"Kakak tau tentang lee boo jin? President of shilla hotel. She married someone, known in the South Korean press as Mr. Cinderella because of his humble background. Tapi pernikahan mereka nggak lama. Sekarang mereka sudah bercerai."
"Iya." Semesta mengangguk, tangannya sibuk membolak-balik kertas exercise untuk Amora tanpa mendongak,"Pernah dengar, kenapa?"
"Menurut Karl Marx's, the successful members of the middle class would become members of the bourgeoisie, while the unsuccessful would be forced into the proletariat. Terus, kalau menurut kakak seandainya Kelas bourgeoisie menikah dengan proletariat apa mereka bakal selalu nggak cocok pada akhirnya?"
"Cocok atau nggak kembali ke masing-masing, Amora. Kamu nggak perluh jauh-jauh pakai theory Marxisme. Dalam budaya Jawa juga ada Kawula mung saderma, mobah mosik kersaning hyang sukmo,-lakukan apa yang jadi tugas manusia. Sisanya biar tuhan."
"Maksud kakak, lakukan yang terbaik sisanya tuhan? Maksudnya jodoh ditangan tuhan? Jadi perbedaan kelas sosial nggak masalah? Kalau memang begitu kenapa harus ada istilah bibit, bebet, bobot?"
"Karena menikah memang nggak sembarangan. Harus di pikir baik-baik. Dan kamu nggak usah mikir sampai sejauh itu. Umur kamu masih empat belas tahun."
"Soalnya ayahku yang sering bilang begitu. Aku nggak boleh menikah dengan orang yang kelas sosialnya jauh di bawahku. Tapi apa iya kesamaan status ekonomi membuat hubungan seseorang lebih bahagia?"
..............
Semesta tidak tidur semalam suntuk. Kepalanya pening sekarang dan ia bangun dari kasur dalam keadaan setengah tidur setengah bangun seperti orang mabuk. Ia sedikit linglung dimana ia tidur sekarang, tapi juga sedikit sadar, kalau ini bukan kamar tidurnya di rumah sana.
Setelah langkahnya sampai di depan pintu, Semesta baru benar-benar sadar. Ia ada di hotel. Hotel bintang tiga dan apa hotel bintang tiga menyediakan room service sepagi ini?
Begitu Semesta membuka pintu hotelnya yang dari tadi di ketuk. Satu tangan kecil memaksa mendorongnya masuk. Semesta bertahan di tempat. Menunduk. Melihat makhluk kecil mana yang berani mengganggunya di pagi buta.
"Pak Semesta." Ujar Amora dengan suara menggoda. Ia mendorong dada Semesta lebih keras hingga Semesta mengalah berjalan mundur kebelakang sampai menempel tembok.
"Ya?" Tanya Semesta. Ia membetulkan posisi kacamatanya disaat yang sama Amora meletakan tangannya di tembok tepat di samping badan Semesta.
Mulut Amora terbuka. Tapi hanya terbuka saja karena ia tidak berkata apa-apa. Ia juga berusaha berjinjit seperti mau mencium Semesta tapi mandek di tempat. Di udara. Sunyi senyap cukup lama sampai Amora akhirnya buru-buru menutup wajah dengan kedua telapak tangan, meringis seperti mau nangis, dengan wajah merah sampai ke ujung kuping.
"Akhir-akhir ini buku apa yang kamu baca sih?" Semesta geleng-geleng, menyentil pelan kening Amora.
"Mature, adult novel."
"Ya sudah. Jangan di praktekan lagi ya." Ujar Semesta, "Dunia adult novel beda dengan dunia nyata."
"Beautiful disaster. Wall banger. Fifty shades of grey. Kakak harus baca ya."
"Iya. Nanti aku baca." Semesta kini ganti yang mendorong bahu Amora pelan, sopan. Kembali keluar dari pintu hotel.
"Kenapa? Kakak mau tidur lagi? Sudah jam setengah enam. Ayo sarapan denganku. Tadi aja aku ketemu pak Rendra, beliau sudah bangun ngerokok di depan."
"Tadi malam kamu bisa tidur, Amora?" Potong Semesta.
"Nggak." Amora menggeleng, wajahnya masih merona merah walaupun sedikit kuyu, "Semalaman, aku cuma ingin lihat wajah pak Semesta."
Semesta menelengkan kepalanya menatap mata Amora dalam. Ada ribuan kupu-kupu mulai berkepak di tubuhnya. Hingga Semesta akhirnya memutuskan untuk melipat lengannya di depan dada, menunduk mengecup pelan bibir merah Amora, "Tunggu aku ganti baju, sebentar, Mora. Aku bakal temani kamu makan sarapan. Tapi tolong setelah ini kamu harus berusaha bersikap formal. Seperti co worker biasa."
KAMU SEDANG MEMBACA
Glimpse
RomanceTrue love is always worth to wait. Warning mature content. This works have general and fundamental questions concerning topics like existence, reason, knowledge, value, mind, and language. Dedicated for people's who like sweet, mature, love story...
