30. Bukit Bunga di Eireen

208 26 6
                                        

Jangan lupa vote dan tolong berikan komentar agar author lebih semangat menyelesaikan ceritanya.

Cerita ini adalah fiksi dan bijaklah dalam memilih bacaan.

Be Wise, Young Adult Story [18+]

°°°

Setelah Jon pikirkan semalaman, sebenarnya saran Verzha masuk akal juga. Terlalu larut dalam masalah antara dia dan Kenzie juga malah akan membuat hubungannya dengan kedua orang tua angkatnya memburuk. Mereka adalah pendukung utama Jonathan dalam hal apapun. Lagipula, sejauh ini Jon bisa mengatasi masalah bisnisnya dengan baik.

"Bersiaplah," kata Jonathan setelah istrinya keluar dari lamar mandi.

"Huh? Untuk?" tanya Nayara. Wanita itu masih sedikit trauma dengan kata "bersiaplah" setelah kematian orang tuanya.

"Pergi ke suatu tempat."

"Bicara yang jelas, Jon. Tempat apa? Jangan membuatku takut," kata Nayara.

"Yang jelas bukan tempat berbahaya. Jangan takut. Ayo cepat. Aku akan tunggu di halaman belakang."

Pertanyaan Nayara tidak dijawab oleh Jonathan. Mereka berpamitan pada Nyonya Rosetta dan Tuan Hans yang juga duduk santai di halaman belakang.

Jon menggandeng Nayara, berjalan menyusuri halaman berumput hijau itu hingga sampai ke sebuah gerbang.

"Kita akan kemana Jon? Aku tidak akan melanjutkan perjalanan jika kau tidak menjawabnya," kata Nayara.

"Kita ke tempatku berasal, Sayang. Tempat dimana makhluk sepertiku hidup. Tempat yang pernah aku ceritakan padamu. Eireen."

Jon membuka pintu gerbang besar di hadapannya. Menarik Nayara untuk mengikuti langkahnya. Tidak ada yang istimewa, karena sejauh mata Nayara memandang adalah hamparan rumput hijau. Hingga akhirnya, mereka sampai lagi di sebuah pintu gerbang. Barulah Nayara takjub melihatnya.

Pintu gerbang berwarna emas dengan tembok tinggi di sekelilingnya. Gerbang dan tembok sangat tinggi, mungkin sekitar 10 meter tingginya. Jon membuka gerbang itu mudah. Kemudian, Nayara bisa melihat hiruk pikuk orang-orang di dalamnya. Rumah-rumah seperti di negeri dongeng yang, jalanan berbatu, dan bunga warna-warni. Orang-orang terlihat sibuk beraktifitas sendiri.

Jon berhenti di sebuah rumah bangunan tanpa tembok. Hanya ada atap dan empat tiang penyangga. Seseorang duduk di sebuah kursi kayu. Terlihat sangat santai sambil memperhatikan orang yang lalu lalang. Saat mereka menghampirinya, pria itu berwajah datar saja. Dan saat Nayara perhatikan, pria itu memiliki ujung telinga runcing dan panjang.

"Hai," sapa Jon.

Nayara mengernyitkan dahi. Jon berbicara dengan bahasa yang tidak Nayara pahami.

"Kami dari dunia atas. Dia istriku seorang manusia."

"Kartumu?"

Jon mengeluarkan sesuatu dari jasnya, sebuah kartu kecil berwarna emas dengan nama Jonathan terukir di sampulnya.

"Werewolf?"

Jon mengangguk.

"Siapa nama istrimu?"

"Nayara," jawab Jonathan.

"Baik, berhati-hatilah. Jaga istrimu yang lemah itu."

Jon tersenyum aja, setelah mengambil bukunya yang selesai distampel, Jon kembali menarik Nayara.

"Jon, kita dimana? Kenapa bahasanya sangat aneh? Itu tadi apa? Kartu apa itu?" kali ini Nayara buka suara.

"Ini Eireen, sayang. Tempat dimana makhluk yang disebut makhluk mitologi tinggal. Tidak semua, tapi makhluk mitologi sebenarnya memang ada. Sebagian besar tinggal terpisah dengan manusia. Ini adalah rumah kami. Yang di depan tadi pencatatan dan pengecekan seperti bagian migrasi di bandara. Kartu itu seperti paspor. Kartu itu juga bisa digunakan untuk alat pembayaran. Ada banyak warna tergantung kelasmu. Putih untuk orang kelas 4, lalu biru, hitam, dan paling tinggi warna emas."

The Wolf Bride [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang