
"Masih ingat namaku? Namaku Jonathan Evanescence William," kata pria itu.
"Aku seorang manusia serigala. Salam kenal."
"Apa katamu?"
Jonathan mendekat, tersenyum kecil. Nayara menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya lebih rapat.
"Aku adalah manusia serigala. Serigala yang kau lihat adalah wujudku. Ini terdengar mustahil karena mungkin manusia serigala pernah kau dengar sebagai fiksi. Tapi aku di depan matamu. Kau tidak perlu takut padaku. Aku tidak akan menyakitimu."
Nayara terdiam. Mencerna setiap perkataan yang keluar dari bibir pria itu. Namun, otaknya tak mampu. Kepalanya berkunang-kunang dan akhirnya, Nayara hilang kesadaran.
***
Bibi Aya menatap iba Nayara yang duduk di depan cermin. Beberapa pelayan tengah mendandainya. Bibi Aya benar-benar tak menyangka jika gadis ini akan hidup. Biasanya Tuan Jonathan akan langsung membunuhnya atau bahkan sebelum wanita itu bangun, dia akan memulangkan wanita itu. Bibi Aya melah terkejut ketika masuk ke kamar dan berniat untuk membereskan mayat gadis ini, dia malah melihat Tuannya dan gadis ini berpelukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wolf Bride [END]
Fiksi Penggemar[18+] Nayeon and Jungkook as main characters visual Nayara dijual ayah tirinya sendiri. Ini adalah awal yang membuatnya bertemu Jonathan, seorang pebisnis yang namanya niak daun karena masuk majalah Forbes belakangan ini. Rupanya tampan, matanya taj...
![The Wolf Bride [END]](https://img.wattpad.com/cover/369098655-64-k1137.jpg)