33.

116 8 0
                                        

"Jelaskan pada istri saya bahwa bukan saya pelaku dari kehamilan kamu." ucap Afif.

Ketiga orang ini tengah berada ditaman kampus. Maureen sempat mencari keberadaan Gio, bahkan ke kosannya, tapi ia tak bisa menemukan. Kata pemilik kosan Gio justru sudah pindah dua minggu lalu, dan ia pun jarang melihat Gio dikampus. Hal itu semakin membuatnya takut.

Maureen terdiam.

"Mba, bener yang dibilang suami saya?" tanya Afifah geram.

Tiba-tiba Maureen menggeleng, membuat Afif mengerutkan keningnya.

"Ini anak Afif, satu bulan lalu kita pernah check in dan kita HB."

Kedua bola mata Afif membulat. "Kok ucapan kamu beda?! Saya nggak pernah HB sama kamu, itu fitnah!"

"Nggak usah ngelak, Fif. Istri lo udah tau juga, lebih baik jujur aja." ucap Maureen membuat Afifah beranjak.

"Pembohong," ucap Afifah sebelum akhirnya pergi meninggalkan keduanya.

"Apa maksud kamu?"

"Maaf, gue takut. Gio hilang entah kemana, sedangkan gue hamil. Gimana nasib gue kedepannya, Fif?"

"Bukan urusan saya!" Afif menyusul istrinya.

••••••••••••••

Sosok wanita berdres biru tua dengan dihiasi bunga-bunga kecil itu turun tangga menuju ruang tengah.

"Sayang?" ucap Irish setelah sampai didekat sofa.

Afifah menangis saat itu juga, dan Irish segera menghampiri dan memeluknya.

"Kenapa menangis? Ada masalah?" tanyanya sembari mengelus ujung kepala sang putri.

"Hiks... Afifah sakit hati Ibu hiks..."

"Kenapa? Bilang sama Ibu."

"Suami Afifah menghamili perempuan lain, Ibu."

Irish terkejut bahkan sempat terdiam beberapa detik. Tak mungkin, Afif anak baik-baik dan paham agama, masa iya menghamili perempuan lain? Pikirnya.

"Suami lo ngehamilin siapa?"

Suara itu berasal dari arah tangga, yang mana laki-laki ini baru saja turun dan tak sengaja mendengarnya. Ia menghampiri.

"Nggak mungkin. Afif anak Gus, gue aja temenan sama dia udah lama nggak pernah denger dia bandel apalagi sampe hamilin anak orang." ucap Aksa dengan tangan yang melipat pada dadanya.

"Perempuan itu sendiri yang bilang kalo mereka pernah hubungan bad*n dihotel satu bulan lalu hiks..."

"Siapa nama ceweknya?"

"Maureen. Teman kampusnya."

Aksa sedikit ngelag, bukannya Afif tak suka dengan Maureen? Tapi mengapa menghamili? Ia tidak bisa percaya begitu saja jika tidak ada bukti. Jelas ini fitnah, Maureen sangat menginginkan Afif, pastinya Maureen mempunyai banyak cara untuk merusak rumah tangga mereka.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 26 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

KISAH KITA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang