salah sasaran

5.3K 290 1
                                        

Manik cantik yang tertutup oleh kelopaknya tengah santai menikmati guyuran air hangat dari shower,duduk manis di bawah sambil menggosok tubuhnya yang lengket.

Meskipun aktivitasnya tidak banyak namun ia merasa sangat lelah,ia menghela nafasnya berharap sesak di dadanya mengosong. Max membuat hidupnya menjadi sedikit lebih banyak aksi dan itu membuat nya agak takut.

Namun faktanya meskipun Shany membenci Max ia tetap takut jika harus keluar tanpa pria itu karena memang ia sudah terlibat dengan kelakukan pria itu, Shany menjadi takut ia akan di incar polisi dan menjadi tersangka.

Setelah ia cukup dengan ritual mandinya shany beranjak dan memakai bajunya kembali ia berencana untuk berehat sebentar dan memikirkan bagaimana ia bisa melarikan diri dari max.

Di sisi lain Max baru sampai di tempat Lucas berjalan dengan pisau di tangannya,baju lengannya ia lipat hingga siku dan masuk begitu saja ke dalam sebuah rumah kecil dengan bagasi yang luas,entah apa maksud di dalamnya,namun ketika masuk ia hanya melihat seorang wanita dengan apron yang tengah membenahi rumah.

"siapa kau?" tanya wanita itu,ia terkejut melihat pisau di tangan Max,"keluar atau aku panggil polisi!"

"katakan siapa kau?!"

max tetap diam,ia melihat sekeliling dan lucas tidak ada dimana mana,pria itu sudah berkeluarga dan tidak punya anak,melihat hanya ada sang istri max yakin lucas tidak ada di sini,"dimana?" tanya max

wanita itu bingung,"siapa?kau mencari suamiku? dia bilang ada urusan nanti akan kembali." katanya dengan suara gemetar.

"tolong jangan lakukan apapun,kami baru menikah dua minggu lalu." lanjutnya dengan nada memohon.

lengan max mengepal kuat karena kesal masalahnya bukan itu tetapi yang pasti seseorang seperti lucas pergi di saat sekarang itu mustahil,terlebih lucas adalah pria yang cukup pintar,pasti pria itu sudah lebih dulu tahu bahwa ia akan menjadi kelinci selanjutnya.

"sial!"

max melempar topinya asal dan langsung naik ke mobilnya, ia melaju kencang ke tempat yang dia perkirakan adalah,rumahnya. ya tentu saja pria itu pasti berniat membunuh max lebih dulu. menjadi mantan pembunuh bayaran sepertinya ada satu aturan ketat yaitu,Bunuh atau di bunuh,dimana semua orang bersaing untuk mendapatkan daging segar dan uang.

Lucas memang pintar namun Max itu cerdik. meskipun begitu kini dirinya tidak sendiri max kini mempunyai shany,jika lucas datang dan shany ada di sana maka tamatlah,banyak hal gila yang kini berkecamuk di kepalanya adrenalinnya berpacu dan membuat kepalanya sakit.

beberapa kali max memukul stirnya sambil beeteriak,"sampai kau menyentuh gadisku,kupastikan lidahmu terputus!"

Shany tengah sibuk dengan mimpi indahnya dan rencananya tentang melarikan diri pupus karena lelah tubuhnya menagih untuk istirahat kini gadis itu terbangun karena suara bising dari luar,suara deguman keras itu serasa di depan pintu begitu keras.

kaki jenjangnya turun dan berjalan perlahan ke arah pintu rasa takutnya menjadi jikalau max tidak di sisinya,deru nafasnya terasa lebih kencang daripada ia ketakutan di depan max.

Shany mengintip lewat lubang intip dan melihat tidak ada siapapun di luar namun anehnya lubang itu buram,seperti sudah di lumuri sesuatu jadi pengelihatan shany tidak terlalu jelas.

semua baik baik saja selama kurang lebih dua menit gadis itu duduk di kursi makan dan merenungi kejadian barusan,jika itu adalah max pria itu tidak mungkin menggedor karena akses keluar masuk ada bersamanya dan tidak ada gunanya menjahili shany dengan hal kuno begini.

shany merasa jantungnya tidak aman karena sejauh ini hanya max yang menakutkan di matanya,ia percaya hantu tetapi max jauh lebih mengerikan dari hantu,

BRAKKK

𝐏𝐑𝐈𝐀 𝐁𝐈𝐒𝐔 𝐉𝐄𝐋𝐄𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐁𝐋𝐈𝐒Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang