Jangan lupa vote dan tolong berikan komentar agar author lebih semangat menyelesaikan ceritanya.
Cerita ini adalah fiksi dan bijaklah dalam memilih bacaan.
Be Wise, Young Adult Story [18+]
Bisa jadi mengandung adegan yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan.
***
Sinar matahari menerobos masuk melalui celah tirai jendela berwarna abu-abu. Kehangatannya mengusik wanita yang terlelap dalam sebuah selimut tebal. Nayara mengumpulkan nyawanya, menguap sedikit kemudian mengucek mata.
Wanita yang berusia 27 tahun itu bangun. Hal pertama yang dia cari adalah sang suami. Dia menghilang, tak di sampingnya.
Ah, sialan Nayara benar-benar menyukainya. Bahkan hal pertama yang ingin dia lihat pagi ini adalah si brengsek Jonathan? Hell, nah! Kenapa dengan dirinya?
Meski dalam tubuhnya bergejolak menolak, tapi tubuhnya bergerak tak berirama dengan dalamnya. Kaki telanjangnya menapak lantai yang dingin. Wanita itu menoleh ke kanan dan kiri, mencari sosok pria yang semalam bersamanya.
"Jon..." panggil Nayara dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Jonathan kau dimana?"
"Nyonya..."
Clara berlari kecil, datang menghampiri Nayara. Wanita itu tersenyum cerah seperti matahari pagi ini.
"Clara, apakah kau melihat Jonathan?"
"Nyonya, Tuan sedang di luar bersama Verzha. Moodnya tidak baik. Kenzie baru saja datang dan mereka bertengkar. Sekarang Tuan Jonathan terlihat marah. Dia sedang adu jotos dengan Verzha," jelas Clara.
Mata Nayara membulat. Dia langsung menengok ke kanan dan kiri untuk melihat jam. Ternyata ini sudah pukul 10 pagi.
"Untuk apa Ken datang pagi-pagi?" tanya Nayara.
Clara bergidik. "Entahlah. Tapi sudah pasti melakukan hal menyebalkan karena Tuan Jon langsung marah. Tuan memukul Ken beberapa kali. Setelah itu Ken pergi."
Nayara menghela nafas panjang mendengar penjelasan Clara.
"Nyonya, aku akan siapkan air hangat untukmu. Sebentar, ya?"
Nayara mengangguk kecil sambil tersenyum. "Aku pergi dulu sebentar sementara kau siapkan airnya."
"Eh? Nyonya mau kemana? Nyonya ini tempat asing, tolong berhati-hati. Jika sesuatu terjadi padamu, aku pasti dihukum."
"Clara, tenang saja."
Nayara memberikan senyum kemudian menepuk pundak Clara beberapa kali sebelum beranjak pergi. Clara tak menghalanginya, hanya melihatnya sejenak sebelum melakukan tugasnya menyiapkan air mandi untuk Nayara.
***
Satu pukulan mendarat tepat di wajah Verzha. Pukulan yang bukan main-main kencangnya. Duel sederhana antara Jonathan dan Verzha. Keduanya sama-sama belum mengalah. Dalam hal ini, tak ada batasan antara atasan dan bawahan. Verzha tau Jon butuh seseorang untuk dijadikan samsak dan dia siap. Sementara Jon tau Verzha menyimpan banyak kekesalan dalam dirinya yang tentu ditujukan untuk Jonathan. Jon tau dia menyebalkan, well itu mengasyikkan.
Verzha balik menyerang, tapi berhasil ditangkis Jon dengan baik dan berhasil membalas. Verzha tak menyerah dan menyerang lagi, kali ini satu tendangan berhasil memukul mundur Jonathan beberapa langkah kebelakang. Jon tersenyum saja, bangga pada Verzha. Setidaknya, orang kepercayaannya memang kompeten.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Wolf Bride [END]
Fanfiction[18+] Nayeon and Jungkook as main characters visual Nayara dijual ayah tirinya sendiri. Ini adalah awal yang membuatnya bertemu Jonathan, seorang pebisnis yang namanya niak daun karena masuk majalah Forbes belakangan ini. Rupanya tampan, matanya taj...
![The Wolf Bride [END]](https://img.wattpad.com/cover/369098655-64-k1137.jpg)