Jangan lupa vote dan tolong berikan komentar agar author lebih semangat menyelesaikan ceritanya.
Cerita ini serta tokohnya adalah fiksi dan bijaklah dalam memilih bacaan.
⚠️
Be Wise, Young Adult Story [18+]
❗Part ini mengandung percakapan yang mungkin membuat tidak nyaman dan adegan dewasa pada akhir bagian; rate M [21+]❗
Bisa jadi mengandung adegan yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan.
Thank you✨
***
Flashback...
Langkah cepat itu menggema di lorong hotel. Pria tinggi itu menekan bel sebuah kamar beberapa kali sebelum akhirnya yang didalam membuka pintu.
"Tuan, maaf mengganggu," ucapnya.
"Verzha? Ada apa? Kenapa kau terlihat buru-buru?"
"Iya, Tuan. Aku buru-buru ingin mengabarimu. Aku mendapatkan kabar dari Eireen jika penyihir gelap, Majia kabur."
"Apa? Kabur? Sungguh?" tanya pria lainnya tak percaya.
"Tidak semua orang tau kabar ini Tuan. Tapi sepertinya lama-lama juga akan menyebar. Ini menambah kegelisahan orang-orang. Setelah para vampir sering keluar dan berkeliaran di dunia manusia dan sering tiba-tiba menyerang kaum werewolf kelas bawah, sekarang penyihir Majia lepas dari segel dan membuat sebagian penyihir lain dan para peri khawatir. Aku juga jadi khawatir Tuan. Katanya dia sangat kuat."
Helaan nafas keluar dari mulut lawan bicara Verzha, siapa lagi jika bukan Jonathan.
"Dan Tuan, aku merasa ini ada hubungannya dengan Morgan. Karena Morgan juga tiba-tiba menghilang. Mata-mata kita juga tidak ada kabar sama sekali. Aku merasa dia mungkin tertangkap seperti mata-mata kita yang lainnya."
Jon memijat pelipisnya. Lagi-lagi menghela nafas.
"Baiklah, terus cari tau dimana Morgan. Ah, jangan lupa siapkan alat pengintai kita yang sudah dibawa dari lab. Kita akan melakukan uji coba langsung hari ini."
"Baik, Tuan."
Kemudian Verzha undur diri untuk melakukan tugasnya. Sementara Jon menutup pintu. Di waktu bersamaan, muncul sang istri yang baru keluar dari kamar mandi.
"Sayang? Kau sudah selesai? Cepat ganti baju dan bersiap. Kita harus bergegas."
Nayara mengangguk. "Iya. Aku akan memanggil Clara untuk meriasku. Lebih baik kau keluar saja dulu."
Jon mengangguk dengan senyum. Dia mendekati Nayara kemudian memberikan satu kecupan di pipinya.
"Aku tunggu di bawah, ya? Bersiaplah. Ah, ya dan jangan terlalu cantik. Aku tidak ingin kau dilirik pria mata keranjang di pesta nanti."
"Bukankah kau bisa bertengkar. Colok saja mata mereka jika mereka melihatku," canda Nayara.
"Wow, nice idea Baby. Baiklah berdandan secantik mungkin. Jika ada yang melihatmu biar aku cabut bola mata mereka," kata Jon dengan candaan. Dan Nayara terkekeh saja mendengarnya meski sedikit merinding karena dia yakin Jon juga tidak akan segan melakukannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wolf Bride [END]
Fanfiction[18+] Nayeon and Jungkook as main characters visual Nayara dijual ayah tirinya sendiri. Ini adalah awal yang membuatnya bertemu Jonathan, seorang pebisnis yang namanya niak daun karena masuk majalah Forbes belakangan ini. Rupanya tampan, matanya taj...
![The Wolf Bride [END]](https://img.wattpad.com/cover/369098655-64-k1137.jpg)