Jalan Kota

6.2K 366 3
                                        

"Max kau gila?! Dia orang yang tidak bersalah! apa yang kau lakukan?" Ungkap nya dengan rasa kesal.

Max masih sibuk menyeret mayat Seth ke ujung dekat dapur sambil membuka satu persatu pakaian pria itu,"Kau mau apakan dia sekarang?" Tanya shany lagi.

"Memotongnya."

Shany melotot tidak percaya,"kau gila?! Max hentikan itu dan-"

Tiba tiba max memberikan kunci rumah Seth pada shany,"Keluar. Dan masuk ke mobil,kau mengganggu konsentrasi ku."

Shany dengan cepat merampas kunci tersebut dan berlari ke pintu ia bersumpah akan pergi dari sini untuk mencari bantuan,Max itu gila. Ia tidak bisa terus dengannya jika tidak dia akan ikut gila.

Baru saja pintu terbuka Max bersuara,"sayang,pergi berarti mati."

Shany menggigit bibir dalamnya dan pergi begitu saja,di luar ia melihat rumah besar itu dan melangkah menjauh. Pandangannya teralih pada mobil mahal Max,tiba tiba saja terlintas sesuatu di benaknya,

Kabur

Jiwa nya meronta berkata agar menaiki mobil itu dan pergi dari sini namun max pasti akan mengejarnya,setelahnya ia akan bernasib sama seperti seth,itu membuatnya merinding.

Yang pada akhirnya shany hanya bisa kembali ke mobil max dan duduk manis di sana,melihat bagaimana jendela rumah besar itu tiba tiba saja terciprat darah yang ia kira adalah milik seth.

Shany sudah terjebak dalam permainan ini,salahnya dengan mengikuti Max,salahnya dengan berteman dengannya. Namun ia tidak bisa berbuat apa apa,Max terlalu berbahaya untuk di lawan,dan shany sendiri.

Gadis itu sangat yakin berita kematian neneknya sudah sampai ke telinga orang tuanya dan kini pasti mereka sedang sibuk mencari dirinya,itu pasti.

Entah apa yang membuat shany menurut ia pun tidak mengerti,baginya jika ia melanggar perkataan max,dia akan mati. Tentu saja shany tidak menginginkan hal itu.

Max keluar dengan kotak besar di tangannya,ia membersihkan tangannya dan juga membakar jaket dan juga peralatan yang ia gunakan sebelumnya,sempat melirik ke arah shany demi memastikan gadis nya ada di tempatnya,sesuai keinginannya.

Max tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya seolah bahagia Shany menurut,sementara gadis itu kelewat kesal dan memalingkan wajahnya.

Setelah semua dirasa selesai Max masuk ke dalam dan mulai meninggalkan tempat tersebut,pria itu mengecek kondisi dan semua aman.

"Apa masih bau? Kau menciumnya?" Tanya max tiba tiba,shany masih dengan mode diamnya,ia hanya melihat jalanan tanpa menjawab.

Max mendapat perlakukan itu tentu saja tidak senang ia meraih tangan shany dan meremasnya kuat,"Kau jadi tuli sekarang?"

"Lepas max!"

Max melepaskannya ia menatap lekat shany sambil santai menyetir,"Ini baru permulaan,kau akan terbiasa.."

Perkataan Max membuat shany geram,"Terbiasa? Siapa yang akan tahan dengan pria seperti mu Max?"

"Kau."

Shany mengerenyit tidak mengerti,setelah melakukan hal se keji ini max tetap santai bahkan memakan selembar permen karet di mulutnya,"Coba pikirkan ini."

"Jika kau memang tidak tahan,kau akan memilih pergi barusan daripada duduk di mobil penjahat seperti yang kamu bilang Shany.." Lanjut max serius.

Itu karena kau mengancamku bodoh!! Batin Shany.

Tapi semua perkataan Max ada benarnya,jika dirinya memang seharusnya kabur tanpa memikirkan konsekuensi nantinya,tapi ia memilih untuk duduk dan menunggu pria itu selesai.

𝐏𝐑𝐈𝐀 𝐁𝐈𝐒𝐔 𝐉𝐄𝐋𝐄𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐁𝐋𝐈𝐒Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang