Suasana menjadi rumit dimana kedatangan April ke rumah Aderson membuat semua orang panik dan juga marah dimana April datang membawa beberpaa foto,bukti kematian nenek shany dan kabar hilangnya putri mereka.
Ibunya shany nyaris syok dan kini wanita itu pingsan sedangkan ayahnya tidak percaya dengan semua dan memarahi April dan pihak polisi dari desa.
Polisi menggambarkan bagaimana kejadian terjadi dan mereka juga memberitahu kejadian dan korban sebelumnya yang hampir mirip.
Beberapa tahun lalu terjadi hal sama dimana seorang wanita yang berprofesi sebagai pramusaji menghilang di rumahnya dan ketika kekasihnya datang ia hanya melihat genangan darah dan juga sebuah pisau.
Dan itu terjadi sangat lama hingga kini terjadi lagi,bedanya mayatnya tidak hilang dan ada di tempat. Meskipun begitu polisi yakin pelakunya masih sama dan masih tidak di termukan motif nya apa.
Beberapa perempuan lajang dan pria dewasa yang tenggelam di danau,namun lebih banyak korban wanita lajang dan hilang namun darahnya dimana mana,dan semua terjadi di rumah mereka,dalam keadaan sepi.
Ayah shany kesal dan panik ia mencoba menghubungi polisi dan ayahnya April demi mencari putrinya.
"Lalu dimana sekarang mayat ibuku?" Tanya ayah shany.
April memberikan kartu alamat makam umum di desa,"Nenek shany di makam kan di sana,jangan khawatir Mr.Aderson."
"Bagaimana?! Dia putriku! Aku salah dengan mengirimnya kesana." Katanya teriak,pria paruh paya itu menarik rambutnya frustasi ia mencoba menelfon putirnya namun tidak bisa.
"Tidak Mr. Aderson, aku sudah menelfon shany puluhan kali dan tidak ada jawaban!" Katanya cepat.
"Sial!" Umpat nya
Ibunya shany terbangun sambil menangis,"cari putri kita! Aku tidak mau tahu,pokoknya harus sampai ketemu!" Serunya.
April menunduk ia tidak bisa melihat ini,"tenang saja,aku sudah telfon ayah untuk mencari shany."
"Aku akan bertemu dengannya,tolong antar aku ke kantor ayahmu!" April mengangguk dan langsung mengantar Mereka.
Terasa kering tenggorokannya tidak kuat untuk berbicara ia malah di tanyai oleh polisi tentang bagaimana ia bisa terluka para polisi itu tidak tahu bahwa gadis yang mereka cari ada di depannya,kepala polisi tengah mengantar april ke rumah Aderson dan kini semua kebingungan
gadis itu di beri segelas air dan selimut dengan lengan gematar shany meminum habis air hingga tandas dan setelah itu ia berkata,"t-tolong aku,"
"harap tenang nona,bisa ceritakan dulu kenapa kau bisa sampai begini??'tanya polisi tersebut
shany dengan air matanya berkata,"aku di culik,dan--dan tadi aku kabur naik perahu depan rumah nenekku. dia membunuh nenekku dan tolong aku.kumohon.."
Shany segukan namun polisi tetap tidak mengerti begitu banyak laporan tentang penculikan dan semua palsu karena kebanyakan orang setelahnya meminta ganti rugi atas luka yang ia buat secara palsu.
"nona jangan berbohong,kami tahu semuanya,kembali ke rumahmu dan jangan keluar malam." peringat salah satu dari mereka.
shany menggeleng ia menggebrak meja dengan kuat sambil menangis,"bohong? kau pikir luka ku ini palsu?! aku di culik dan kini seseorang mengejarku dengan mobilnya,nenekku juga di bunuh olehnya!" shany berteriak
sang polisi hanya tertawa menganggap omong kosong shany hanya candaan saja dan dengan kekehannya polisi itu menarik tangan shany pelan untuk duduk kembali,salah satu polisi melihat wajah serius shany yang akhirnya berhenti tertawa." tenang lah nona,baiklah. katakan ciri ciri pria itu.."
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐏𝐑𝐈𝐀 𝐁𝐈𝐒𝐔 𝐉𝐄𝐋𝐄𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐁𝐋𝐈𝐒
Ficción General[Hiatus beybeh] 𝘚𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 Jika memang membantu seseorang adalah hal buruk mungkin Shany kecil memilih pergi pulang daripada membantu seseorang yang di rundung. berteman berbinca...
