39. Reveal the Truth

239 20 2
                                        

Jangan lupa vote dan tolong berikan komentar agar author lebih semangat menyelesaikan ceritanya.

Cerita ini adalah fiksi dan bijaklah dalam memilih bacaan.

Be Wise, Young Adult Story [18+]

Bisa jadi mengandung adegan atau percakapan yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

****

Air mengalir dari pancuran membasahi tubuh kekar Jonathan. Pagi buta nan dingin tak menghalanginya untuk membersihkan diri. Bukan apa-apa, tapi Jon terbiasa dengan mandi di pagi hari, mandi dua kali sehari minimal. Jon itu serigala, suka yang dingin-dingin, termasuk air. Jadi, tak heran jika Jon akan mandi di pagi hari.

Jon menarik shower. Pria itu menyisir rambutnya ke belakang beberapa kali membuat air yang bersarang di rambut hitamnya menetes ke belakang. Jon mengambil handuk untuk mengeringkan tubuhnya yang basah.

Jon berdiri di depan kaca, berbalik untuk melihat punggungnya. Luka-luka yang masih terlihat tapi mulai mengering. Jon bersyukur lukanya mengering dan sembuh dengan cepat.

Pria kemudian mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil lalu mengenakan bathrobe hitam yang tergantung di kamar mandi.

Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka. Nayara masuk dan langsung berlutut di depan closet. Muntah, Nayara mengeluarkan semua isi perutnya. Jon sigap dan langsung memijat tengkuk Nayara.

"Kau baik-baik saja?" tanya Jon sedikit khawatir. Dia tau itu efek mabuk karena semalam Nayara minum alkohol cukup banyak.

Jon membantu Nayara bangkit, memapah Nayara yang lemas menuju wastafel untuk mencuci mulutnya.

"Kau baik-baik saja?" Jon bertanya lagi. Kali ini Nayara mengangguk saja.

"Aku akan menggendongmu, sebentar."

Tanpa persetujuan Nayara, Jon mengangkat istrinya, menggendongnya ala bridal dan membawanya keluar kamar mandi. Kebetulan Bibi Aya dan beberapa pelayan masuk untuk melakukan tugas mereka seperti biasa.

"Bibi, tolong buat sesuatu untuk Nayara. Kemarin dia minum alkohol cukup banyak dan sekarang mual," kata Jon pada Bibi Aya.

"Baik, Tuan."

Segera Bibi Aya keluar untuk meminta pelayan lain membuatkankan sup dan makanan lain yang dapat meredakan mabuk. Sementara itu, Jon masih memperhatikan Nayara yang terlihat lemas.

"Apa yang kau rasakan, Nay?" tanya Jon yang masih khawatir.

Nayar menggeleng. "Aku tidak papa. Lebih baik kau ganti pakaian. Pelayan sudah menyiapkan pakaianmu," ucap Nayara.

Jon menatap dua pelayan yang baru saja menggantung pakaian kerja Jonathan dan Nayara. Mereka memberikan hormat sebelum undur diri.

"Baiklah," kata Jon pasrah.

Jon beranjak untuk mengenakan pakaian. Nayara kembali berbaring karena merasa kepalanya sedikit pening. Sesekali dia melirik Jonathan yang bersiap untuk bekerja.

"Kau bisa sarapan sendiri nanti karena Bibi Aya masih menyiapkan sarapan khusus untukmu untuk meredakan mabuk. Kau minum cukup banyak semalam."

Nayara mengangguk. Wanita itu bangkit dari ranjang, berjalan ke arah Jonathan yang baru saja menggantung dasinya di leher.

"Biar aku bantu," kata Nayara kemudian mengambil alih dasi hitam salur yang Jonathan pegang.

Jon tersenyum kecil saat Nayara mulai mengikat dasinya. "Terima kasih," katanya.

The Wolf Bride [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang