Semua perlengkapan bayi terlihat sangat lucu. Ukurannya sangat mungil. Membayangkannya anaknya nanti memakai itu membuat Margaret tersenyum senang.
"Nyonya, bagaimana menurut Anda? Sepatu ini sangat lucu dan ini unisex, mungkin Nyonya tertarik untuk membeli ini sekarang."
Margaret tersenyum kecil, dia mengangguk saat melihat sepatu mungil yang ditunjukkan padanya.
"Boleh, tolong bungkus ini juga."
Margaret berjalan-jalan menyusuri pusat perbelanjaan, bersenang-senang saja karena Ken sangat sibuk hari ini. Wanita itu mengedarkan pandangannya. Tak jauh dari tempatnya, dia melihat seorang wanita yang familiar baginya. Wanita yang membuatnya iri belum lama ini; Nayara.
"Lihat bagaimana dunia bekerja, Nayara. Roda berputar. Sekarang kau dicampakkan dan aku sangat disayangi oleh pria yang aku cintai."
Margaret terkekeh sendiri. Kakinya bergerak menuju wanita yang tengah berada di dalam sebuah toko pakaian itu. Dia ingin datang dan bersenang-senang, maka ini akan sangat menyenangkan.
Wanita itu masuk, dengan senyum dan rasa percaya diri.
"Selamat datang..."
Seorang wanita di dalam menyapa. Sedikit terkejut melihat wanita yang familiar itu ada di hadapannya. Nayara menatap Margaret dalam beberapa detik sebelum memasang senyum ramah, berpura-pura tak mengenalnya.
"Selamat datang, Nyonya. Ada yang bisa ku bantu?" tanyanya.
Bukankah wanita ini harusnya ada di Vatikan? Kenapa tiba-tiba ada di sini? Batin Nayara sedikit tak nyaman.
"Ikut aku, aku ingin berbelanja, tapi tidak sendiri," kata Margaret.
Nayara mengangguk tanpa menghilangkan senyum ramahnya. Dia mengikuti langkah Margaret menyusuri deretan pakaian wanita dewasa, terlihat memilih-milih mana pakaian yang mungkin dia suka.
"Rasanya baru kemarin kita bertemu. Ku dengar kau bercerai dengan Jonathan ya?" Margaret memulai pembicaraan.
"Benar, rasanya belum lama kita bertemu di pesta pengumuman Ken sebagai pewaris. Mungkin satu bulan? Ah, benar. Dalam sebulan terjadi perubahan yang begitu besar. Ku dengar saat kalian pulang kastil Jonathan diserang, lalu esok harinya Jon mengajakmu bercerai ya? Ah, kau pasti terkejut, ya?"
Nayara tersenyum kecut. "Aku rasa kita tidak perlu membicarakan itu," kata Nayara.
Margaret berbalik, menatap Nayara yang mengekor di belakangnya.
"Kenapa? Kau merasa tak nyaman?"
Nayara tersenyum simpul. Dia menggeleng. "Bukan, aku hanya sedang berusaha berpikir positif. Melihatmu sekarang, sepertinya kau terlihat bahagia. Jadi, aku ingin menyingkirkan pikiran bahwa hidupmu tidak bahagia dan tidak menarik sampai-sampai kau tertarik pada kehidupan rumah tanggaku. Sangat mengejutkan bahwa kau tau setiap ditailnya, Nyonya Margaret. Aku terkesan karena kau sangat peduli padaku. Aku rasa sebenarnya kita bisa menjadi saudara ipar yang cocok."
Ucapan Nayara membuat Margaret mengepalkan tangannya. Tidak, dia yang datang untuk memprovokasi Nayara, bukan sebaliknya.
Margaret tersenyum tenang. Dia berbalik lagi dan berjalan sambil memilih pakaian. Beberapa kali menarik pakaian dari rak lalu memberikannya pada Nayara untuk dibawa.
"Ken bercerita padaku, jadi aku mendengarkannya. Kehancuran suamimu adalah hal yang membahagiakan untuk Ken, jadi aku ikut bahagia. Oh iya, aku sedang hamil. Kami memiliki buah cinta sekarang. Umh, soal anak... bukankah Jon memiliki anak di luar nikah dengan wanita lain? Ah, aku tidak terkejut karena Jon memang suka bergonta-ganti pasangan di malam purnama. Mungkin dia tidak hanya memiliki satu anak, mungkin lebih. Aku turut sedih mendengarnya, Nayara. Kau pasti sangat terluka."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wolf Bride [END]
Fanfiction[18+] Nayeon and Jungkook as main characters visual Nayara dijual ayah tirinya sendiri. Ini adalah awal yang membuatnya bertemu Jonathan, seorang pebisnis yang namanya niak daun karena masuk majalah Forbes belakangan ini. Rupanya tampan, matanya taj...
![The Wolf Bride [END]](https://img.wattpad.com/cover/369098655-64-k1137.jpg)