52. No Title

201 21 1
                                        

All characters and story belong to author Cactusnrj.

Kindly leave your vote and comment.

‼️Be wise, young adult (18+) story‼️

©2024

***

Tatapan pria dengan mata hazel itu terlihat kosong. Menatap ke depan, sementara pikirannya melayang entah kemana.

Di pangkuannya, seorang wanita tengah terlelap. Sudah beberapa jam lamanya dan kini dia mulai membuka matanya. Hal pertama yang dia lihat ketika pandangannya mulai jelas adalah pria yang paling dicintainya. Ayah dari anak dalam rahimnya.

"Ken," panggilnya dengan lembut. Dia tersenyum kecil. Wanita itu; Margaret menyadari jika Ken tengah melamun.

"Ken." Tangannya terulur untuk memegang pipi Ken. Pria itu terperanjat dan langsung menunduk.

"Oh, Mar? Kau sudah bangun?" tanyanya spontan.

"Apa yang kau pikirkan Ken?" tanya Margaret.

Ken menarik kedua sudut bibirnya lalu menggeleng. "Tidak ada," jawabnya.

"Aku tau kau memikirkan sesuatu. Apakah kau tidak ingin membaginya denganku?" tanya Margaret.

"Kenapa kau menjadi manis seperti ini? Bukankah sebelumnya tidak begini?" tanya Ken dibarengi kekehan pelan.

"Ah, itu karena..." Margaret menggantung ucapannya di udara. Dia menggigit bibir bawahnya. "Kau tau? Itu bukan sifat asliku. Selama ini aku bersandiwara. Aku sudah banyak membohongimu."

Ken membisu dalam beberapa saat. Teringat kembali ucapan Jonathan sebelum Ken membunuhnya tempo hari. Margaret adalah anak dari Kenzie. Dia sudah tau dan ketika dia sampai di sini, Majia dan Morgan sendiri memberitahunya.

"Aku minta maaf. Aku sudah banyak menipumu. Tapi, kenapa kau sama sekali tidak marah? Sejujurnya itu membuatku khawatir," kata Margaret. Wanita itu lalu bangkit dari posisinya. Duduk menghadap Kenzie yang masih membisu.

"Kau tau? Aku tidak pernah benar-benar ingin melakukannya. Ayahku memaksaku. Sebenarnya tidak terlalu terpaksa karena aku berjanji akan membantunya. Semua aku lakukan demi mendapatkan kasih sayangnya. Kami tidak pernah bertemu karena orang tuaku telah berpisah sejak lama. Setelah kematian ibuku, aku pergi sendiri dari Eireen dan mencarinya."

Margaret terkekeh pelan. Entah apa maksudnya tapi Kenzie tidak mengerti. Saat diperhatikan, wajah Margaret menjadi sedikit murung setelahnya.

"Ternyata dia tidak menginginkan aku," tukas Margaret dengan senyum kecil. Lalu dia melanjutkan setelah memberi jeda beberapa saat. "Tapi dia memberiku kesempatan. Jadi aku tidak menyia-nyiakannya."

Margaret menunduk, dia mengusap perutnya. "Sekarang hal itu terulang lagi. Anakku tidak diinginkan ayahnya. Entah bagaimana dia saat lahir nanti. Keadaannya sekarang... aku merasa bahwa tidak ada yang tulus padaku. Ayahku bahkan lebih sibuk menyusun strategi bersama Majia untuk menghabisi vampir dan menjadi werewolf terkuat. Dia ingin menguasai semuanya."

Margaret menunduk, dia ingin menyembunyikan air matanya. Bibirnya bergetar, isakannya ditahan. Itu membuat dadanya semakin sesak.

"Bahkan setelah semua yang aku lakukan, meski aku menyelam ke lautan paling dalam untuk mengambil buku itu, dia tidak berubah. Aku merasa, masih merasa kasih sayangnya hanya kepalsuan. Aku tidak berharga bagi ayahku."

Ken yang sejak tadi hanya diam mulai bergerak ketika Margaret menangis. Pria itu membawa Margaret dalam pelukannya yang hangat. Begitulah yang Margaret rasakan. Kehangatan yang rasanya sedikit berbeda dari yang pernah dia dapatkan sebelumnya. Entah dari ayahnya atau Ken sendiri.

The Wolf Bride [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang