47. Tipu Daya

186 27 3
                                        

Jangan lupa vote dan tolong berikan komentar agar author lebih semangat menyelesaikan ceritanya.

Cerita ini adalah fiksi dan bijaklah dalam memilih bacaan.

Be Wise, Young Adult Story [18+]

Bisa jadi mengandung adegan yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

***


Pintu diketuk beberapa kali. Wanita di dalam sebuah rumah kecil itu langsung meninggalkan sarapannya. Dia heran karena ada tamu yang datang pagi-pagi ke rumahnya. Ini aneh. Meski sedikit ragu, wanita itu membuka pintu rumah yang baru disewanya beberapa hari lalu.

Pintu terbuka. Semilir angin pantai langsung menyapa sebagaimana senyuman seorang pria yang berdiri di hadapan seorang wanita.

"K-kau? Ken?"

Terkejut, bahkan sampai terbata saat mengucap nama pria yang berdiri di depannya. Margaret mundur selangkah. Hendak menutup pintu tetapi Ken menahannya.

"Kita harus bicara Mar. Sebentar saja," ucap Ken.

Margaret menelan saliva. Dia memegang perutnya, menggeleng. "Tidak, aku tidak akan membiarkanmu melukai anakku," katanya.

"Tentu tidak. Aku tidak ingin melukai anak kita. Kenapa kau berpikir begitu? Apa karena ini tiba-tiba kau pergi?"

Anak kita. Dua kata itu mampu membuat tubuh Margaret menegang.

"Maksudnya? Apa yang kau inginkan? Kau sendiri yang menginginkan aku agar menggugurkan anak ini."

Pria itu; Ken tersenyum simpul. "Kalian," katanya. "Kau dan calon anak kita, Margaret. Aku ingin kalian. Tolong lupakan apa yang aku katakan. Aku memiliki alasan."

Wanita itu terkejut sekali lagi. Di saat itu, Ken mengambil kesempatan untuk masuk dan menutup pintu dari dalam. Direngkuhnya tubuh Margaret yang memaku.

"Maafkan aku. Aku yang salah. Aku terlalu buta karena ingin menguasai segalanya dan menghabisi Jonathan. Aku larut dalam ambisi sampai tak sadar bahwa aku tidak bisa hidup bersamamu."

"Ken? Apa-kau kenapa? Bukankah kau tidak menginginkan anak ini?"

Ken melepaskan pelukannya. "Kata siapa?"

"Aku hanya terkejut waktu itu dan saatnya tidak tepat. Aku hanya belum siap. Ah, astaga bodohnya aku." Ken terkekeh. "Kita melakukan se* tentu saja kau bisa hamil, kan? Dan kau tidak pernah melakukannya dengan pria manapun selain aku, tentu dia anakku."

Margaret mengangguk. "Kau benar, dia memang anakmu. Tapi kau menolaknya."

"Tidak lagi. Sekarang aku menginginkan anak ini."

Ucapan Ken membuat mata Margaret melebar. "Sungguh?" tanyanya.

Ken mengangguk. "Tentu. Kau tau kenapa?"

"Kenapa, Ken?" tanya Margaret sedikit ragu.

"Karena aku mencintaimu," kata Ken sambil menatap mata Margaret.

Wanita itu kembali membeku. Dia mencari kebohongan di mata itu, tapi nihil. Itu membuatnya senang. Rasanya seperti ingin terbang. Jantungnya berdebar.

"Ken? Sungguh?" tanyanya tak percaya.

"Iya. Aku sangat-sangat mencintaimu. Aku tau segalanya. Aku tau sejak lama kau juga tertarik padaku, kan? Kau berharap padaku. Aku pun sama, hanya saja ada banyak hal yang tidak bisa ku lakukan. Sekarang impianku akan tercapai. Jon sudah hancur. Dia menjadi manusia serigala dan mafia yang lemah. Bahkan dia sudah diserang dan banyak orangnya yang menjadi korban. Lalu kau tau apa? Dia dan istrinya bercerai. Bukankah itu awal kehancurannya? Impianku tercapai, jadi aku tidak memiliki alasan apapun untuk tidak bersamamu."

The Wolf Bride [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang