Jangan lupa tinggalkan vote dan komentar.
•••
"Senan ku harap kamu gak ngelakuin hal bodoh kayak waktu itu, ku mohon jangan." batin Jordan, ia mendobrak pintu kamar dan berakhir lemas dengan apa yang ada di hadapannya, Zhelly pun berlari kearahnya dengan masih menggonggong. Mungkin bermaksud minta tolong pada Jordan.
Di hadapan Jordan, Senan tergeletak tak sadarkan diri dengan bersimbah darah seperti waktu itu, bedanya sekarang Senan berani mengiris pergelangan tangannya sendiri. Jordan pun segera menghampiri Senan dan mencoba untuk menyadarkannya.
Tak kunjung sadar, Jordan pun mengangkat dan menggendong Senan untuk di bawa ke rumah sakit.
Sampai saat ini Senan masih belum sadarkan diri, entah dia masih pingsan atau melanjutkan tidurnya. Yang jelas Jordan menunggunya dengan cemas di samping ranjang Senan, dengan menggenggam tangannya yang pergelangan tangannya di sayat dan sudah terbalut perban sesekali menciumi tangan itu sembari bergumam, "bangun Senan, please bangun, jangan tinggalin aku sendiri.. aku mohon."
Beberapa saat setelah Jordan bergumam seperti itu, Senan pun perlahan menggerakkan jemarinya membuat Jordan senang melihat itu. Jordan pun beralih menatap mata Senan yang ingin terbuka perlahan.
"Engh.. k-kakak.." gumamnya pelan dan serak hampir seperti berbisik membuat Jordan mendekat dengan menaikkan sebelah alisnya seperti bertanya "apa?"
"Kamu butuh sesuatu?" tanyanya memperhatikan raut wajah Senan yang masih pucat namun tidak mengurangi kadar apapun dari sana.
"H-haus.." ucap Senan pelan membuat Jordan sigap mengambilkan air putih yang sudah di sediakan di atas nakas, Jordan membantu Senan untuk duduk agar memudahkannya untuk meminum air itu.
"Kak.. m-mama.."
"Mama udah pulang semalem, sekarang kita di rumah sakit. Kamu kenapa ngelakuin itu lagi? Kan udah janji waktu itu gak akan ngelakuin lagi." kata Jordan lembut memotong ucapan Senan dengan mengelus rambut anak itu menatapnya dengan lembut.
Senan terdiam menatap tangannya yang masih setia di genggam oleh Jordan, "maaf.. gue salah. Gue.. sebenernya ini yang gue takutin, gue takut mama bakalan nagih ini. Sehari sebelum kita nikah waktu itu, mama selalu ngewanti-wanti gue untuk segera hamil, makanya waktu itu gue nanyain tentang itu ke lo."
"Gue stres bahkan hampir gila setiap mama nagih lewat iMessage, makanya semalem gue ngelakuin itu, gue pikir, gue udah di surga sekarang." jelas Senan membuat Jordan mengelus rambut belakang Senan, Jordan pun memeluknya segera, ingin memberikan ketenangan dan kenyamanan untuk Senan.
"Kenapa sih, lo nolongin gue terus? Gue pengen mati kak.." kata Senan lagi dalam pelukan Jordan.
"Jangan mati, nanti aku sama siapa kalo kamu gak ada? Aku gak mau sendirian Sen." ucap Jordan pelan mengeratkan pelukannya membuat Senan mengernyit mendengar ucapan Jordan yang terdengar aneh di telinganya.
"Aku? Kita sekarang pake aku-kamu?" tanya Senan mendongak menatap Jordan yang sudah mengangguk.
"Iya, kita belajar pake aku-kamu kayak kata Nando, mau kan?" Senan mengangguk menjawab pertanyaan Jordan.
"Kamu jangan ngelakuin itu lagi, aku panik, aku khawatir sama kamu. Nanti kalo kamu udah boleh pulang, kita ke psikiater ya? Aku mau kamu sembuh dan gak kayak semalem lagi."
"Gue kayak orang gila ya kak?"
"Ke psikiater bukan berarti gila Senan, aku cuma pengen kamu sembuh. Nurut ya, sekali aja."
"Iya,"
🍂
"Kakak.. Senan yang paling cantik ini datang untuk menemui mu." teriak Senan saat ia sudah berada di kawasan markas geng motor sang suami dengan membawa tempat bekal berwarna biru di tangan kanannya tersenyum saat beberapa anak buah Jordan yang masih berada di luar itu menatapnya dengan panik dan melarangnya masuk kedalam, tapi bukan Senan namanya jika ia menuruti ucapan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suddenly; Bl [End]
RomansaBL 18+ Suddenly? Pendapat kalian tentang judul cerita ini tuh apa? Suddenly kan artinya tiba-tiba tuh, apakah kalian berpikir.. Tiba-tiba mendapat uang segepok di jalan begitu? Atau tiba-tiba menjadi anak yang di sayangi orang tua atau guru di seko...
![Suddenly; Bl [End]](https://img.wattpad.com/cover/330541708-64-k230290.jpg)