Lisa masuk ke kamarnya untuk mengambil beberapa pakaian tapi dia merasa ada yang aneh, ada sesuatu yang tidak terletak pada tempatnya. Seperti tas kerjanya, tas bola basketnya dan beberapa kertas yang seharusnya ada di laci kini ada di atas tas ranselnya yang terletak di tempat tidur.
Dia memeringkan wajahnya sebentar dan berpikir kapan dia masuk ke kamar dan merapaikan kamarnya. Tapi dia mengabaikannya dan kembali mengambil baju dan handuk, kemudian masuk ke kamar mandi untuk siap-siap latihan.
Sedangkan Jennie menyiapkan beberapa roti panggang untuk sarapan. Dia jauh lebih siap dari Lisa, pagi-pagi dia sudah harus mandi, berdanda dan siap pergi syuting tapi menyiapkan diri untuk membuat sarapn untuk mereka.
Setiap pagi senyumannya tidak pernah pudar, selalu ada kehangatan di tempat tidurnya. Semenjak dia dan Lisa meresmikan hubungan mereka secara benar bukan akting dia selalu terbangun dengan wajah yang ceria, selalu ada Lisa di sana bersamanya. Terkadang dia bangun terlebih dulu dari Lisa hanya untuk memperhatikan wajah wanita itu, menelusuri profil wajah Lisa dengan lekat-lekat. Dia tidak pernah percaya bisa jatuh cinta pada wanita seperti Lisa.
"Pagi indah?" Tanya Lisa keluar dari kamar sambil membawa tas Ranselnya.
Jennie tersenyum dan memberi ciuman singkat. "Seharusnya tapi-"
"Tapi?" Lisa memeluk pinggang Jennie dan mencium bahu wanita itu berulang kali.
"Jisoo memintaku untuk datang tepat waktu. Ada sesuatu yang harus di bahas."
Lisa melepaskan pelukkannya dan membiarkan Jennie duduk di kursi mereka masing-masing. "Harus kembali bekerja." Kata Lisa.
Jennie mengangguk, mengambil sehelai roti panggang dan meletakkannya di piring Lisa. "Aku ingin rehat setelah Drama ini."
Lisa menatap Jennie, memperhatikan kerutan kecil di dahi wanita itu. Dia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan Jennie, seperti kelelahan setiap bekerja, bosan dengan dunia artis dan butuh istirahat panjang.
"Aku ingin berlibur." Ucapnya lagi.
Lisa meneguk susu yang ada di meja, mendengarkan semua keluh kesah Jennie pagi itu dengan damai. Mendengarkan dengan seksama tanpa protes, sesekali ia juga menanggapi dengan saran yang mungkin saja bisa di terima. Tapi Jennie terkadang terlalu keras terhadap keputusannya soal bekerja, dia suka bekerja tapi dia mengeluh. Sebenarnya Jennie hanya butuh di rumah bersama Lisa menghabiskan waktu seharian lalu kembali bekerja kemudian kembali ke rumah berpelukan dengan Lisa di tempat tidur dan sambil mengobrol.
Jennie hanya ingin moment itu setiap harinya bersama pacar barunya.
Pacar baru?
Jennie tersentak diam di dalam mobil menuju lokasi syuting. Apakah dia melupakan Taehyung? Dia tidak pernah memutuskan hubungan secara resmi bersama Taehyung, yang dia lakukan hanya break sementara waktu. Sekarang hubungannya semakin rumit, Jennie memijat keningnya karena tiba-tiba rasa bersalah terhadap Lisa begitu besar.
"Jen-" Jisoo bergerak begitu cepat saat melihat Jennie keluar dari mobil. "Taehyung..." Matanya mengikuti mata Jisoo saat melirik ke sebuah mobil hitam di sudut parkir bawah pohon.
Reaksi pertama Jennie adalah menghela napas dan sedikit terdiam sebelum akhirnya dia berjalan ke mobil hitam dan masuk.
"Butuh berapa lama untuk breaknya?" Taehyung bertanya sambil menyilangkan kakinya dan membaca berita sahamnya di tablet.
Jennie duduk dengan tidak nyaman, pandangannya lurus ke depan. Saat dia menatap Miko dari spion saat itu Miko langsung keluar dari mobil.
"Aku tidak tahu."
"Tidak tahu?" Taehyung menutup tabletnya dan melemparnya ke sisi sampingnya dengan cukup keras. Jennie tersenyak kaget, dari dulu dia tidak pernah suka dengan sikap kacar Taehyung, dia selalu takut dan merasa terintimidasi di setiap waktu. "Untuk apa ini semua? Kebebasan? Permainan atau untuk Lisa!"
KAMU SEDANG MEMBACA
The secret relationship
FanficLisa seorang wanita pekerja keras yang miskin, gagal kuliah dan banyak memiliki pekerjaan paru waktu untuk membiayain hidupnya dan juga keluarganya. Suatu hari dia mendapat tawaran pekerjaa dari seorang Pria kaya raya di Korea, pekerjaan itu membawa...
