"how dare you..."
"i'll kill you!!!"
"rileks sayang,ada apa denganmu? aku kembali padamu,bukankah itu yang kau mau? kau tidak ingat bagaimana kau memohon tadi?"
shany mengerenyit heran sambil menarik kerah baju zac"how dare you to touch my parens!?"
zac dengan santainya menarik cengraman gadis itu dan menggendongnya dengan satu tangan lalu menaruh tubuh gadis itu di meja,"yang ku bunuh adalah polisi,bukan orang tuamu. kamu tahu kan mereka juga akan menjadi orang tuaku??" ucapnya sok manis.
tubuh gadis itu melemas hingga merosot ke bawah,melihat itu zac berlutut di depannya sambil meraih dagu manis gadis itu,"cup cup cup... jangan menangis sayang,lihat? apa yang kau butuhkan sebenarnya? aku dan kamu cukup serasi untuk bercinta. aku pria kaya dengan gadis cantik dan seksi sepertimu,apa lagi?!"
"waras."
zac mengerutkan keningnya menatap manik indah yang memerah dan sembab,"ulangi katamu?"
shany menepis jari zac di dagunya kasar,"kekuranganmu hanya kewarasan max! zac! atau siapapun kalian. fucking asshole!"
tubuh gagah itu kembali tegap matanya semakin tajam melihat gadis di depannya kini bergetar ketakutan,kalimatnya barusan mengundang monster dalam tubuh itu,udara sekitar semakin mencekam dimana suara gagak hitam kini terdengar nyaring dari luar sana.
shany menelan air liur nya susah,tenggorokannya terasa kering namun ada rasa asam yang membuncah hingga ke ujung lidah,sesuatu yang kejam mulai muncul ke permukaan seperti asap.
apa zac marah?
pertanyaan bodoh apa itu? shany hampir kehabisan akal untuk berbicara,tangan mungilnya terulur untuk menyentuh tangan zac namun gerakan cepat zac menghentikannya,zac kembali menunduk ke arah leher gadis itu. shany masih terdiam ketika sesuatu yang basah menyapu telinganya dan menggigitnya gemas.
"kamu semakin pintar ya? kenapa baru sadar? aku ini memang tidak waras,jadi tetaplah dalam posisimu agar aku tetap dalam kewarasanku. HAHAHA"
wajah penuh tanda tanya dan juga aneh,seharus nya pria di depannya ini marah atau setidaknya menamparnya namun zac malah berdiri dan mengambil jaket kulit berwarna coklat dan membantu gadis itu untuk bangun dari duduknya.
"jangan sentuh aku!"
wajah tampan itu melirik shany yang kini ada di depannya,tubuh gadis itu tidak lebih dari dadanya wajah manis yang terkesan mungil itu terlihat lucu ketika memerah karena malu atau sedang marah,seperti saat ini.
tubuh tegak itu menunduk demi melihat jelas,"mau buat kesepakatan?"
shany menatap malas,"tidak,kau selalu membuat kesepakatan yang merugikanku bukan? dasar licik!" sinisnya
zac menggigit bibir bawahnya baginya shany lebih lucu daripada seekor anjing yang manja, dia menarik bahu mungil itu untuk mendekat" aku yakin kau akan setuju kali ini."
shany menunggu kalimat selanjutnya dengan menatap serius pria di depannya,zac dan kumpulan makhluk lain di dalam tubuhnya itu rumit beberapa di antaranya problematik dan hanya prilaku lean yang bisa ia tolelir,semua orang di dunia mungkin akan berfikir bahwa wajah dewa di depannya ini adalah pria impian semua wanita,namun.
faktanya,fiksi hanyalah fiksi.
kembali pada zac,prilaku zac memang iblis hingga polisi pun sampai tidak berani menatap matanya,itu aneh. jika di lihat dari sisi lain max dan semua orang dalam lingkaran gila nya hanya mencintainya,mereka hanya ingin hidup bahagia dengan shany.
namun lihat sisi lainnya bahkan kini ia gemetar dengan apa yang akan di sampaikan pria gila di depannya,hatinya menjerit dengan adanya zac dalam tubuh max karena pria itu terlihat dominan bahkan lebih dari lucifer.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐏𝐑𝐈𝐀 𝐁𝐈𝐒𝐔 𝐉𝐄𝐋𝐄𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐁𝐋𝐈𝐒
Fiksi Umum[Hiatus beybeh] 𝘚𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 Jika memang membantu seseorang adalah hal buruk mungkin Shany kecil memilih pergi pulang daripada membantu seseorang yang di rundung. berteman berbinca...
