Ledakan kuat terdengar jelas dari beberapa kilo meter jauhnya membuat terheran beberapa orang yang ada di dalam mobil,tiga hari lamanya mereka mencari tahu tentang orang yang akan mereka temui dan sengaja mereka mematikan semua jenis alat komunikasi seperti ponsel agar tidak mengganggu saat bekerja.
orang yang akan mereka temui bukanlah orang biasa dimana mereka pemilik beberapa perusahaan ternama dan club kota yang terkenal,mereka juga disebut dengan orang tanpa nama karena informasi nya sangat minim dan membuat tuan Aderson dan yang lain kewalahan.
Kabar mengenai nyonya Aderson yang datang ke kantor mencarinya sudah di beri info yang sebenarnya,jika memang dalang di balik semua kasus pembunuhan dan juga penculikan yang ada di desa terpencil itu adalah orang tersebut maka akan menjadi tindak lanjut pemerintah setempat.
Tuan Aderson bahkan tidak mengetahui pulangnya shany dan lanjut menginvestigasi.
Wajahnya sedikit tercengang ketika melihat rumah yang besar bahkan mirip dengan mansion,begitu ketat penjagaannya sampai ia harus meminta izin untuk masuk terlebih dahulu.
Suara tembakan itu terdengar lagi dan memang benar pusatnya adalah di rumah ini,ketika turun dari mobilnya mereka di sambut oleh pelayan perempuan yang menuntun mereka masuk ke rumah mewah itu.
Sampai di dalam mereka bertemu langsung dengan kakeknya Max yang tengah merokok dengan salah satu rekannya.
Ia memberikan salam terakhir lalu mereka berpisah,"Aku dapat kiriman apa lagi ini haha" tawanya renyah.
Tuan Aderson menatap tajam pria di depannya ketika ia hendak mendekat salah satu penjaga di sisinya menahannya namun ia tetap bersikeras untuk maju.
"Anda pasti tau tujuan saja kemari bukan?"
"Tentu saja,kalian pasti mengira gadis itu bersamaku bukan? Haha kalian salah besar.." ucapnya santai.
"jadi dimana putriku sebenarnya?"
pria tua itu menghela nafasnya pelan sambil mengambil sebuah anggur untuk di cicipinya,ia menunda kalimatnya sambil tersenyum."rileks,dia baik baik saja.."
"itu bukan jawaban yang saya mau tuan,saya tidak peduli siapa anda yang terpenting adalah keberadaan putriku. jika anda tidak memberitahunya juga maka akan saya angkat ke kasus hukum!" tegasnya.
pria tua yang tak lain adalah kakeknya Max itu tertawa keras bahkan sampai terdengar hingga ke penjuru ruangan,"percuma kau mengancamku,dia tidak akan memberikan putrimu."
"Apa maksud anda?"
"Seluruh keluarga saya itu gila,termasuk cucuku. Dia sangat suka sekali mengoleksi sesuatu yang cantik." Ucapnya.
"Seperti putrimu." Lanjutnya
Kalimat barusan mengundang rasa penasaran semua orang di dalam sana,"cucuku begitu menyukai putrimu,dan sebenarnya itu salah putrimu dengan memberi makan singa kelaparan. "
Tuan Aderson berdiri menarik kerah kemeja dari kakeknya Max,ia begitu marah dengan ucapannya barusan,
"Cukup dengan omong kosongmu! Sekarang dimana putriku Tuan!"
Pria tua itu terkekeh,"Dia aman,tapi lebih baik kalian kembali ke sana sebelum putri kalian di bawa ke neraka."
Tuan Aderson terdiam sejenak namun pria tua itu tersenyum sambil berbisik,"Dia itu sama seperti ibunya,gila."
***
Mimpinya terusik oleh lantunan suara piano yang begitu teratur,meskipun dirinya sedikit syok saat melihat tubuhnya yang berbalut hanya kaos kebesaran milik Max.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐏𝐑𝐈𝐀 𝐁𝐈𝐒𝐔 𝐉𝐄𝐋𝐄𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐁𝐋𝐈𝐒
Ficção Geral[Hiatus beybeh] 𝘚𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 Jika memang membantu seseorang adalah hal buruk mungkin Shany kecil memilih pergi pulang daripada membantu seseorang yang di rundung. berteman berbinca...
