Jangan lupa vote dan tolong berikan komentar agar author lebih semangat menyelesaikan ceritanya.
Cerita ini adalah fiksi dan bijaklah dalam memilih bacaan.
Be Wise, Young Adult Story [18+]
°°°
Jonathan menghela nafas panjang melihat Nayara yang tidur sambil bersandar di bahunya. Jon tidak bisa merasakan betapa lelahnya Nayara, tapi pasti wanita itu sangat kelelahan. Kemarin Jon sudah bilang mereka akan pulang, kenyataannya mereka langsung menuju Vatikan. Tuan Hans mendengar kabar tentang penyerangan Jonathan dan meminta pria itu untuk datang.
Sebenarnya, Nayara bisa saja Jon minta pulang sendirian bersama Clara dan beberapa pengawal. Namun, Jon tidak tidak akan melakukannya untuk sekarang. Dia masih khawatir pada keselamatan Nayara jika harus pergi sendirian.
Mobil mewah itu sampai di depan rumah sederhana. Verzha keluar membukakan pintu untuk tuannya. Jon tidak tega membangunkan Nayara, jadi pria itu menggendong wanitanya.
"Tuan, biar aku saja," kata Verzha.
Jon memberikan tatapan kematian pada tangan kanannya itu. Verzha langsung bungkam. Sadar bahwa ucapannya tentu tidak akan disukai Jonathan. Siapa juga yang diizinkan untuk menyentuh miliknya?
"Maaf Tuan. Aku hanya khawatir padamu. Lengan dan bahumu baru tertembak. Kakimu juga. Pasti sakit," kata Verzha.
"Jangan remehkan aku, Ver," kata Jonathan.
"Clara, bawa barang-barang Nayara," titah Jon pada asisten pribadi istrinya itu.
"Baik, Tuan."
Jon membawa Nayara memasuki rumah yang sudah terbuka lebar. Di dalam, Nyonya Rosetta dan Tuan Hans menyambut mereka.
"Jon... Astaga. Bawa Nayara ke kamar saja, ayo cepat."
Jon mengangguk. Kemudian pria itu membawa Nayara ke sebuah kamar yang ukurannya cukup kecil. Itu kamarnya. Saat mampir ke Vatikan, Jon menginap di sana.
"Akh..." Jon merintih kesakitan ketika merasa perih pada bagian lukanya. Nayara tidak berat, hanya saja kondisi kesehatan Jon yang sedikit menurun.
"Jon. Tinggalkan Nayara. Biar dia istirahat," kata Nyonya Rosetta yang sejak tadi membuntutinya.
Wanita cantik itu menyelimuti Nayara dan mengusap kepalanya sebelum menarik Jonathan keluar lagi. Nyonya Rosetta ingin memastikan kondisi Jonathan juga karena melihatnya kesakitan tadi.
Tuan Hans sudah menunggu di ruang tengah. Melihat istri dan anaknya yang datang, Tuan Hans langsung duduk tegak.
"Sebentar, Hans. Biarkan aku memeriksa putraku," kata Nyonya Rosetta.
"Dia baik-baik saja. Luka tembakan adalah luka kecil untuknya," kata Tuan Hans.
"Kau tidak akan tau betapa khawatirnya aku, Hans. Aku harus memastikan Jonathanku baik-baik saja."
"Nyonya, aku baik-baik saja. Benar kata Tuan Hans, ini hanya luka kecil. Aku sudah diobati dan lukaku cepat mengering." Jonathan menimpal.
"Tidak, tidak ada penolakan," kata Nyonya Rosetta. "Ayo buka kemejamu, aku ingin lihat seberapa parah lukamu."
Jonathan menatap Tuan Hans sejenak, sedikit ragu untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Nyonya Rosetta. Namun, pria itu mengangguk, memberikan kode agar Jon melakukannya.
Jon membuka kemejanya, membarkan Nyonya Rosetta memeriksa lukanya. Wanita itu cukup terkejut melihat perban yang melingkar di punggung dan lengannya.
"Astaga, Jon. Kau terluka banyak sekali," kata Nyonya Rosetta.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wolf Bride [END]
Fanfiction[18+] Nayeon and Jungkook as main characters visual Nayara dijual ayah tirinya sendiri. Ini adalah awal yang membuatnya bertemu Jonathan, seorang pebisnis yang namanya niak daun karena masuk majalah Forbes belakangan ini. Rupanya tampan, matanya taj...
![The Wolf Bride [END]](https://img.wattpad.com/cover/369098655-64-k1137.jpg)