Pemilik rumah?

4.1K 282 41
                                        

Wajar atau tidak semua orang harus berhenti menormalisasi kata obsesi,karena selain berlebihan obsesi juga bisa membuat seseorang keluar dari garis wajarnya.

Mungkin kebanyakan orang berfikir bahwa obsesi adalah 1 dari seribu kata selain cinta,namun berbeda dengan Max dan semua orang dalam kepalanya.

Bagi pria itu 'sesuatu' yang membuatnya selalu ingin memiliki Shany seutuhnya dan tanpa ada orang yang mengganggu ia akan menyingkirkan siapapun demi membuat shany ada dalam genggamannya itu adalah cinta,baginya.

Jika pria itu menganggap Mr. Aderson adalah calon mertuanya mungkin ia sudah membukakan pintu untuknya,namun ini tidak. Pria itu duduk manis di sofa sambil meminum wine yang di sediakan oleh Zue.

Mr. Aderson datang yang di tuntun oleh Zue di depannya,pria itu sudah siap dengan rencananya. Begitu juga dengan Zac.

Zac tentu tahu rumahnya sudah di kepung oleh polisi namun dia sangat percaya diri dengan rencananya.

Mr. Aderson awalnya merasa bingung karena zue hanya memperholehkan dirinya sendiri yang masuk,namun dia tidak peduli yang ada dalam pikirannya hanya curiga dan curiga pada pria yang duduk manis di depan sana

Dia cucu yang bisu itu.

"Tuan muda,dia Mr. Aderson. Katanya ingin mengunjungi anda.." ucap zue.

Zac tersenyum tipis dan mengangguk menyuruh zue untuk pergi.

Mr. Aderson datang mendekat dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman,"Maaf mengganggu waktu anda Tuan,saya hanya ingin berbicara sebentar."

Zac tidak berdiri dia melihat tangan Mr. Aderson dengan wajah datar,beberapa detik berlalu itu cukup membuat kecanggungan dan hampir saja tangan Mr. Aderson turun Zac meraihnya.

"Maaf sudah menganggu waktu anda tuan," ucap Mr. Aderson.

Zac tersenyum lagi sambil mengangguk,Mr. Aderson tersadar bahwa pria di depannya ini tidak dapat berbicara,"perlu saya panggilkan--"

"Katakan saja apa maumu,tuan Aderson?"

Deg

Pria ini..

"Bisa bicara? Tentu saja! Orang bodoh mana yang mengira anak kecil pendiam itu bisu?" Lanjut Zac

Mr. Aderson sedikit panik namun ia kembali teringat apa yang membawanya kemari dan langsung berkata,"Tujuan saya kemari hanya ingin menanyakan sesuatu,"

"Anda kenal gadis dua puluh tahunan yang menghilang beberapa hari lalu? Saya sudah berkeliling menanyakan pada warga dan katanya dia lari ke tempat ini."

Zac terkekeh,"anda menuduh saya?"

"Hanya bertanya tuan,jika tidak pun kami akan pergi."

"Kalau begitu pergi saja,saya tidak tahu."

"Kami harus memastikan sesuatu tuan."

"Memangnya siapa gadis itu sampai anda bisa turut turun tangan dalam kasus ini? Sebelumnya tentang pembunuhan bahkan hilang nya orang lain tidak pernah sampai ada yang masuk ke rumah saya hanya untuk tuduhan palsu." Katanya tegas.

Mr.Aderson menghela nafasnya pelan,"dia putriku,namanya shany."

Zac tediam sejenak sambil mengetuk ngetuk jarinya di sofa,"Shany... sepertinya aku pernah dengar."

Mata Mr. Aderson kini melebar,"benarkah? Apa yang anda tahu?"

Zac berdiri dari duduknya,"gadis cantik bermata hijau yang mengikutiku masuk ke dalam rumah ini hanya untuk memberikan gelang kesayanganku yang jatuh,tentu saja aku tahu."

𝐏𝐑𝐈𝐀 𝐁𝐈𝐒𝐔 𝐉𝐄𝐋𝐄𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐁𝐋𝐈𝐒Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang