Menjadi Teror

11.6K 674 7
                                        

Malam yang dingin begitu mencekam dimana rumah nenek memang begitu banyak jendela dan di antaranya adalah kamar Shany,hampir ada tiga jendela berukuran sedang sehingga ia sedikit kedinginan dan membuatnya sering ke kamar mandi untuk itu.

Kini terjadi lagi,gadis itu terbangun dari tidur nyenyaknya dan pergi pelan pelan ke kamar mandi yang memang tidak jauh dari sana,wajah bantal nya sangat khas.

Setelah membuang hajat nya shany mencoba lihat jam dan ternyata masih menunjukan jam 2 pagi dan itu adalah terpagi yang pernah ia lakukan.

Gadis itu mencoba minum air demi meredakan rasa panik karena buru buru,ketika matanya menatap ke arah tempat sampah ia terkejut tidak ada bunga mawar yang ia buang tadi sore dan bahkan semua sampah masih ada di sana kecuali bunga itu.

Shany mencoba membersihkan matanya dan melihat lebih teliti dan itu memang benar benar hilang.

Dimana bunga nya?

Kini maniknya beralih pada vas bunga dan tidak ada sama sekali bunga mawar hitam tersebut,"Apa nenek membuangnya? Tapi kenapa hanya bunga itu?"

Tapi ia mencoba acuh dan hendak kembali ke kamarnya hingga kini sebuah kertas kecil terlihat menempel di pintu kaca milik neneknya,matanya menelisik dan kini ia maju untuk melihat lebih jelas.

Kertas itu bertuliskan Hadiah indah,kau tidak suka Shany sayang?

Apa ini?
Tubuh nya gemetar karena tidak ada yang mengenalnya disini dan semua orang bahkan belum ia temui lalu Siapa yang memberikannya bunga itu dan bagaimana dia bisa tahu namanya.

Teringat bunga yang menghilang ia berfikir bahwa bunga itu di ambil kembali atau,mungkin dicuri.

Tidak mungkin. Ia menggelengkan kepalanya dan meremas kertas itu sambil membuangnya ke tempat sampah,"ini hanya lelucon! Aku harap hanya mimpi."

Shany kembali ke kamarnya menyelimuti tubuhnya berusaha kembali tidur tanpa menghiraukan bagaimana pikiran nya,shany adalah gadis yang mudah parno dan sangat memperhatikan hal kecil yang aneh itu sebabnya ia sangat mudah ketakutan.

Hingga mimpi mulai melanda,sosok pria dari bawah kasurnya keluar perlahan bersembunyi sejam lalu sambil memperhatikan gadis cantik yang tenang tertidur pulas.

Sosok itu sangat menikmati bagaimana nafas pelan yang berderu santai dan bagaimana keringat ringan yang keluar karena beberapa menit lalu membuatnya tersenyum,sosok pria itu mengusap keringat Shany lalu mencium kening gadis itu sayang.

Ia melihat gelang yang masih gadis itu pakai membuat gelora di dalam jiwanya keluar,deru nafasnya menjadi kencang bahkan siapapun bisa rasakan keeogisan di matanya,pria itu mengeluarkan lidahnya demi membasahi bibir bawahnya yang kering.

Itu lebih seperti,buas dan kejam.

Kukunya yang hampir memanjang mengelus pucuk kepala gadis manis itu dan berkata dalam gelap,"Aku akan segera menemuimu lagi,kekasihku."

Setelah itu sosok tersebut berjalan mundur,hilang dalam kegelapan,begitu cepat. Seperti sihir.

Paginya Shany merasa tubuhnya yang pegal mungkin karena tidak terbiasa dengan kasur barunya,ia terbangun dengan neneknya yang sudah sibuk dengan membaca majalah dan minum teh.

Shany menghampiri wanita itu dan memeluknya,"Good morninggg" katanya manja.

Sang nenek tertawa pelan"bagaimana tidur mu sayang? Kau tidur sangat cepat." Katanya.

"Aku mimpi indah nek,nenek tahu? Aku bermimpi saat itu aku di cium oleh seseorang! Bahkan itu sangat nyata. Dia mencium keningku dan berkata hal yang sulit aku cerna." Katanya antusias.

Sang nenek terdiam sebentar namun ia kembali berkata,"Itu hanya bunga tidur."

"Ish nek! Itu terasa nyata,bodohnya aku bahkan tidak tahu siapa yang menciumku." Sesalnya.

Lengan wanita tua itu bergetar saat shany pergi izin untuk mandi ia meraih catatan baru yang ia dapat di laci sisi kasurnya,matanya memejam seolah olah merasa menyesal akan sesuatu.

Aku akan membawanya pergi,jika kau menghalangiku. Keluargamu akan hancur.

Hingga kembali pada Suatu malam yang gelap sosok wanita tengah bersedih meratapi teman hidup sehidup sejatinya baru saja di makamkan dan kini setelah keluarganya kembali masing masing ia terduduk di tengah ruang tamunya sambil menonton televisi,wajah tanpa gairahnya seolah-olah adalah bunga yang layu.

Ia bahkan tidak peduli dengan seseorang yang masuk ke dalam rumahnya dan duduk santai di sofa nya ia menatap wanita tua itu sambil memakan keripik kentang yang ia beli,wajahnya penuh kemenangan.

"Itu akibat kau tidak menuruti perintahku." Kata sosok itu.

Wanita tua itu melirik pada pria asing itu,"Dia tidak salah pilih,daripada memberikan berliannya lebih baik dirinya mati."

Pria itu terkekeh,"Aku bisa saja menculik nya dan membawanya pergi tapi aku ingin dia sendiri yang datang padaku. Kenapa kau tidak menyuruhnya saja kemari?"

"Sampai mati pun aku tidak akan menyuruhnya kemari!" Seru wanita itu.

"Kenapa kau menginginkan nya? Tidaklah cukup orang yang kau bebani dalam hal ini? Harusnya kau bertaubat! Terlebih saat ayahmu tiada itu!!" Lanjutnya.

PLAKK

Tamparan keras mendarat di pipi wanita itu membuat tanda merah yang sangat familiar sehingga air mata keluar dari matanya,"Jangan pernah bibir kotormu menyebut ayahku jika tidak mau ikut bersama suamimu!"

"Ku beri waktu dalam seminggu,bawa gadisku kesini dan hidupmu aman.

Setelah itu pintunya di tutup kencang sehingga terdengar nyaring di telinga,wanita tua itu menangis sejadi jadinya.

Kembali pada Shany yang tengah asyik membuat kue ia berniat untuk membagikan kue buatannya pada tetangga,ketika dirasa sudah cukup ia menaruh beberapa di keranjang kue dan pergi keluar.

Ia melihat sang nenek tengah menjemur kain di depan,"kamu mau kemana Shany?"

"Aku akan membagikan setengah kue ku ke tetangga,aku sudah siapkan untuk nenek di meja. Cobalah!" Katanya dan mulai berjalan.

Sang nenek hanya tersenyum dan mengangguk ia tanpa sengaja melihat sosok pria itu di balik kainnya dan tersenyum miring.

Shany mulai membagikan kuenya dan membuat semua orang senang,"Oh kau cucunya,cantik sekali..terimakasih..."

"Wow wangi! Aku suka sekali terimakasih Shany cantik!"

"Kau baik sekali,pintar memasak bagaimana kalau kau bertemu dengan cucuku. Dia akan senang berkenalan dengan wanita yang pintar masak."

Suasana canggung terjadi,Shany paling anti dengan hal seperti ini,"Ah begitu,maaf aku harus membagikan sisanya."

"Ah baiklah,terimakasih sayang."

Setelah ia rasa sudah cukup ia melihat cookies miliknya sisa satu dan dia sudah kenyang untuk memakan sisanya itu oleh sebab itu ia memilih untuk pulang saja dan makan bersama neneknya,namun di perjalanan ia melihat sosok pria yang tengah membawa belanjaan seperti kayu dan tali entah untuk apa shany mencoba memberikan sisa kuenya padanya.

Ia menghampiri pria itu dan berkata,"Permisi kau mau cookie? Aku sedang membagikan kue ku pada tetangga apa kau mau?"

Tidak ada jawab namun dengan susah payah pria itu mengulurkan tangan kanannya dan menggoyangkan nya,"ah iya ini,terimakasih ya!"

Setelah memberikan itu shany pergi untuk kembali ke rumah neneknya ia sangat senang karena kuenya habis.

"Lihat? Semua orang suka kue ku!" Katanya berkata sombong.

Nenek mencoba kue buatan cucunya,"memang enak,kau harus membuka toko mu sendiri."

"Itu juga ideku nek! Apa seharusnya kita buka toko disini? Kau mengizinkan nya kan?"

"I-iya,nanti."

Kalau aku mati.

𝐏𝐑𝐈𝐀 𝐁𝐈𝐒𝐔 𝐉𝐄𝐋𝐄𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐁𝐋𝐈𝐒Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang