Masa lalu Max

5.9K 329 7
                                        

Max hanya ingin Shany ada di sisinya setiap waktu,bersama tanpa ada orang lain yang ikut campur. Dengan begitu Max akan damai dan hidup tenang.

Meskipun sampai kini mereka tahu bahwa shany tengah di cari oleh pihak berwajib Max tetap pada mode santainya membawa gadis itu mengikuti aktivitas yang Max sebut 'Misi'

Wajah lelah dari Mr.Aderson membuktikan betapa panjangnya waktu dan berapa banyak uang yang mereka habiskan untuk mencari putri nya yang hilang telah lama,beberapa orang di intrograsi dan mereka sama sekali tidak tahu.

Namun seseorang datang dan memberi peturunjuk adanya kemajuan dari pencaharian mereka,namanya nyonya Jenia.

Dia adalah anak dari tetangga jauh yang waktu itu baru saja pulang dari memanen jamur yang ia ambil di hutan,wajahnya memucat saat polisi datang ke rumahnya namun ia dengan segera memberitahu apa yang ia lihat.

Meskipun gugup jenia tetap memberitahu pihak berwajib tentang ini,"Tolong di ceritakan nyonya.."

Jenia mengangguk ia menaruh cangkir teh yang ia sediakan dan berkata,"Saat itu saya baru saja pulang dari hutan,mengambil jamur. Saya selalu ke hutan tiap siang dan sore akan sampai rumah.." jelasnya perlahan.

"Sore itu saya melihat mobil mewah terparkir di depan rumah itu,mobilnya warna hitam. Saya pikir awalnya mungkin kerabat pemilik rumah jadi saya lewati." Lanjutnya

"Anda melihat sesuatu?" Tanya Mr. Aderson lagi.

Jenia berfikir sejenak lalu berkata,"Ada seorang gadis." Tekannya,jenia sangat yakin dengan penglihatan nya,ia membayangkan bagaimana gadis itu menangis.

"Gadis itu berteriak di dalam,dan setelah itu saya bersembunyi melihat ke belakang rumah ternyata dia berjalan menaiki perahu ke ujung hutan-"

"Shany!" Mr. Aderson berteriak ia memijat keningnya ada rasa lega bahwa gadis itu selamat,"tunggu tuan,kita pastikan satu hal. Apa nyonya lihat orang lain?"

Jenia mengangguk cepat,"ada! Dia lelaki tinggi dengan tampang yang tampan,yang sepertinya orang kaya,saya ingat waktu itu dia merokok di depan mobilnya. Namun saya masuk rumah ketika dia melirik."

"Anda melihat plat nomor mobilnya?"

"Maaf,saya tidak bisa membaca..."

Sang polisi menghela nafasnya pelan tujuan mereka hanya selangkah dan wanita ini harus menghentikan pandangannya karena takut ketahuan,masih banyak pertanyaan di benak sang polisi.

"Kita ke kantor pak,kita jelaskan lebih lanjut. Terimakasih nyonya,saya akan membuat laporan atas saksi anda."

Mereka kembali ke mobil dan berjalan ke kantor polisi,tidak ada satupun yang membuat langkah semakin maju mereka frustasi dan semua ini jika bukan ayah shany berpengaruh maka semua ini tidak akan berjalan.

Di perjalanan sang polisi bersiap untuk membuat laporan,"kenapa orang itu melepaskan putriku? Dimana dia sekarang? Dan jika dia orangnya maka dia pasti tinggal disini bukan?" Tanya ayah shany.

"Tidak Mr. Aderson di desa ini tidak ada orang sekaya itu,mereka bahkan memakai sepeda dan bis untuk ke kota. Hanya orang tertentu." Ucap polisi.

Mr. Aderson memangut sembari meminum sisa air di botolnya,"saya mau data seluruh warga desa ini!" Serunya.

Sang polisi hanya bisa menganguk,"Setelah sampai kantor,kita akan mengupas semua tuan. Anda bisa tenang."

Siang yang indah di awali dengan ajakan dari max yang berkata bahwa mereka akan pergi ke kediaman sosok yang menginginkan atas kematian dari dua orang ini,shany tidak heran dan ia hanya ingin semuanya selesai dan dia bisa tenang.

𝐏𝐑𝐈𝐀 𝐁𝐈𝐒𝐔 𝐉𝐄𝐋𝐄𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐁𝐋𝐈𝐒Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang