Berhasil kabur

5.9K 326 25
                                        

"jangan ikuti aku!!!"

teriakan nyaring menggelegar seisi ruangan karena hampir dua puluh menit lalu hingga sekarang Max tidak mau menyetujui keinginan shany untuk tidur di kamar lain,mereka menginap di hotel dan max memaksa untuk tidur bersama.

pria itu sengaja memesan satu kamar dengan satu kasur besar untuk mereka berdua,namun shany menolak dan terus mendorong dada bidang itu untuk turun dari kasurnya,berbeda dengan shany yang kesal max malah terkekeh sambil terus menggoda ia malah menarik selimut dan menutupi tubuhnya sambil berbaring.

"max!!!"

"jangan berisik!"

"turun atau aku keluar dari sini." katanya

max mengerutkan keningnya,"loncat? kau tahu hanya aku yang bisa membuka pintunya. ini lantai 15 shany,kau kan takut mati.."

shany mengaga tidak percaya,"aku akan panggil pihak hotel."

"jangan banyak drama,tidur! lagipula aku tidak akan memerkosamu,aku ini pria baik loh.." katanya beranjak dari kasur

Rasanya ingin sekali muntah di hadapan pria yang terlalu percaya diri ini,mendengar pernyataan max membuatnya mual,"pria baik tidak akan membunuh orang."

max membuka kemeja hitam yang ia pakai sambil mengerut heran,"kita sudah membahas ini sebelumnya bukan? sudahi cerewetmu aku akan tidur di sebelahmu."

"tap-"

"tidak ada penolakan!" seru max mutlak

shany hanya bisa cemberut dan membuat strategi agar pria yang kini di depannya sambil bermain ponsel itu tidak tidur di sebelahnya,shany rela menaruh bantalnya di tengah tengah kasur demi membatasi antara dia dan max.

setelah mandi yang tenang ia mulai berbaring dan menikmati lembutnya selimut hingga pada saat lampu di matikan alangkah terkejutnya ia saat melihat max yang tidur di sisinya dengan keadaan telanjang dada.

Bahkan dalam kegelapan shany bisa melihat jelas bentuk otot yang ada di perut max dari pantulan sinar bulan,itu seperti..

Roti sobek,panas dan..

Gadis itu menggeleng kuat sambil memukul keningnya pelan,"Dasar bodoh!" Gerutunya pelan sambil mencoba memejamkan matanya.

Max tersenyum dalam gelap ia sengaja membuka kemejanya demi menggoda shany,meskipun faktanya ia juga selalu tidur dalam keadaan setengah telanjang.

Max menyingkirkan bantal yang menghalangi pandangannya sehingga membuat Shany mengomel kembali dan menyuruh max untuk mengembalikan bantalnya,namun max menolak ia menarik tubuh gadis itu untuk mendekat dan mendekap hangat.

Aroma manis dari shampo yang shany pakai begitu nyaman di hidungnya,shany beberapa kali melawan namun tetap kalah dengan tubuh kekar max.

"Aku tahu kau suka,jangan munafik shany.."

"Jangan terlalu percaya diri! Aku sudah sering melihat itu,anak lelaki di kampus kami juga tak kalah seksi.." jelas shany mencoba menutupi pipi merahnya.

Posisi shany berhadapan dengan max membuat pria itu bisa dengan jelas melihat wajah merah padam itu,"Benarkah? Tapi tidak setampan aku bukan?"

Itu benar,astaga!

Max terkekeh melihat shany terdiam,ia mengusap surai panjang itu sambil berkata,"Bukankah perempuan suka lelaki nakal? Aku disini sayang.."

"Kata siapa? Aku suka pria baik!"

"Pria baik? Seperti Louis dan Frans? Mereka payah dan tidak bisa melindungimu!" Seru max.

Shany melotot tidak suka,"tidak semua hal itu harus di selesaikan dengan otot max,kau-"

𝐏𝐑𝐈𝐀 𝐁𝐈𝐒𝐔 𝐉𝐄𝐋𝐄𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐁𝐋𝐈𝐒Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang