46. Sorry

277 25 4
                                        

Jangan lupa vote dan tolong berikan komentar agar author lebih semangat menyelesaikan ceritanya.

Cerita ini adalah fiksi dan bijaklah dalam memilih bacaan.

Be Wise, Young Adult Story [18+]

Bisa jadi mengandung adegan yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

***

Setelah hari itu, Margaret takut untuk menemuinya. Dia takut untuk menemui siapapun. Yang dia pikirkan adalah bagaimana mempertahankan anaknya yang tidak bersalah.

Dia kembali ke tempat asalnya; Eireen. Sudah diputuskan, dia akan tinggal sendiri seperti ibunya dulu. Setidaknya Ken sudah tau bahwa dia memiliki seorang anak. Ayahnya juga mungkin akan mencarinya tapi dia tak peduli. Jika dia kembali mungkin dia akan dinikahkan dengan penyihir hitam nan jelek itu. Margaret tidak sudi. Secinta apapun dia pada ayahnya, dia tidak akan melakukannya. Tentu dia akan melakukannya jika itu dulu; sebelum dia jatuh cinta pada Ken.

Sebuah pintu kayu dibuka. Margaret tersenyum pada seorang wanita yang menyapanya.

"Selamat siang, Nyonya. Kau masih mengingatku, kan?"

"Kau siren itu? Ah, aku senang sekali bertemu denganmu. Sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu, hm?"

Pertanyaannya beruntun itu membuat senyum kecil muncul di wajah Margaret. "Tidak terlalu buruk," katanya.

"Apakah kau sudah menemukan ayahmu?"

Margaret mengangguk.

"Ah, syukurlah. Aku ikut senang. Dia tinggal di dunia manusia, kan? Pasti sulit bagimu tinggal di sana karena hampir tidak ada makhluk siren yang pergi ke dunia manusia. Meskipun tidak seperti duyung yang lebih beresiko, tapi tetap saja kehidupan di luar sana yang sangat berbahaya."

"Nyonya aku baik-baik saja," kata Margaret dengan senyum lebih lebar. "terima kasih karena sudah mengkhawatirkan aku," lanjutinya.

"Aku tau kehidupan di sana sangat sulit. Oleh karena itu aku kembali. Jadi, aku datang ke sini untuk menjual mutiara. Tolong diterima, Nyonya. Aku ingin menyewa rumah yang tidak jauh dari pesisir. Aku sedikit takut kembali ke lautan karena mungkin aku akan dikucilkan seperti dulu."

Margaret mengeluarkan sebuah kantung. Dia menyerahkannya pada wanita yang telah membuka sebuah toko perhiasan selama belasan tahun lamanya.

"Baiklah aku akan menerimanya. Tunggu sebentar, aku akan menggantinya. Tapi tidak bisa ku ganti semua dengan uang, ya? Aku akan menggantinya aku sebagian dengan perhiasan sehingga kau bisa menjualnya suatu hari nanti."

"Tidak masalah Nyonya. Terima kasih sudah banyak membantuku."

"Tentu. Oh iya, baru kemarin ada seseorang yang datang menanyakan tentang siren yang mencari ayahnya yang seorang werewolf. Aku pikir itu adalah dirimu jadi aku menceritakan sedikit tentang dirimu. Maaf aku tidak bisa menolak karena dia terus memaksa."

Mata Margaret sedikit membola. "Apa? Nyonya, seperti apa orangnya?"

"Ah, dia pria yang tampan dengan pakaian setelah hitam. Tubuhnya tinggi dan kekar. Dia tidak menyebut nama sama sekali, tapi aku tau dia seorang werewolf."

"Seorang werewolf?"

Margaret termangu sejenak. Tangannya mulai bergetar. Jantungnya mulai berdetak kencang. Sepertinya dia sudah ketahuan. Selama bertahun-tahun akhirnya ada yang menyadari bahwa Margaret bukan manusia serigala, melainkan seorang siren yang memiliki darah werewolf.

The Wolf Bride [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang