Menguping

3.5K 218 2
                                        

Kembalinya Mr.Aderson ke rumahnya membuat kepalanya semakin pening,sang istri menangis sambil memarahinya karena ponselnya yang sulit di hubungi.

Kenyataan dimana shany yang sempat pulang dan pergi lagi dan hingga kini tak kembali membuat kedua orang tua itu kini merasa sangat gelisah,pelayan yang mereka sewa beberapa hari lalu di pecat karena membiarkan shany pergi begitu saja.

Sang kepala keluarga sekaligus seorang ayah,beban Mr. Aderson menjadi dua kali lipat dari biasanya,semua orang yang membantunya saja tidak berguna dan malah menarik kesimpulan jika putrinya memang di culik oleh pembunuh bayaran dan sulit untuk mendapatkan jejaknya.

Kini mereka hanya bisa menekuk lutut sambil memikirkan rencana kedepannya,pernyataan dari kakek tua kemarin bahkan tidak menjawab semua pertanyaan di kepalanya.

Keesokan hari setelah pertemuan mereka dengan Kakek Max,tuan Aderson memasang foto shany di semua majalah dan juga sosial media berharap mendapat kabar baik.

April kini menemani ibunya shany yang hampir tidak mau makan apapun karena memikirkan sang putri tercinta,gadis itu selalu menghiburnya dengan berkata bahwa shany baik baik saja,dan gadis itu pergi pasti ada alasannya.

"Tenanglah Mr.Aderson shany akan baik baik saja,jika memang dia sempat bebas kemarin pasti ada alasan tertentu dia kembali menghilang." Jelasnya sambil mengusap punggung nyonya Aderson

"Tapi- cucu? Kenapa tidak tanya nama cucu dari pria tua itu?" Lanjut April.

"Dia mengusir kami setelah mengatakan hal aneh itu,"

April berfikir sejenak,"Aku baru tahu dia tinggal di situ,pamanku tinggal di sana sejak dia menikah dan seperti nya dia orang baru di perumahan itu." Ucapnya.

Mr.Aderson menoleh ke arah April,"hmm menurut data pun dia baru pindah sekitar empat tahun lalu dari desa."

April mulai menyadari sesuatu,"Desa? Jadi jika sebelumnya dia tinggal di desa,ada kemungkinan kerabatnya masih tinggal di sana! Kenapa tidak cari tahu dulu.."

Mr.Aderson menghela nafasnya,"tidak ada siapa siapa,hanya pembantu dan-ah ya! Saya ingat waktu itu dia berkata bahwa seseorang juga tinggal di sana,dan kepala polisi bilang bahwa cucu kakek tua itu masih tinggal di sana."

"Apa anda bertemu dengannya?"

Mr.Aderson menggeleng,"saat kami kesana dia sedang pergi dan pembantu mereka bilang untuk pergi ke rumah kakek itu."

April mengangguk faham,"Bagaimana kalau kita cek sekali lagi? Siapa tahu kali ini cucunya benar ada. Karena tersangka ada di sana! Pak tua itu bilang seolah-olah cucunya lah yang menculik putri anda,jadi harus kita siasati kesana!" Jelasnya.

"Bagaimana kamu bisa berfikir begitu?" Katanya menatap April penuh selidik.

Gadis itu menghela nafasnya pelan tentu saja ia mengerti hal seperti ini karena tentu ilmu dari ayahnya.

"Tuan Aderson,sebenarnya jika di telisir lagi cerita anda tadi.. anda mencaritahu tentang keluarga tersembunyi itu bukan? Dan anda mencurigai cucu dari keluarga itu yang rumahnya tak jauh dari sana. Lalu tentang kakek tua itu sebenarnya ia memberi clue yang mudah. Dia berkata seolah-olah cucunya yang menculik shany,dan hal yang harus kita telusuri hanyalah cucu dari kakek itu!"

"Benar! Cepat temukan putri kita,,aku sangat khawatir.."lirih nyonya Aderson.

"Tenanglah sayang,kita akan temukan putri kita."

***

Kedatangan max setelah dua jam lalu pergi setelah acara melukis dadakan itu ia pulang dengan berlumuran darah bahkan parahnya pria itu membawa bola mata orang yang ia bunuh dan di masukkan pada sebuah kotak kaca lecil.

𝐏𝐑𝐈𝐀 𝐁𝐈𝐒𝐔 𝐉𝐄𝐋𝐄𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐁𝐋𝐈𝐒Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang