27. Rasa Bersalah

247 34 8
                                        

Jangan lupa vote dan tolong berikan komentar agar author lebih semangat menyelesaikan ceritanya.

Cerita ini adalah fiksi dan bijaklah dalam memilih bacaan.

Be Wise, Young Adult Story [18+]

°°°°°°

Ini adalah sebuah tempat yang pengap. Sebuah ruangan dengan ukuran 6 x 5 meter yang ada di dalam tanah. Nayara merasa seperti tikus sekarang. Bersembunyi dari kucing-kucing nakal. Clara bersamanya. Beberapa pengawal berjaga di luar. Clara sendiri terlihat sibuk dengan ponselnya.

"Clara," panggil Nayara.

"Eh? Iya Nyonya?"

"Sampai kapan kita di sini?" tanya Nayara. "Kita sudah lebih dari tiga jam di sini. Aku sangat lelah Clara."

"Maaf Nyonya, kita di sini sampai aku bisa menghubungi Tuan Verzha. Dia belum bisa dihubungi. Aku jadi khawatir. Jika enam jam tidak ada kabar. Kita pulang saja. Aku tidak tau hal ini akan terjadi. Astaga..."

"Memangnya apa yang terjadi Clara?"

"Aku sendiri tidak paham, Nyonya. Tuan ke sini untuk mencari tau sesuatu dan ingin menunjukkan bagaimana kehidupan Tuan Jonathan pada Nyonya. Sepertinya dia memang sudah mengerti bahwa ini bukan tempat yang aman, jadi dia menyiapkan segalanya termasuk dia sudah menunjukkan aku beberapa lokasi persembunyian yang dia punya di Macau. Tuan Jon juga memintaku selalu siap sedia jika dibutuhkan. Bahkan, Tuan memberiku senjata api."

Mendengar penjelasan Clara, Nayara hanya mampu terdiam.

"Sebenernya aku sangat menyayangkan tentang Tuan yang mengajakmu ke sini. Jika dia tau ini tempat berbahaya, kenapa dia harus mengajak Nyonya? Apa dia tidak khawatir tentang keselamatanmu?"

Mendengar itu Nayara tersenyum tipis. "Pria itu memang sesukanya saja. Dia sangat egois. Entah apa yang ada di pikirannya. Aku sangat tidak bisa memahami Jonathan. Kadang dia sangat kejam, egois, dan semena-mena. Tapi aku juga melihat sisi lain dari dirinya. Maksudnya, sisi lain Jonathan yang bertolak belakang."

"Woah, jadi Nyonya sudah tau sisi lain dari Tuan Jon?" tanya Clara antusias. Dia mendekati Nayara, duduk di sampingnya. "Bagaimana Tuan Jonathan di mata Nyonya Nayara?"

"Dia? Jonathan? Dia sebenarnya sangat arogan dan tempramen. Dia sangat menyebalkan karena selalu memaksa. Dia selalu berpikir dunia mengelilinginya. Dia bilang dia sering membunuh orang, berarti dia kejam, kan? Tapi aku melihat sedikit bahwa Jon juga memiliki sisi lemah. Maksudnya, dia bisa menjadi lembut di saat tertentu seperti saat ada maunya misalnya. Jika boleh jujur, sebenarnya aku melihat seorang Jonathan yang kesepian dan kesulitan mengungkapkan emosinya. Selain marah-marah tentunya."

Mendengar penjelasan Nayara, Clara perlahan mengembangkan senyum. Bahkan wanita itu sudah menyandarkan dagunya untuk mendengarkan cerita Nayara lebih lanjut mengenai Jonathan.

"Lalu Nyonya. Apakah sisi lain dari Tuan Jon itu membuat Nyonya terkesan? Nyonya tau tidak, Tuan Jon selalu ke makam orang tuanya sendirian. Tapi kemarin dia mengajakmu. Dia juga memberimu bunga yang cantik dengan permintaan maaf. Nyonya tau tidak, Tuan Jon bahkan tidak pernah meminta maaf. Dia juga tidak pernah menunjukkan sisi lembutnya di mata kami para pelayan. Kecuali Bibi Aya, Tuan Hans, dan Nyonya Rosetta, atau mungkin Tuan Verzha. Mungkin hanya mereka yang tau sisi lain Tuan Jonathan."

"Aku? Entahlah. Aku merasa dia hanya ingin menarik perhatianku, membuatku jatuh cinta padanya agar aku bisa memuaskan dia di ranjang saja."

"Eh?" Alis Clara bertautan. "Kenapa begitu? Siapa tau Tuan Jon benar-benar jatuh cinta padamu."

The Wolf Bride [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang